Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT HM Sampoerna Tbk. menjalankan kolaborasi untuk memperkuat pelatihan bagi pekerja, pencari kerja, dan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program tersebut mencakup upskilling, reskilling, hingga kewirausahaan.
Kolaborasi itu dibahas dalam kegiatan Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila yang digelar di PT HM Sampoerna Tbk. Plant Rungkut 1, Surabaya. Acara dihadiri secara daring oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan diikuti sekitar 200 peserta secara langsung serta sekitar 1.000 peserta secara daring.
Dalam sambutannya, Yassierli mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan serikat pekerja diperlukan untuk membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Hubungan Industrial Pancasila merupakan sistem hubungan kerja antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sistem tersebut menempatkan pekerja dan pengusaha sebagai mitra strategis.
"Acara seperti ini penting menjadi contoh bagi dunia industri tentang bagaimana sinergi antara pemerintah, industri, dan pekerja dibangun secara kuat," ujar Yassierli.
Ia juga mengapresiasi program peningkatan keterampilan yang dijalankan Sampoerna, mulai dari upskilling, reskilling, hingga pelatihan kewirausahaan. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pelatihan vokasi dan menyiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Yassierli mengatakan Kemnaker juga terus mengembangkan kerangka maturitas hubungan industrial untuk mendorong hubungan kerja yang lebih kolaboratif dan produktif.
"Pada level transformatif, perusahaan dan pekerja memiliki visi yang lebih luas untuk bersama-sama membangun ketahanan industri dan memperkuat Indonesia," jelasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia mengatakan perusahaan padat karya memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja. Ia juga menyoroti pentingnya kesempatan kerja bagi pekerja perempuan.
"Tidak banyak tempat kerja yang masih memberi kesempatan kepada perempuan usia di atas 50 tahun untuk tetap bekerja. Sampoerna memberi ruang itu," katanya.
Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Rianto Probo Hartono mengatakan hubungan industrial yang baik perlu dibangun melalui kepercayaan, dialog, dan kolaborasi.
"Pengalaman kami menunjukkan bahwa membangun usaha bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai dijalankan secara konsisten dalam setiap proses," ujarnya.
Rianto mengatakan perusahaan juga menjalankan sejumlah program pengembangan sumber daya manusia, termasuk Sampoerna Karya Bangsa yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan, pelatihan vokasi, dan peningkatan keterampilan kerja.
"Kami percaya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat praktik hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing," kata Rianto.
Simak juga Video 'Kemnaker: PHK Tembus 43 Ribu hingga Juni, Manufaktur Paling Terdampak':
(fdl/fdl)










































