Mandala Airlines Bangkit di Usia Lawas

Wawancara Warwick Brady

Mandala Airlines Bangkit di Usia Lawas

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2008 09:02 WIB
Mandala Airlines Bangkit di Usia Lawas
Jakarta - Maskapai Mandala Airlines adalah pemain lawas di dunia penerbangan nasional. Setelah lepas dari militer dan dimiliki swasta, Mandala yang usianya hampir 40 tahun ini terus bangkit dan bertekad mendobrak pasar Asia dengan mengandalkan Airbus. Mampukah Mandala?Β 

Mandala Airlines kini dimiliki oleh dua perusahaan asing bernama Cardig dan Indigo yang mengambil alih kepemilikan Mandala dari Yayasan TNI sejak tahun 2006.

Bersamaan dengan itu, masuklah Warwick Brady sebagai CEO. Misinya, membawa Mandala bertengger di pasar domestik, baru setelah itu Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sempat dihujani berbagai masalah, seperti yang terjadi belakangan ini, Warwick memiliki keyakinan bahwa ia dan tim yang dibawahinya mampu mengubah Mandala menjadi maskapai penerbangan yang memiliki standar internasional.

Berikut hasil wawancara khusus detikFinance dengan Warwick di dalam pesawat Airbus Mandala dalam perjalanan rute Balikpapan-Jakarta, Rabu Malam (15/10/2008).

Bagaimana Mandala sekarang?
Masih berjalan dengan baik, meski sempat ada beberapa masalah. Namun manajemen selalu berupaya melakukan perbaikan-perbaikan dan mencoba memberikan yang terbaik kepada penumpang Mandala.

Visi dan misi Mandala ke depan?

Visi dan misi kami adalah menjadi maskapai penerbangan papan atas dan besar, terutama di pasar Asia dalam 10 tahun ke depan.

Bagaimana dengan pasar domestik?
Tentu saja dengan target kami menjadi maskapai besar di Asia, dengan sendirinya di market domestik kami harus menjadi maskapai yang sangat kuat, setidaknya peringkat satu atau dua.

Saat ini Mandala ada di peringkat berapa?
Untuk skala nasional, market share kami sebesar 14% atau peringkat ketiga setelah Garuda yang menguasai market share 34% sebagai peringkat pertama dan Lion Air yang menguasai market share 20% sebagai peringkat ke dua.

Di pasar Asia targetnya duduk di peringkat berapa?

Untuk pasar Asia target kami setidaknya masuk 5 besar.

Bagaimana cara mencapai itu?

Salah satunya dengan terus menambah armada. Saat ini armada kami ada 16 unit. Airbus 10 unit dan 6 unit Boeing. Hingga tahun 2014 kami akan mendatangkan 20 armada Airbus lagi, sehingga total menjadi 30 Airbus.

Bagaimana dengan armada Boeing?

Akan kami tinggalkan seluruhnya. Selain karena usia pesawatnya sudah tua, salah satu misi kami menembus pasar Asia adalah dengan mengusung armada yang modern yaitu dengan Airbus.

Dalam 10 tahun ke depan, tentu kami akan menambah armada Airbus. Namun saat ini belum ditentukan jumlahnya selain target memiliki 30 Airbus di 2014.

Apa yang akan dilakukan dengan armada tersebut?

Tentu sebelum masuk pasar Asia, kami harus menjadi kuat di pasar domestik. Jadi kami akan memperkuat rute-rute domestik sebelum masuk Asia.

Saat ini Mandala menguasai rute mana saja?
Mandala sangat kuat di rute Indonesia barat seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Kami cukup menguasai rute-rute seperti Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, Jakarta-Yogyakarta, dan sebagainya.

Kami menjadi nomor satu di rute Batam-Surabaya, Batam-Padang, Batam-Medan, serta rute Balikpapan juga Kupang.

Ada rencana menguasai rute Indonesia timur?
Tentu saja. Namun untuk masuk secara intensif di rute Indonesia timur kami membutuhkan armada-armada baru di luar yang ada sekarang. Strateginya adalah dengan adanya armada-armada baru, kami akan memperkuat konektivitas rute Indonesia Barat, baru kemudian masuk rute Indonesia timur.

Baru setelah itu bidik pasar Asia?
Ya. Setelah kami kuat di rute-rute domestik, mulai Indonesia barat hingga timur, baru kami akan mencoba menembus pasar Asia.

Apa yang akan diutamakan Mandala untuk mencapai itu?
Tiga kuncinya. Pertama kualitas tinggi. Dalam arti memberikan pelayanan yang bagus seperti ketepatan waktu berangkat dan tiba. Sejauh ini, 85% dari penerbangan Mandala berhasil meraih ketepatan waktu dengan tingkat keterlambatan hingga 15 menit saja. Banyak dari kompetitor-kompetitor kami yang tidak bisa mencapai ini.

Kedua, prosedur dan standar keamanan yang tinggi. Mandala mencoba mengacu pada standar internasional untuk faktor keamanan.

Ketiga, dengan dilaksanakannya dua syarat tadi, dengan sendirinya akan memberikan nilai yang tinggi bagi Mandala. Penggunaan pesawat-pesawat modern akan memberikan efisiensi biaya, sehingga kami dapat memasang harga yang sangat kompetitif.

Dalam era pasar bebas, persaingan akan semakin ketat. Tentu akan cukup banyak maskapai yang tidak dapat bertahan sehingga akan mendorong terjadinya konsolidasi antar maskapai-maskapai, serta terjadinya ekspansi bisnis.

Dengan tiga strategi kunci yang saya sebutkan, Mandala yakin dapat bertahan dan menjadi maskapai yang kuat di pasar Asia nantinya. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads