Boediono melaporkan harta kekayaannya bersama-sama dengan Hakim Konstitusi Mahfud MD dan Ketua BPK Anwar Nasution di Gedung KPK, di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2008).
Satu persatu para pejabat itu membeberkan rincian kekayaannya. Boediono adalah pejabat yang paling banyak total kekayaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan hartanya lebih karena kenaikan NJOP (nilai jual objek tanah)," terang pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943 ini.
Boediono dilantik sebagai Gubernur BI pada 22 Mei 2008. Boediono menggantikan Burhanuddin Abdullah yang kini ditahan karena kasus korupsi aliran dana YPPI.
Berikut rincian laporan keuangan mantan Menkeu ini:
Harta tidak bergerak pada 24 Februari 2006 berjumlah Rp 2.282.228.000 menjadi Rp 5.881.865.000 per 31 Mei 2008.
Harta Bergerak alat transport dan mesin lainnya per 24 Februari 2006 Rp 646.700.000. Setelah menjabat sebagai Gubernur BI dengan data per 31 Mei 2008 Rp 512.500.000.
Surat berharga per 31 Mei Rp 600 juta:
1. Tahun investasi 2008 (hasil sendiri) per 31 Mei 2008, Rp 400 juta
2. Tahun investasi 2008 (hasil sendiri) per 31 Mei 2008, Rp 200 juta.
(ptr/qom)











































