Mulai 1 Juli 2009, Erry akan efektif menjabat sebagai Komisaris Utama di lembaga yang menjadi batu loncatannya masuk dunia pasar modal, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ini berarti Erry 'pulang kandang' karena sebelumnya pria kelahiran Bandung, 18 September 1955 itu juga pernah menjabat sebagai Dirut KSEI.
Tak hanya itu, Erry juga dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada RUPS Tahunan Bursa Efek Jakarta (BEJ) 22 April 2002, Erry terpilih menjabat sebagai Direktur Utama, meninggalkan posisinya sebagai Direktur Utama KSEI yang baru saja diperpanjang pada RUPS Tahunan KSEI 10 Mei 2001.
Meski banyak mengundang kontroversial, namun kiprah Erry di BEJ (kini BEI) dinilai cukup sukses membawa pasar modal Indonesia di mata internasional. Ketika terpilih 22 April 2002, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 535. Kini IHSG sudah melambung hingga ke level 2.000, malah pernah menembus level 2.830 pada 9 Januari 2008.
Namun kiprahnya di pasar modal juga pernah mendapat ujian ketika krisis finansial global mendera, yang menyebabkan IHSG anjlok tajam. Bursa Efek Indonesia pun memutuskan menghentikan perdagangan untuk menghindari kejatuhan lebih lanjut. BEI juga sempat didera gangguan sistem transaksi akibat gangguan pada sistem.
Kendati demikian, kepemimpinan Erry juga membawa berbagai perubahan mendasar pada sistem pasar modal Indonesia, mulai dari remote trading, merger BEJ dan Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi BEI, hingga upgrade sistem dari Jakarta Automatic Trading System (JATS) menjadi Jakarta Autamatic Trading System Next Generation (JATS NextG).
Berikut wawancara singkat detikFinance dengan Erry dalam acara malam perpisahan jajaran direksi BEI di Sierra Cafe, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (27/6/2009) malam.
Bisa ceritakan pak awal mula bapak masuk dunia pasar modal?
Kalau di BEI dan BEJ total saya menjabat selama kurang lebih 7 tahun. Pada tahun 2002 saya di BEJ hingga 2007, kemudian di BEI setelah merger BEJ dan BES.
Tapi kalau di Self Regulatory Organization (SRO) totalnya 11 tahun, karena
sebelum di BEJ saya menjabat sebagai Direktur Utama KSEI selama 4 tahun.
Sebelumnya bapak di Lippo Development?
Ya, kurang lebih dari tahun 1990 sampai 1996.
Jadi kalau dihitung-hitung bapak sudah hampir 20 tahun di dunia pasar modal?
Kurang lebih begitu.
Bisa ceritakan suka duka yang bapak alami selama menjabat di dunia pasar modal?
Terkadang memang ada beberapa masalah yang cukup berat, tapi sebenarnya kalau semuanya dijalani dengan legowo dan dinikmati tidak akan jadi terlalu rumit dan pasti ada jalan keluarnya.
Seperti masalah dengan saham-saham grup Bakrie?
Ya semuanya seperti yang saya bilang tadi, intinya saya kira itu, semua masalah harus dihadapi dengan legowo, pasti ada jalan keluarnya.
Kalau dengan wartawan bagaimana pak?
Kadang-kadang teman-teman wartawan suka mengejar terus satu kasus yang terkadang bikin stress. Di satu sisi kita tidak bisa menjawab semua pertanyaan wartawan, tapi tentunya bukan bermaksud menghindar dari wartawan. Memang ada beberapa hal yang tidak bisa diumumkan, tapi kita tetap berusaha menjawab pertanyaan wartawan.
Apa saja perubahan-perubahan yang bapak lakukan pada dunia pasar modal kita?
Kita bersama-sama dengan tim di bursa meluncurkan fasilitas remote trading. Kemudian merger antara BEJ dan BES. Kemudian yang terakhir upgrade sistem ke JATS NextG.
Soal wacana demutualisasi bagaimana pak?
Itu sebenarnya wacana yang sudah lama berkembang. Namun hingga saat ini belum dapat direalisasikan. Kendala utamanya adalah di perundang-undangan. Dalam undang-undang hanya diatur kalau pemegang saham bursa terdiri atas sekuritas atau anggota bursa.
Untuk merealisasikan demutualisasi, tentu harus melakukan perubahan undang-undang yang berarti akan melalui proses panjang di DPR dan sebagainya. Tahun 2004 wacana ini sudah masuk ke DPR. Namun karena beberapa alasan, balik lagi ke kita.
Ke depannya tentu hal ini masih bisa dibahas lagi oleh direksi baru BEI yang terpilih.
Setelah ini mau fokus kemana?
Tentu saja di KSEI karena mulai 1 Juli saya efektif sebagai Komisaris Utama KSEI.
Ada rencana atau persiapan khusus pak di KSEI?
Persiapan khusus tidak ada, nanti kan kita akan menjalankan program-program yang ditentukan bersama dengan tim di KSEI. Ya kita usahakan semuanya berjalan dengan
baik dan lancar.
(dro/qom)











































