Namun bagaimana soal keamanan dalam transaksi online ini? Seberapa besar prospek pasar online trading di Indonesia? Untuk mengetahui itu detikFinance mewawancarai Managing Director PT Erdhika Elit Sekuritas, Tjiong Toni, Senin (15/12/2008).
Erdhika sendiri merupakan salah yang sedang mengembangkan transaksi online. Sebelumnya telah ada transaksi online dari perusahaan sekuritas seperti eTrading, Phillip Securities Indonesia dengan POEMS-nya.
Bisa diceritakan latar belakang masuk ke online trading?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini juga merupakan suatu pergeseran budaya dari investor yang biasa melakukan trading konvensial mengarah ke internet trading. Kenapa kita pilih segmen pasar retail karena memang kita juga lihat potensi pasar yang cukup besar, juga dalam perkembangannya untuk mengedukasi masyarakat dengan modal yang cukup terjangkau mereka bisa melakukan transaksi dan belajar untuk berinvestasi sehingga capital market kita kalau bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jadi, kekhawatiran capital outflow dari capital market akan berkurang dibandingkan sebelumnya. Karena foreign investor
sekarang ini jauh lebih dominan, ke depan kita harapkan bisa berimbang porsinya.
Kita sudah fokus menjadi broker sejka tahun 1989, dan baru tahun depan akan mencoba menjadi underwriter dan manajer investasi. Tapi untuk manajer investasi kita menunggu izin dari Bapepam, sedangkan izin untuk underwriter diharapkan tahun ini sudah bisa keluar.
Kapan online trading ini akan efektif?
Untuk online trading sudah bisa dilakukan sekarang ini juga setelah soft launching ini. Kita akan memulai dengan melakukan program kompetisi saham
dengan hadiah yang cukup menarik. Hanya dengan modal Rp 5 juta pemenangnya bisa sampai memperoleh grand prize Kijang Innova.
Kenapa memilih nama AOnline?
Pemilihan nama online berdasarkan dari kajian selama ini kode broker kan identik dengan nama perusahaan sekuritas, dan memang pada umumnya di Indonesia itu sebagai investor atau player itu selalu menyebutkan kode broker. Nah, kode broker kita cukup unik yaitu AO, memang kita termasuk sekuritas awal di berdirinya bursa. Jika ditambah kata "line" itu mengindikasikan internet. Maka untuk penamaan kita simpulkan AOnline.
Total investasi untuk Aonline?
Total investasi untuk awal itu kita Rp 2 miliar untuk infrastruktur, dan perkembangannya nanti kita akan menambah terus tergantung dari kebutuhan jika memungkinkan. Juga tergantung dari kebutuhan investor dan perkembangan online trading sendiri. Dengan online trading ini kita juga mengejar market share transaksi yang tadinya cuma 1 persen di tahun 2009 diharapkan bisa menguasai pasar 2,5 - 3 persen per hari ataupun per tahun sama saja kan.
Siapa saja target pasarnya?
Target investor adalah untuk retail investor, kebanyakan untuk angkatan kerja yang tentunya punya tabungan yang ingin melakukan investasi dan juga untuk mahasiswa tentunya. Tidak lepas kemungkinan juga untuk para investor yang memang sangat sibuk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pembelian lewat telepon. Mereka ini pangsa pasar yang cukup bagus, nanti mereka bisa belajar di situ maupun bertransaksi, dan kita back up mereka dengan web riset maupun informasi sebaik mungkin yang kita update terus.
Porsi antara investor asing dan lokalnya bagaimana?
Porsi investor asing untuk yang konvensional kita sekarang ini masih kecil, jadi dari total investor kita yang berjumlah 1000 paling investor asing kita hanya 10 orang. Ke depan kita akan menambah porsi investor asing ini dengan online, kita juga sedang mengembangkan untuk agreement dan produknya sendiri dalam bahasa inggris.
Target investor online porsinya lebih besar yang mana?
Tetap yang lokal. Pertumbuhan investor lokal ke depan seharusnya jauh lebih baik karena memang saat ini masih sedikit sekali, sekarang ini mungkin di Indonesia masih ratusan ribu untuk ke depan bisa jadi jutaan untuk tahun 2009.
Bisa dijelaskan perbedaan antara online trading dan transaksi saham melalui broker?
Perbedaan yang utama mungkin kita bisa lihat dari segi tampilan. Kita coba sebisa mungkin beri tampilan yang user friendly, dan dalam desktop
apllication itu ada fitur web-nya. Jadi kita punya AO Data itu berisi market outlook, rekomendasi saham juga berita atau informasi terbaru, juga ada produk original kita berupa riset. Kemudian ada AO Reporting yang di dalamnya setiap investor bisa mengakses historycal transaction dari tiap individu investor.
Apa untungnya transaksi dengan online trading?
Selain deposit awal yang lebih murah, fee lebih baik juga nasabah lebih update terhadap segala bentuk informasi maupun riset secara langsung, tidak harus tergantung dari sales. Masalah yang biasa dihadapi konvensional trading kan biasanya komunikasi antara sales dan investor, kan terbatas hanya cuma telepon dan biasanya satu sales hanya bisa menjangkau 10 investor. Sedangkan dengan online, investor bisa mendapatkan segala sesuatunya dengan lebih cepat.
Masih banyak orang yang ragu dengan keamanan online trading, apakah ada antisipasi khusus?
Strategi khusus yang akan kita lakukan selain edukasi by internet dan portal berita by internet , kita akan melakukan edukasi ke kampus-kampus lewat gathering. Supaya mereka lebih convincing dengan produk online kita. Dari segi infrastruktur, kita akan jaga terus keakuratan informasi untuk keamanan trading. Karena itu kita akan terus tingkatkan infrastrukturnya secara bertahap untuk kebutuhannya. Total ke depan untuk belanja infrastrukturnya per tahun bisa mencapai Rp 2 miliar.
Sekarang ini sudah banyak sekuritas yang terjun ke online trading, apa memang ini keperluan sudah sangat mendesak?
Sebenarnya online trading ini sebagai pelengkap, untuk investor yang tidak terwakili baik dari kantor cabang maupun dari SDM sales sendiri yang terbatas dari setiap sekuritas. Dan yang paling utama adalah menjangkau retail investor karena keterbatasan SDM dan juga cabang. Dengan adanya internet based ini kita yakin bisa membuka pasar baru khusus internet trading. Sejauh yang saya tahu perkembangannya akan cukup tinggi, kita lihat potensinya kesana.
Kalau pasar lagi ramai, biasanya investor kesulitan mengakses online trading. Apakah ada strategi untuk mengantisipasinya?
Kita lakukan dengan memperbesar bandwith sesuai kebutuhan, server juga ditambah sesuai kebutuhan. Mungkin jika investornya 500 orang maka kita siapkan bandwith untuk 1000 orang, dua kali lipat ya itu yang bisa kita antisipasi. Kita juga punya dua jaringan untuk mengantisipasi jika salah satu bermasalah atau putus.
Itu bisa memuat hingga berapa banyak?
Itu masing-masing untuk awalnya kita bisa memuat hingga 10 megabytes (MB), investornya bisa sampai 10.000 orang, masing-masing jaringan 5000 orang. Itu cukup kok karena datanya kan kecil. Servernya satu disini, satu lagi di kantor cabang Kuningan.
Prospek online trading di 2009 seperti apa?
Cukup bagus, mungkin akan berkembang cukup baik dengan kondisi tarif internet yang semakin murah, jaringan internet yang semakin baik dan juga berita-berita pasar modal yang belakangan cukup mewarnai di setiap media baik cetak maupun online. Jadi saya yakin investor sekarang akan jauh lebih memahami kondisi pasar modal, untuk memfasilitasi itu tentu saja tidak cukup hanya lewat konvensional trading. Perlu ada online trading untuk menjaring lebih banyak investor.
Kondisi pasar saham sendiri untuk tahun 2009?
Untuk tahun depan mungkin yang masih akan menjadi bintang adalah saham-saham BUMN dan juga saham-saham murah. Dalam artian yang valuasinya sangat murah tetapi harganya sampai taksir harga yang paling murah di bawah Rp 100 dan di atas Rp 50.
Rencana untuk menjadi underwriter bagaimana?
Untuk tahun depan kita mau menjangkau untuk meng-underwrite saham-saham small medium enterprise. Kita jangkau yang di bawah Rp 100 miliar saja, kita tidak ambil yang triliunan karena itu memang kelasnya berbeda karena cukup besar. Kita memang akan mengambil segmen market small medium enterprise saja dan itu cukup besar di Indonesia, mereka cukup bagus dan cukup solid tapi belum punya akses untuk ke pasar modal. Baik edukasi maupun approaching dari sekuritas sendiri.
Ada total biaya yang dikeluarkan?
Untuk underwriter kita tambah modal saja sesuai dengan peraturan Bapepam, dari segi SDM juga kita sudah siap sejak tahun ini
Berapa besarnya?
Penambahan modal terakhir Bapepam kan mewajibkan Rp 50 miliar untuk underwriter, modal kita sekarang sudah Rp 62,5 miliar dengan MKBD rata-rata Rp 45 miliar
Targetkan untuk apa saja?
Untuk IPO, restructuring konsultan, debt dan surat utang atau bonds.
Target underwriter sepanjang 2009?
Sekarang ini ada sekitar 5 hingga 10 perusahaan baik emiten maupun calon emiten yang sedang dijajaki. Baik untuk IPO maupun bonds.
Sudah ada yang beri komitmen?
Belum semua masih penjajakan tapi sudah dalam daftar kita.
Kapan mulai beroperasi?
Kita harapkan di kuartal kedua tahun 2009, karena awal tahun market masih cukup fluktuatif jadi mungkin kita akan menunggu kepercayaan dari investor juga.
Direksinya bagaimana?
Kita menambah direktur baru khusus untuk underwriter. Kita sedang menunggu izin efektif dari Bapepam. Sudah kita ajukan dari bulan Oktober masih
ngantri di Bapepam. Tapi kita sudah interview dan fit and proper jadi diharapkan izinnya tahun ini keluar.
(ir/ir)