Wajar Nggak Sih Fresh Graduate Minta Gaji Tinggi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 23 Mar 2020 12:37 WIB
Illustrasi Uang Rupiah dan Dollar
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Jagat sosial media sempat dihebohkan dengan cerita lulusannya dari salah satu universitas di Indonesia yang menolak tawaran pekerjaan karena merasa gaji yang ditawarkan tidak sesuai bagi dia.

Sebenarnya bukan hanya fresh graduate saja yang juga mau punya pekerjaan dengan bayaran tinggi dan kerja santai. Jika dengan pengalaman kerja yang mumpuni sih sah-sah saja.

Tapi gimana dengan fresh graduates? Baru lulus kuliah dan belum ada pengalaman kerja sama sekali?

Dengan minimnya pengalaman kerja, apakah mereka layak mendapatkan gaji tinggi di atas rata-rata? Pertanyaan lainnya, boleh nggak sih meminta gaji di angka yang melebihi standar gaji fresh graduates pada umumnya?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yakni jika seorang fresh graduate mempunyai sesuatu kelebihan dan menjadi daya tawar agar perusahaan rela memberi gaji besar.

Di tengah polemik ini, JobStreet.com mengungkap faktor apa saja yang mempengaruhi seorang fresh graduate dapat meminta gaji tinggi.

Petama, bidang ilmu yang kamu pelajari itu hanya menghasilkan sedikit lulusan namun banyak dicari oleh banyak perusahaan. Misalnya Ilmu Teknik Nuklir, Oseanografi atau Statistika yang lulusannya masih sedikit, ditambah lagi masih sedikit universitas di Indonesia yang membuka jurusan tersebut. Seperti hukum supply dan demand, semakin sedikit barang yang beredar, semakin mahal pula harganya.

Kedua, mungkin di antara kalian akan bertanya gimana dengan lulusan dari fakultas 'pasaran'? Apakah layak juga untuk meminta gaji tinggi? Tentu saja boleh.

Kamu boleh minta gaji besar kalau kamu punya skill-set yang lengkap di suatu bidang. Misalnya kamu adalah seorang akuntan yang dapat menguasai banyak software untuk akuntansi seperti Ms. Excel, MYOB, Zahir, dan lainnya.

Atau kamu seorang Digital Marketing yang memahami penggunaan analytic tools untuk media sosial, mengerti SEO dan SEM, dan mampu menganalisa data-data.

Selain itu, bisa belajar hal-hal tersebut lewat internet atau magang di perusahaan, nanti akan ada senior yang ngajarin kamu. Kalau kamu seorang kandidat yang mempunyai skill-set lengkap, tentunya perusahaan akan berani memberikan gaji yang besar untuk kamu.

Tinggal perusahaan yang akan menentukan apakah kamu layak atau tidak untuk posisi itu. Nah, semua yang menentukan hanya dirimu sendiri.

Apakah kamu adalah kandidat yang kuliahnya di jurusan teknik yang gak umum, atau kamu adalah lulusan yang menguasai banyak aplikasi-aplikasi atau ilmu-ilmu lainnya? Silahkan negosiasi gaji setinggi yang kamu mau kepada hirer, karena artinya kamu punya daya tawar yang cukup tinggi, hingga mereka nggak ingin melepas kamu dan rela bayar gaji yang tinggi.



Simak Video "Perkenalkan! Xpander dan Xpander Cross Spesial Bernuansa Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)