Berpotensi, Tapi Kurang Support

Wawancara Menpera:

Berpotensi, Tapi Kurang Support

- detikFinance
Rabu, 31 Des 2008 17:20 WIB
Berpotensi, Tapi Kurang Support
Jakarta - Sektor perumahan di negara-negara maju sudah mampu memiliki peranan yang besar dalam menggerakan perekonomian. Misalnya saja di Amerika Serikat, kontribusi sektor perumahan terhadap PDB mencapai 47 persen. Sedangkan di Malaysia mencapai 27 persen.

Berapa di Indonesia? Ternyata baru 2 persen. Mengapa hal ini terjadi? Berikut petikan wawancara dengan Menteri Perumahan Menteri Perumahan Rakyat, Yusuf Asy'ari kepada detikFinance usai paparan Kinerja akhir tahun 2008 Kementerian Perumahan rakyat, di Gedung Menpera, Jalan Raden patah, Jakarta, Rabu (31/12/2008).

Mengapa kontribusi sektor perumahan di Indonesia terhadap perekonomian masih sangat kecil jika dibandingkan negara lain?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena memang dorongan atmosfir yang kita ciptakan belum bisa mendorong para pengembang ini untuk terjun ke sektor ini, antara lain masalah fasilitas.

Fasilitas seperti apa?


Mereka menuntut agar ada penambahan fasilitas. Misalnya mengani PPn masukan supaya bebas, sekarang kan yang bebas PPn keluaran. Jadi kalau bisa dibebaskan, itu nanti investor akan bisa lebih bergairah.

Selain itu  faktor apa lagi?


Kredit kontruksi kan masih terbatas. Kalau kredit kontruksi bisa diturunkan bunganya. Kalau BI Rate bisa turun dan bunga komersial bisa turun itu tentu orang akan berlomba-lomba untuk berinvestasi di sektor perumahan tapi karena itu terbatas, ya semuanya jadi serba terbatas.

Menurut anda untuk BI Rate ini idealnya berapa?

Kalau bisa turun 25 basis poin lagi menjadi 9 persen akan cukup banyak membantu sektor perumahan, karena bunga kredit juga akan lebih turun.

Apa kementerian perumahan rakyat tidak meminta kepada BI untuk menurunkan Bi rate? (dalam konpers)

Pemerintah pada dasarnya tidak bisa intervensi kebijakan BI, akan tetapi berusaha iya, saya telah bertemu direksi BI plg tidak dua kali. Untuk meminta perhatian agar bunga itu ratenya bs diturunkan. Tapi karena kami tidak bisa mendesakan bi, maka kami buat aturan fixed rate  buat pada penerima subsidi. Jadi bagi para penerima subsidi kenaikan bunga jadi beban subsidi bukan beban pribadi mereka. Dengan demikian meskipun suku bunga itu sekrang relatif ada yang naik tapi tidak berpengaruh pada para penerima subsidi.

Sejauh ini bagaimana perkembangan sektor perumahan?


Sektor perumahan berkembang bagus kalau dilihat prestasi itukan lumayan untuk rumah baru tercapai target. Hanya Rusunawa saja yang belum  memungkinkan. Kalau APBN memungkin, rusunawa bisa kita geber.

Idealnya berapa sih anggaran untuk subsidi perumahan?

Saya minta supaya alokasi anggaran subsidi perumahan paling tidak ada 1 persen dari APBN 2009 berarti Rp 10  triliun. kalau sekarang kan baru Rp 2,5 triliun, berarti itu baru 0,25 persen dari APBN.

Kalau anggaran itu dipenuhi, apa yang bisa kementerian anda lakukan?


Kalau itu ada, selain merealisasikan target pembangunan perumahan rakyat yang sudah ada. kita juga bisa membuat program-program lain, misalnya mereka yang  tidak punya tabungan tapi  punya penghasilan itukan mereka tidak ngapa-ngapain  tidak bisa beli rumah. Kalau punya alokasi APBN  untuk sewa beli mereka bisa ditampung. Pasarnya akan terbuka.


(epi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads