Padahal Mari sudah sejak lama ia mencoba kursus olah vokal, agar tidak malu-maluin jika didaulat bernyanyi. Sayangnya, kursus yang ia jalani tidak menjadi jaminan dirinya untuk pede jika didaulat bernyanyi di tempat umum.
"Saya kalau disuruh nyanyi tidak pede tapi kalau disuruh ceramah boleh lah...," ucap Mari yang disambut tawa hadiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking asyiknya berbicara, Mari pun berkali-kali meminta maaf kepada hadirin. "Mohon maaf kebanyakan bicara seperti biasa karena masih ada insting dosen," serunya sambil tertawa.
Menurut Mari kemampuan bernyanyi merupakan ciri khas orang Indonesia yang dikenal sangat kreatif. Ia mencontohkan dalam kesempatan ajang diluar negeri orang Indonesia selalu siap jika di daulat bernyanyi.
Selain tidak pede soal menyanyi, Mari juga mengaku dirinya gagap teknologi (gaptek) terutama dalam hal masalah dunia pemasaran dunia maya (internet). Namun Mari mengaku dirinya mau terus belajar.
"Pemasaran melalui web saya kira akan ada pertumbuhan eksponensial melalui web dan informasi dan blogging yang saya sendiri tidak memahami dan perlu belajar, merupakan media pemasaran atase perdagangan tolong ini diperhatikan," jelasnya.
Dalam sambutannya, Menteri yang senang berbatik ini, menyampaikan bahwa pengembangan industri kreatif atau ekonomi kreatif sangat lah penting karena industri ini sangat erat dengan dunia ide .Ia menilai Indonesia sangat berpeluang besar dalam mengembangkan industri ini.
"Brand Indonesia yang dikenal dunia hanya baru satu yaitu Indofood, tapi gak usah kuatir di China dan Taiwan saja hanya 5 brand saja," katanya.
(hen/qom)











































