Geliat Bosowa di Indonesia Timur

Wawancara Erwin Aksa

Geliat Bosowa di Indonesia Timur

- detikFinance
Jumat, 26 Sep 2008 10:03 WIB
Geliat Bosowa di Indonesia Timur
Jakarta - Bisnis Bosowa Group sedang mekar-mekarnya. Grup usaha yang memulai bisnis dari Sulawesi Selatan ini kian aktif melebarkan sayapnya. Bagaimana geliat bisnis Bosowa ketika kini berada di bawah kepemimpinan Erwin Aksa?Β Β Β Β  Β 

Erwin menjabat tiga posisi strategis, mulai dari CEO PT Semen Bosowa Maros, kemudian CEO Bosowa Corporation hingga yang terbaru sebagai ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia alias Hipmi.

Selain mengincar beberapa ruas tol trans Jawa, salah satu fokus bisnis utamanya saat ini adalah mengembangkan pangsa pasar semen di Indonesia Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui berbagai strategi yang sedang dijajakinya, Erwin optimistis dapat membawa perusahaan yang dipimpin olehnya, Semen Bosowa, untuk menjadi pemain utama di kawasan Indonesia Timur.

Berikut hasil wawancara khusus detikFinance dengan Erwin Aksa di Plaza Mandiri, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (25/9/2008).

Sekarang sedang fokus apa?

Masih fokus di pengembangan bisnis semen dan tol. Besok (26 September) kami akan meresmikan Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) di Makassar.

Selain JTSE, bidik proyek tol dimana lagi?

Saat ini sedang pembicaraan untuk masuk ke 2-3 ruas tol trans Jawa. Masih dalam proses, tapi tetap jalan terus.

Salah satunya ruas Pemalang-Batang yang diincar juga oleh Bakrieland?
Belum bisa bicara. Nanti saja ya.

Kapan target pembicaraan selesai?
Kalau bisa ya secepatnya.

Bisnis semen bagaimana?
Sangat bagus. Apalagi di kawasan Indonesia Timur itu pertumbuhan industri semen jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di Jawa, malah mungkin melebihi pertumbuhan nasional.

Pangsa pasarnya?

Kalau di Indonesia Timur, pemain utama masih Semen Tonasa. Dia menguasai pangsa pasar sekitar 50%. Pangsa pasar Semen Bosowa 40%. Sisanya 10% dikuasai Indocement. Kalau untuk seluruh Indonesia, pangsa pasar kami sekitar 5%.

Kabarnya akan melakukan peningkatan kapasitas pabrik?
Ya. Sekitar pertengahan tahun 2009, Semen Bosowa akan meningkatkan kapasitas sebesar 2 juta ton. Kalau sekarang sekitar 1,8 juta ton. Nanti akan menjadi 3,8 juta ton.

Investasinya berapa?
Perkiraan kami sekitar US$ 150 juta. Pembangunannya mungkin memakan waktu sekitar 4 tahun.

Dananya dari mana?
Rencananya awal tahun depan Semen Bosowa akan melakukan IPO. Sebagian dana IPO ditambah kas internal akan mengambil porsi sekitar 50% dari investasi tersebut. Sisanya 50% lagi pendanaan dari perbankan.

Sudah ada bank yang berminat mendanai?

Sejauh ini masih kami jajaki. Kalau bank Mandiri tertarik mendanai lebih bagus. Kami sudah pernah melakukan kerjasama dengan bank Mandiri.

IPO akan melepas berapa persen?

Masih dibicarakan, tapi kemungkinan 30%. Target dana IPO sekitar Rp 1 triliun.

Kabarnya ada beberapa investor asing yang berminat masuk Semen Bosowa?
Ya memang ada 3 perusahaan semen asing yang berminat menjadi mitra strategis kami, yaitu The Siam Cement Co Ltd dari Thailand, YTL Corporation Berhad dari Malaysia dan Lavarge SA dari Perancis.

Mereka akan masuk dengan cara apa?

Kemungkinan mereka akan masuk melalui IPO kami awal tahun depan. Tapi masih dibicarakan, yang jelas IPO tetap jalan. Mereka masuk darimana itu masih belum ditentukan.

Apa tujuan utama dari berbagai stragegi ini?
Tentu saja kami menargetkan untuk menjadi pemain utama bisnis semen di kawasan Indonesia Timur, termasuk Kalimantan. Pertumbuhan semen disana sangat tinggi, terutama didorong oleh pertumbuhan ekonomi masyarakat di sana sebagai dampak booming komoditas perkebunan, pertambangan dan sebagainya.


Kami melihat dalam beberapa waktu ke depan, bisnis semen di Indonesia Timur akan sangat berkembang seiring dengan perkembangan ekonomi disana. Untuk mengantisipasi permintaan semen di masa mendatang, kami berencana meningkatkan kapasitas produksi semen.

(dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads