Dua hal yang selalu menjadi pegangan wanita kelahiran Surakarta 5 Januari 1928 adalah selalu percaya diri dan konsisten. Dua modal inilah yang selalu ditularkan kepada generasi di bawahnya yang baru akan memulai usaha.
Dengan dua modal itu, Ibu dari 5 orang anak ini bisa menapaki dunia bisnis dan politik. Asal tahu saja, Mooryati saat ini adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009 dari daerah pemilihan Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai seorang pengusaha perempuan sukses apa ada kiat khusus yang bisa ditularkan ke generasi baru?
Inspiring Woman, seperti saya bergerak di bidang yang juga untuk perempuan dan selalu berusaha untuk menyerap tenaga kerja ribuan khususnya wanita.
Untuk jadi seperti itu, kita harus self confidence, kebanyakan perempuan yang masuk ke bisnis kurang percaya diri. Serta kemampuan skill digali lebih lanjut, yaitu terus menekuni pekerjaan kita. Kita lakukan apa yang kita bisa, sesuai kemampuan secara konsisten.
Sampai kapan Anda akan terus melanjutkan usaha ini?
Orang belajar itu tidak pernah ada batasnya, masih ada yang perlu dipelajari. Semakin dia pintar, semakin dia mengerti akan segala bidang. Apalagi sekarang lingkungan terus berubah. Bisnis juga terus berubah, kita terus harus bisa memberikan inovasi-inovasi yang baru.
Otak kita harus mengikuti perubahan itu, agar kita tidak pikun. Walaupun saya sudah menyerahkan usaha saya kepada anak saya bukan berarti saya hanya duduk saja diam dan tidur, namun terus berusaha menggali lagi.
Ada pesan untuk pengusaha muda wanita saat ini?
Terus mencari dan menggali kekuatan yang ada di dirinya, terus dibangun empower-nya, setiap orang mempunyai kelebihan dan jangan pernah takut akan hal yang belum pernah kita coba. Terjun di dunia bisnis jangan pernah takut.
Anda rajin mengikuti acara WIEF ini, bagamana prospek bisnis kosmetik Indonesia di Timur Tengah?
Kita sudah jual lewat agen di toko-toko di Arab, dan yang baru Spa ini. Kalau agen kan sudah berpuluh-tahun ada disana.
Seberapa besar potensi bisnis spa ini?
Ini kan berupa perawatan kecantikan khusus dan franchise ini kan kerjasama, dibeberapa negara sudah ada, dan merupakan perluasan jaringan dari Mustika Ratu, produknya lain, kita itu jual konsep, karena ini franchise kita mendidik terapis dan dikirim untuk menyukseskan Spa di berbagai negara yang satu franchise Taman Sari Royal Herritage SPA. Itu nanti bayar fee ke Mustika Ratu dan ini merupakan sesuatu yang berbeda.
Pijatnya berbeda, rempah-rempah yang berbeda, jamunya berbeda, dengan jamu India. Kosmetik memang banyak namun bahan bakunya lain, orang akan menghargai dan berminat. Seperti Kanada, Jepang, Bulgaria, pinggir Laut Hitam, Malaysia dan lain-lainnya.
Apakah banyak investor yang membeli franchise Spa ini?
Ini salah satunya, WIEF ini ada follow up nya, besok saja sudah mau sign MoU (franchise), kelompok kita dengan wanita dari negara-negara lain yang datang.
Bagaimana Anda melihat dampak dari krisis finansial saat ini terhadap industri kosmetik, khususnya Mustika Ratu?
Begini ya, jadi saya anggap melalui WIEF ini merupakan event yang dapat memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk saling mengenal. Terutama untuk bertukar pikiran mengenai apa yang harus dilakukan dilakukan dengan keadaan seperti sekarang ini, yaitu dimana dunia sedang mengalami resesi dan semua mendapat dampaknya.
Ada negara yang sudah melakukan PHK, TKI-TKI pada pulang, seperti di Hong Kong, Malaysia, Taiwan dan waktunya akan berlangsung lama. Maka satu event yang sekarang ini sangat bermanfaat, kita sudah melakukan suatu organisasi yang terpadu didirikan untuk saling berhubungan.
Seperti IWAPI membuat kerjasama dalam bentuk pendidikan, bertukar pengetahuan dan juga promosi dibidang produk masing-masing. Produk seperti handicraft, kerajinan tangan, garmen, jahitan, bordir, jamu, perawatan kecantikan dan spa.
Untuk Spa Mustika Ratu sendiri kemarin ada investor yang dari Arab, Jepang, akan datang untuk membicarakan masalah frenchise SPA ini. (ir/ir)











































