Jasa Marga Niat Bentuk Holding Tol Trans Jawa

Wawancara Adityawarman

Jasa Marga Niat Bentuk Holding Tol Trans Jawa

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 24 Apr 2010 12:25 WIB
Jasa Marga Niat Bentuk Holding Tol Trans Jawa
Cirebon -

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mempunyai angan-angan besar untuk membentuk Trans Java Corporation, yaitu perusahaan gabungan dari seluruh pelaku industri jalan tol. Holding Company ini dimaksudkan untuk lebih mempercepat terhubungnya jalur tol trans Jawa terhubung secara utuh.

Trans Java Corporation ini memang merupakan ide dasar, untuk menyatukan 882 km jalan tol yang ada saat ini. Pembagiannya sangatlah simpel, yaitu kepemilikan didasarkan atas jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan yang bergabung.

Untuk lebih detail mengenai ide ini, berikut petikan wawancara detikFinance bersama Direktur Operasi JSMR, Adityawarman saat ditemui di Hotel Santika, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (23/4/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana pembentukan Holding ini bisa berjalan?

Kami berfikir untuk Trans Jawa ini agar lebih cepat nyatu, kita blend saja. Digabungkan dalam satu holding, dengan nama Trans Java Corporation. Karena kebutuhan Trans Jawa ini sudah sangat mendesak.

Apa yang bisa ditawarkan, atau sisi positif apa yang akan didapat dengan Holding ini?

Tentu dengan holding, biaya overhead bisa diambil dari biaya opersional. Selama ini kan kita kesulitan untuk menyatukan karena berdiri sendiri-sendiri. Dari 882 km yang terhubung di Jawa, 300 km kan sudah digarap Jasa Marga. 500 km lagi merupakan gabungan dari 6 pemain. Kita satukan saja. Kami ga masalah mau 8 atau 9 perusahaan. CMNP itu, untuk operasi Waru-Juanda harus spend dana Rp 100 miliar per tahun untuk menutupi.

Bagaimana dengan kepemilikannya sendiri. Nantinya akan mengambil porsi masing-masing?

Akan seperti itu. Dari yang sudah kita jalankan plus pendapatannya tinggal dihitung persentase sahamnya. Ekuivalennya juga berapa. Bakrie (Bakrie Toll Road) juga, punya 35 km itu bisa dihitung, juga pendapatannya. Kalau rame-rame trans Jawa akan selesai. Selama ini kan kita masih dibantu oleh Pak Gani (Badan Pengatur Jalan Tol), misal untuk Kertosono-Mojokerto. Ada banyak pemain kok. Kalau dihitung masing-masing kan otomatis equity-nya segitu.

Bagaimana dengan pendanaan dengan perbankan, apa akan lebih membantu?

Betul. Masing-masing kan selama ini punya lead ke bank. Nanti (bergabung) bank lebih percaya, dibanding si A sendiri, si B sendiri. Nanti akan dilakukan penghitungan ulang, baik yang sudah beroperasi atau on progress. Mulai dari nol lagi.

Kapan kira-kira ide ini bisa direalisasikan?

Ini kan baru tahap awal saja. Kita serahkan ke BPJT. Kita tawarkan ke pemerintah. Tapi kalau pemerintah mempunyai ide lain, silahkan saja. Coba bandingkan, dalam kota kita berapa, Rp 6500. JORR W1, Rp 7000. Belum nanti W2 juga minta tarif. Dalam kota saja 62 km, mau berapa kali bayar? Kita ingin mereduksi tarif ini saja, barier-barier atau pagar-pagar itu hilang.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads