Pengusaha dan Harapan ke Pemerintah Baru

Wawancara Gunadi Sindhuwinata

Pengusaha dan Harapan ke Pemerintah Baru

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2009 07:23 WIB
Pengusaha dan Harapan ke Pemerintah Baru
Jakarta - Pergantian pemerintahan sudah berkali-kali terjadi. Karenanya, sebuah kebijakan yang sifatnya jangka panjang harus disiapkan agar tidak membuat bingung para pengusaha karena ganti pemerintah berarti ganti kebijakan.

Apa saja yang harus dilakukan dengan adanya pergantian pemerintahan kali ini? Berikut penuturan Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sinduwinata yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi, dalam wawancaranya dengan detikFinance, Selasa (5/5/2009) lalu.

Berikut petikan wawancara dengan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintahanย  sebentar lagi akan berganti, dari sisi pengusaha apa pandangan anda melihat proses suksesi kepemimpinan nasional?

Bagi pengusaha yang penting, semuanya aman, berjalan lancar sesuai dengan pilihan masyarakat.

Bayangan pemerintahan yang baru nanti dari kacamata pengusaha, seperti apa sih?


Begini, kita mengalami berbagai pergantian pemerintahan berkali-kali. Ganti pemerintah ganti buku sekolah, ganti yang lain. Jadi harus meletakan kebijakan jangka panjang, memang penyesuaian selalu terjadi pasti itu, karena dunia itu berubah terus. Tetapi kita harus mempunyai arah yang jelas.

Saat ini kita menghadapi krisis, dampak itu tidak bisa kita tahan kita juga kena dampaknya. Untuk itu kita harus mempertahankan apa yang sudah ada, karena yang sudah ada ini sudah memberikan jaminan kalau kita bisa tumbuh. Kita memberikan jaminan bahwa infrastruktur yang ada untuk industri itu bisa digerakan dan bisa dipakai, Jadi arah itu harus dipertahankan.

Seandainya pemerintahan yang lama saat ini (SBY) terpilih lagi, lalu kebijakan apa yang harus dipoles untuk diperbaiki?

Yang paling penting, kalau bagi industri bukan hanya existing saja yang penting tapi bagaimana menumbuhkan industri-industri lainnya. Menumbuhkan industri lainnya ini sama dengan investasi, yang ujung-ujungnya peningkatan masyarakat kita. Apa persyaratan supaya investasi terjadi, yaitu iklimnya harus bagus.

Kita selama ini selalu bicara yang sama, tetapi tidak pernah terealisasi yaitu perbaikan administrasi pemerintahan, bagaimana interpretasi terhadap hukum dan kebijakan harus jelas. Bagaimana juga perbankan memihak.

Maksudnya memihak itu, selama ini perbankan memberikan kredit untuk investasi dengan kriteria bahwa industri ituย  masuk kedalam sunrise, tapi kalau sunset dia tidak akan berikan padahal ini salah.

Selama pengusaha ini melihat bahwa itu ada peluang, perbankan harus melihat apakah betul ada peluang. Misalnya pengusaha dijanjikan untuk dibeli barangnya kemudian diikat dengan kontrak, seharusnya berdasarkan itu saja penilaiannya.

Baru-baru ini ada rencana stimulus lanjutan (tahap kedua) apa masukan pengusaha bagi pemerintah?

Pengertian tahap kedua ini kan konteksnya masih dalam konteks fiskal, jadi saya pikir ada dua hal. Pertama, pajak pribadi yang dibawah 5 juta juga kan bagus, yang berlaku satu tahun. Paling tidak mengangkat daya beli karea bisa menyisihkan 5% dari pendapatannya yang sebetulnya dibayar pajak tetapi dipakai untuk belanja.

Kedua, adalah menyangkut keseluruhan fiskal tadi, 73 triliun memang tidak banyak bagaimanapun itu sangat penting bagi pengusaha yang biasanya membutuhkan modal kerja, yang dibutuhkan bisa berkurang karena tidak perlu menyetorkan untuk pajak, akan berpengaruh paling tidak berlaku satu tahun.

Anda salah satu yang menggeluti sektor otomotif, dan di AS sendiri, otomotif sudah banyak memakan korban yang berjatuhan, bagaimana di Indonesia?

Ya memang untuk otomotif, kalau dilihat dari sisi ekspor mobil mengalami penurunan
tajam, secara umum karena pasarnya di luar negeri pun rusak. Rata-rata mengalami
penurunan 30% sampai 40%. Jadi memang mau tidak mau kita harus berkonsentrasi pada pasar di dalam negeri.

Bagaimana pun kita punya pengalaman krisis yang lalu, yang mana pada waktu itu pasar
kita hanya tersisa 15% saja, waktu tahun 1999 pertumbuhan ekonomi kita minus 15%.
Kalau sekarang ini masih ada tumbuh diatas 4%.

Terkait dengan stimulus untuk sektor otomotif stimulus kedepan untuk penyelamatan sektor ini bagaimana?

Stimulus ini saya mengharapkan agar stimulus fiskal itu harus dibarengi dengan stimulus moneter, BI rate sudah turun, dan perlu dilonggarkan lagi. Saya pikir itu sangat akan menolong.
(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads