Sri Mulyani Bicara dari Bank Dunia Hingga Rencana 2014

Sri Mulyani Bicara dari Bank Dunia Hingga Rencana 2014

- detikFinance
Rabu, 19 Mei 2010 19:57 WIB
Sri Mulyani Bicara dari Bank Dunia Hingga Rencana 2014
Jakarta - Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan dengan para netter via detikForum. Berbagai pertanyaan dijawab oleh Sri Mulyani, mulai dari alasannya pindah ke Bank Dunia, hingga gosip nasi goreng untuk Presiden SBY.

Disela-sela kesibukannya mengadakan farewell party menjelang kepindahannya ke Washington DC, AS, Sri Mulyani menyempatkan diri untuk menyapa para detikers di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/5/2010). Live Chat berlangsung selama sekitar 1 jam.

Sri Mulyani yang mengenakan blazer merah tampak senang melayani pertanyaan dari detikers. Sesekali chatting juga diselingi dengan tawa Sri Mulyani yang ingin memberi smiley untuk memberikan 'warna' pada jawabannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rangkuman pertanyaan dari para detikers (DF) dan jawaban dari Sri Mulyani (SMI):

DF: Kenapa Ibu lebih memilih untuk meninggalkan posisi Menkeu dan memilih Managing Director di Bank Dunia? Apakah Ibu lebih memilih bekerja di luar negeri dari pada berbakti kepada Negara untuk membangun Indonesia yang lebih baik?

Selanjutnya, apa tanggapan Ibu dengan pendapat "Ibu Sri sengaja lari dari permasalahan yang sekarang sering dikait-kaitkan dengan Ibu Sri"?


SMI: Saya tidak lari dari permasalahan. Saya menerima pekerjaan sebagai managing director bank dunia adalah untuk mengabdi untuk kepentingan indonesia juga.

DF: Bagaimana cara ibu menghadapi tekanan yang begitu banyak. Bagaimana caranya ibu bisa tetap tersenyum? Mohon dibagi rahasianya bu Ani...

SMI: Saya tersenyum karena selalu teringat ada detikers seperti kamu.

DF: Menurut Ibu Sri Mulyani, kira-kira siapa yang pantas untuk menjadi pengganti ibu di posisi menteri Keuangan RI?

SMI: Mereka yang meneruskan reform dan cinta pada rakyat indonesia melebihi kecintaannya pada diri sendiri.

DF: Saya sangat menghargai reformasi birokrasi yang Ibu lakukan di Kemenkeu. Hasilnya kelihatan, walaupun masih ada cacat di sana sini (kasus Gayus). Mohon pendapat Ibu secara jujur, apakah Ibu yakin bahwa sepeninggal Ibu, para pegawai di Kemenkeu akan terus mempertahankan apa yg sudah Ibu bangun selama ini? Hal ini berkaitan dengan masalah integritas para pegawai Bu. Kami khawatir apabila Ibu sudah meninggalkan Kemenkeu, maka 'para tikus' akan berpesta pora kembali.

SMI: Para pegawai di Kemenkeu akan berjanji untuk meneruskan reformasi di Kemenkeu. Apabila mereka tidak, Anda-Andalah yang mengontrolnya. Jaga agar para politikus juga tidak mengganggu reformasi.

DF: Saya mau tanya, benar ga utang kita semakin membesar? Menurut ibu bisakah kita lakukan untuk membayar utang tersebut TANPA menggadaikan/menjual aset negara? dan tanpa mengekspor SDA yang semakin hari semakin habis? dengan kata lain apakah ibu punya jalan keluar lainnya?

Kalau bisa dilakukan, kira-kira dapat mendegredasikan hutang kita hingga beberapa persen per tahunnya?


SMI: Utang bertambah apabila anggaran pemerintah untuk belanja selalu lebih besar dari penerimaan negara terutama dari pajak. indonesia dapat membayar utang selama perekonomiaan dikelola dengan baik dan pemerintahan makin kompeten dan bersih sehingga penerimaan negara akan semakin besar. Utang yang dipakai untuk kegiatan produktif seperti membangun infrastruktur dan pendidikan juga pasti akan bisa dibayar, karena hasil dari hutang itu pasti lebih besar dari biayanya.

DF:

Yang menjadi pertanyaan saya adalah :
1. Sebagai Managing Director World Bank nantinya, kira-kira apa yang ibu canangkan untuk kemajuan negara ini?

2. Disalahkan secara poliltik oleh pihak tertentu (untuk kepentingan golongannya) atas suatu kebijakan yang bertujaun menyelamatkan negara(dan sudah terbukti), pastilah sangat menyakitkan. Kira-kira apa pesan ibu terhadap mereka (golongan itu)?

3. Saya saat ini, melihat bahwa kebanyakan masyarakat indonesia (terlebih anggota DPR), memiliki sifat SMOS (susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah), hal ini terlihat dari sikap mereka yang tidak rela ibu mundur karena mendapat pekerjaan yang lebih "tinggi", padahal awalnya mereka meminta ibu mundur. Sangat terlihat sekali bahwa pada intinya mereka tidak senang dengan keberhasilan dan prestasi ibu (setidaknya dalam sudut pandang saya). Menurut ibu, budaya yang seperti ini, apakah memank ciri khas indonesia? apa yang harus kita lakukan agar budaya memalukan seperti ini dapat hilang dari tanah bumi pertiwi kita ini?

4. Dan terakhir, menurut anda bagaimana perekonomian kita 3 atau 5 tahun kedepan?


SMI:

1. Indonesia sebagai salah satu negara anggota Bank Dunia, dapat memanfaatkan bank Dunia dari segi Knowledge atau pengetahuan maupun dalam melihat pengalaman-pengalaman dalam berbagai negara di dunia untuk mengelola pembangunan.

2. Menjadi politikus yang etis, tentu bermanfaat bagi masyarakat, dan masyarakat pasti bisa menilai sikap dan tindakan dari politisi yang dianggap sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa ini.

3.Ya, Saya rasa banyak orang Indonesia yang memiliki sikap yang positif dan ingin melihat orang-orang untuk bisa maju dan berprestasi.

4. Perekonomian kita memiliki banyak potensi untuk bisa maju dan berkembang menyamai negara-negara emerging, seperti China, India dan Brazil.

DF:

1. Setelah masa jabatan ibu di World Bank berakhir, apakah ibu akan kembali berkarya di Indonesia? kami perlu figur seperti ibu untuk mengangkat moral kami kembali.

2. Menurut ibu, kebijakan seperti apa yg perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi & menindak "oknum-oknum" tersebut?

3. Menurut ibu, apakah kebijakan pencabutan remunerisasi yg digembar-gemborkan oleh sebagian anggota DPR itu cukup relevan untuk diterapkan?

SMI:

1. Ya, saya pasti akan kembali

2. Untuk menindak oknum harus dilakukan langkah2 tegas dengan menggunakan rambu2 perundangan yang ada untuk bisa menghukum yang bersalah, dan memberi apresiasi bagi yang berprestasi dengan demikian indonesia akan dapat membangun institusi yang bisa dipercaya karena berisi orang2 yang komit terhadap perbaikan

3. Remunerasi tidak akan dicabut karena dpr paham bahwa reformasi masih harus diteruskan dan didukung

DF:  Siapkah jika nanti ditahun 2014 ada partai yg mencalonkan ibu sebagai calon presiden?


SMI: 2014 masih lama, saya fokus pada pekerjaan saat ini saja

DF: Banyak sekali hal yang ingin saya tanyakan dengan ibu, mudah-mudahan ibu berkenan menjawabnya. langsung saja bu :

1. Sebenarnya apa sih tujuan dibentuknya dari bank dunia itu khususnya bagi negara berkembang seperti indonesia ? apakah bank dunia merupakan salah satu wadah tertinggi dari organisasi perbankan menginat namanya adalah bank dunia ?

2. Bagaimana pandangan ibu mengenai neoliberal seperti yang banyak diungkapkan oleh para pengamat mengenai neoliberal itu sendiri serta apakah paham neoliberal itu benar-benar ada ?

3. Bagaimanakah efektivitas pengadilan pajak itu sendiri menurut ibu ? apakah perlu pengadilan pajak nanti hanya berada di bawah mahkamah agung ? yang saya tahu, pengadilan pajak selain berada di bawah mahkamah agung, juga berada di bawah kemenkeu sehingga terjadi dualisme dan dikhawatirkan adanya konflik antar lembaga. selain itu, kita sebagai masyarakat awam tidak begitu mengetahui dimana letak pengadilan pajak dan prosesnya, takutnya nanti bakal dipermainkan makelar pajak. sebenarnya itu melanggar asas peradilan yaitu asas proses beracara terbuka untuk umum untuk kemudian ada kontrol dari masyarakat mengenai jalannya proses beracara di pengadilan pajak.


SMI: Anda bisa melihat informasi mengenai Bank Dunia melalui websitenya agar lengkap dan tidak terombang-ambing oleh informasi dari sumber yang tidak kompeten.

Para pengamat yang sering mengkritik Neoliberal tidak pernah menunjukkan secara tepat dan akurat apa sebenarnya yang mereka kritikkan atau tuduhkan. Orang yang belajar ilmu ekonomi secara benar paham betul bahwa dalam mengelola ekonomi suatu negara selalu dibutuhkan peranan negara yang efektif dan bersih untuk melindungi masyarakatnya dari ekses globalisasi dan persaingan pasar yang liberal. Menteri Keuangan yang mereformasi birokrasi agar pemerintah dan negara bisa melindungi dan mensejahterakan rakyatnya sudah pasti bukan seorang Neoliberal.

Masalah pengadilan pajak memerlukan koreksi baik pada tingkat perundang-undangan maupun dari sisi tata kelola, dan itu sedang dalam proses untuk diperbaiki.

DF: Ibu tentunya sudah rasakan sendiri bagaimana kekuasaan itu bisa mempermainkan hidup kita. Yang benar bisa disalahkan, dan yang salah bisa dibenarkan. Saya sendiri salut atas prestasi2 dan sumbangsih ibu kepada negara ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas jasa2 ibu membawa negara ini ke titik yg lebih baik.

Pertanyaan yg ingin saya tanyakan tidak menyangkut masalah ekonomi negara ini. Saya hanya ingin tahu bagaimana pandangan pribadi ibu terhadap masalah Jendral Susno saat ini.

1. Bila ibu bertemu Jendral Susno sekarang, apa yg akan ibu katakan kepada beliau?
2. Menurut pendapat pribadi dan kacamata ibu, apakah Jendral Susno saat ini diperlakukan secara adil dan tidak di-anak tirikan oleh POLRI?
3. Bila ibu adalah Presiden, apakah ibu akan membentuk team yg benar2 independent terhadap kasus yg menimpa Jendral Susno Duadji?
4. Ibu sudi tidak sebelum ke washington mejenguk Jendral Susno di tahanan untuk memberi apreasiasi atas keberaniannya (terlepas dari bersalah/tidak bersalahnya Susno)?

SMI: Masalah Jenderal Susno adalah masalah intern Kepolisian. Kapolri dan seluruh jajarannya memiliki mekanisme untuk menanganinya dan memiliki kepentingan untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa Kepolisian RI adalah instansi yang bisa dipercaya oleh masyarakat.

DF: Bagaimana cara Ibu memberikan perhatian terhadap keluarga (khususnya dalam membesarkan anak2 tercinta) di tengah kesibukan Ibu selama menjadi MENKEU selama ini dan ketika menjadi Managing Director-nya world Bank?

SMI: Hubungan anak-anak dan saya sudah terjalin semenjak mereka ada di kandungan, dan terus terpelihara melalui komunikasi yang saling menghormati dan penuh kasih sayang. dengan demikian antara anak dengan ibunya atau dengan orang tuanya muncul rasa saling percaya dan saling mendukung. Ini membuat pekerjaan sebagai ibu maupun sebagai pejabat publik menjadi lebih mudah.

DF: Pernyataan ibu tentang :"jangan ada pemimpin yang mengorbankan anak buahnya", sebenarnya ditujukan untuk siapa???

Apakah pesan untuk jajaran pejabat di Kemenkeu atau itu ditujukan untuk Pak SBY??


SMI: Itu ditujukan bagi jajaran pimpinan di departemen keuangan karena dalam menjalankan reformasi kita sering menghadapi resiko-resiko dan tekanan-tekanan yang tidak mungkin dihadapi sendiri oleh anak buah. Oleh karena itu pimpinan harus selalu ada dan jelas didalam melindungi dan mendorong agar anak buahnya percaya diri dan tenang dalam menjalankan tugasnya apapun resiko yang dihadapi.

DF: Akankah krisis di yunani akan menyebar di eropa dan akhirnya akan berimbas ke indonesia? Dan langkah apa ibu sarankan pada bank dunia untuk ikut mengatasi krisis itu?


SMI: Saat ini krisis yunani sedang ditangani oleh negara-negara Eropa agar tidak meluas. dengan demikian dampaknya kepada negara lain termasuk indonesia masih sangat terbatas. Meskipun demikian kita perlu tetap waspada karena langkah2 penyesuaian yang dilakukan memang cukup berat, yang dapat berpotensi untuk melemahkan pemulihan ekonomi dunia dan menciptakan krisis kepercayaan di sektor keuangan.

DF: Dalam organisasi, termasuk politik, bisa diibaratkan main catur. Nggak mungkin, raja mati duluan atau berkorban utk menteri. Yang ada pion, menteri dsb dikorbankan demi raja. Begitukah realitanya, ibu Ani?

Di Indonesia, menjadi orang baik dan benar tidaklah mudah. Bagaimana menurut ibu Ani?

SMI: Raja adalah simbol pimpinan di dalam permainan catur dan memang dia harus dilindungi oleh bidak-bidaknya.

Ahhh, tidak juga. Menjadi orang baik dan memelihara kebenaran itu merupakan pilihan sikap yang sangat jelas dan mudah.

DF: Bagaimana versi seorang Sri Mulyani tentang ekonomi pancasila? Konsep ekonomi kerakyatan versi bank dunia itu seperti apa?

SMI: Ekonomi yang dijalankan dengan prinsip lima sila pancasila tentu akan menghasilkan kebijakan2 yang menyeimbangkan antara kebutuhan untuk menciptakan keadilan sosial dan kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Bank dunia bertujuan untuk menghapuskan kemiskinan di dunia, terutama di negara2 berkembang. dengan demikian program bank dunia identik dengan program ekonomi kerakyatan.

DF: Seandainya saya jadi presiden, ibu mau ga saya jadiin menkeu lagi?" Kalau tidak mau, kira-kira Ibu ingin jadi menteri apa?

SMI: Sebaiknya Anda terpilih dulu menjadi Presiden, baru saya bicara belakangan.

DF: Selamat Bu sudah menjadi Managing Director Bank Dunia. Semoga Tuhan selalu mendampingi Ibu. Menurut Ibu, bagaimana pandangan Ibu mengenai kritik yang muncul ketika Ibu ditunjuk sebagai Managing Director Bank Dunia?. Seperti kita semua ketahui, Kwik Kian Gie "sangat terhina".

SMI: Narasumber yang seperti itu sama sekali tidak membuat rakyat indonesia menjadi cerdas dan maju.

DF: Apa ya indikator bahwa kenaikan tingkat ekonomi masyarakat Indonesia naik rata-rata 5%, sedangkan kesenjangan antara kaya dan miskin semakin lebar, daya beli masyarakat menengah ke bawah sangat rendah, infrastruktur dimana - mana tidak berjalan, investasi di daerah rata - rata rendah.

SMI: Pertumbuhan ekonomi memang tidak selalu identik dengan pemerataan dan perbaikan kualitas kehidupan masyarakat. oleh karena itu, Selain mengejar pertumbuhan ekonomi pemerintah harus terus memperbaiki kualitas kehidupan masyarakatnya melalui program pendidikan, kesehatan dan program penyediaan infrastruktur dasar.

DF: Jika sebelumnya ibu merasa menjadi korban dari kentalnya perkawinan kepentingan di negeri ini, masihkah ada yang ibu rindukan dari Indonesia saat bertugas di bank dunia nanti?

SMI: yang saya rindukan makanan enak, orang-orang seperti anda, nyiur melambai.. tanah yang wangi, padi yang menguning, jakarta yang bising, itu semua akan membuat saya rindu.

DF: Cuma 3 pertanyaan saya:
1. saya melihat Ibu sebagai korban sistem politik Indonesia yg dipenuhi prilaku orang2 lama warisan ORBA. Menurut Ibu kapan kondisinya akan membaik?...Mengingat realitas yg ada, makin menguatnya cengkraman PENGUASA-PENGUSAHA atas sistem politik Indonesia saat ini.

2. Kenapa kasus seperti Gayus masih terjadi di DJP?...saya yakin itu fenomena gunung es. Jangan dijawab bahwa reformasi butuh waktu. Lawan IBU yaitu Gayus cuma pegawai golongan 3A, apakah memang di DJP seolah ada TEMBOK tebal sehingga menghalangi ibu membersihkan mafia2 macam Gayus.
Dan perbaikan di PENGADILAN PAJAK, gebrakan dari ibu cuma mengganti SATPAM nya saja???

3. Bagaimana Ibu menilai SBY sebagai atasan Ibu? terutama dari sisi kinerja dan proses pengambilan keputusan penting?

SMI:

Yaa, kalau tidak suka politisi ORBA jangan dipilih lagi.

Saat ini langkah-langkah untuk mengoreksi kejadian seperti Gayus di DJP sedang dilakukan. Saya yakin kalau hal itu dilakukan secara konsisten, DJP akan menjadi institusi yang bisa kita percaya. Saya tidak melihat tembok tebal di DJP, yang ada adalah proses perbaikan membutuhkan ketekunan, konsistensi dan proses yang mungkin agak panjang.

Pak SBY telah dipilih oleh rakyat kembali, berarti kinerjanya baik, dan saya bagian dari pemerintahan SBY.

DF: Sebagai direktur eksekutif, mestinya tugas Ibu di bank dunia adalah menterjemahkan dan mengimplementasikan konsensus washington di negara-negara klien bank dunia..benar? mungkinkah Ibu membawa misi Ibu sendiri disana? saya rasa sulit. tapi itu mungkin kan? menurut saya, konsensus washington bukan langkah terbaik untuk menyehatkan ekonomi suatu negara. masih banyak cara lain yang lebih berpihak ke masyarakat miskin, bukan hanya mengakomodasi kepentingan korporasi lintas benua..Ibu tentu lebih tahu kan?


SMI: Konsensus Washington merupakan paradigma lama yang sudah dikoreksi. Dunia menghadapi persoalan pembangunan dan pengurangan kemiskinan yang memang makin pelik. Setahu saya, tidak ada satupun institusi yang percaya bahwa membangun ekonomi hanya bisa dilakukan dengan mengakomodasikan kepentingan kapitalis besar. Justru, paradigma yang dipakai saat ini adalah pentingnya kebiajakan pemihakan yang harus disertai dengan tata kelola yang baik. Itu adalah kunci dari perbaikan kesejahteraan.

DF: Bagaimana tipsnya agar bisa menjadi seorang wanita yg hebat dalam segala hal.. baik itu di bidang pendidikan, karir maupun keluarga.. Saya ingin sekali menjadi wanita yang cerdas dan kuat seperti Ibu?

SMI: Rasanya saya tidak hebat, saya beruntung punya keluarga yang menyayangi dan mendukung kegiatan dan pekerjaan yang saya lakukan. itu menjadi sumber kekuatan kita dalam menjalankan hidup.

DF: Sebenarnya apa sikap resmi paa bankir atas kasus century, dan apakah ada dampak secara signifikan dengan terpilihnya ibu kekancah internasional terhadap ekonomi indonesia dimasa yang akan datang. selamat dan sukses semoga tercurah kepada ibu.

SMI: Para Bankir menyatakan bahwa penyelamatan sistem keuangan dan perbankan merupakan kebijakan yang tepat dalam mengatasi dampak krisis global. Namun sayang, tidak ada satupun Bankir yang diundang oleh Pansus untuk menyampaikan pandangannya dalam kasus Bank Century. Itu menunjukkan bahwa proses politik yang terjadi tidak dilandasi oleh niat baik untuk membuka kebenaran dan mencari akar persoalan dari masalah Bank Century.

DF: Dulu, Kakanwil DJP Bali, NTB, NTT Pak Hasan Rachmani pernah cerita bahwa di suatu acara dinas pertemuan di rumah makan di Bali, selesai acara Ibu buru-buru menyuruh ajudan ibu untuk membayar makanannya. Artinya tidak seperti pejabat yg lain yg biasanya minta dilayani/dibayari anak buahnya di kunjungan dinasnya, Ibu tidak.


Bagaimana cerita sebenarnya BU? Biar saya tidak salah cerita tentang keteladanan Ibu tsb.


SMI: Apabila acara itu merupakan acara kedinasan, maka biayanya harus disediakan oleh kantor. Termasuk pada saat kunjungan kerja di daerah-daerah. Dengan demikian anak buah memang tidak seharusnya membayar makanan menteri-nya.

DF: Bu, bener ga Ibu pernah bikinin nasi goreng khusus untuk pak SBY?

SMI: Setahu saya selama jadi mentri saya belum pernah bikin nasi goreng untuk anak saya, apalagi untuk pak SBY.

Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaanya, i love you full  i'll be back


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads