Dengan peringkat Indonesia yang satu jengkal dibawah investment grade, menjadikan kesempatan untuk berinvestasi terbuka lebar. Khususnya akan masuknya dana asal luar negeri ke pasar emerging market, seperti Indonesia.
Sebagai pimpinan baru PT Trimegah Securities Tbk (TRIM), Omar Sjawaldi Anwar, percaya akan masuknya investor stategis asal luar negeri. Terlebih, dengan adanya krisis Eropa, investor akan melarikan dananya ke negara dengan fundamental ekonomi yang kuat, namun mempunyai prospek yang menjanjikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana visi Omar ke depan untuk memajukan Trimegah? dan bagaimana sikapnya akan persaingan antar broker, baik melalui layanan berteknologi tinggi dalam sistem online trading, ataupun perang fee yang dikenakan ke investor, berikut petikan wawancara detikFinance bersama Omar, akhir pekan lalu.
Peta persaingan di industri broker sudah semakin ketat. Bahkan cenderung sudah memainkan fee yang minim, agar investor terjaring. Bagaimana Trimegah menyikapinya?
Kita melihat, kansnya masih sangat besar. Kita pun punya segmen masing-masing. Saya tidak terlalu khawatir, karena nasabah akhirnya tidak hanya melihat dari fee saja, jika kita melayani dengan baik. Ada aspek-aspek lain yang bisa rasakan
Apa yang ditawarkan, jika bukan fee. Aspek apa yang Anda maksud?
Kita harus tonjolkan kepada nasabah adalah emotional attachment. Ini penting agar mereka (nasabah) tidak lari ke pesaing yang lain. Industri juga, kalau fee-nya lama-lama tambah tergerus, maka susah untuk hidup, karena margin-nya makin tipis.
Bagaimana dengan layanan online trading sendiri. Trimegah kenapa belum juga meluncurkan. Padahal sudah banyak pesaing yang sudah lebih dulu meluncurkan?
Online trading, kita sudah siap. Sedang dalam tahap pengembangan. Mudah-mudahan sebentar lagi launching. Karena nasabah kita juga sudah tuntut hal tersebut dan juga pesaing, sudah memiliki dan menawarkan.
Kita melihatnya, kalau nasabah sudah banyak di online trading, kan ada economy of scale (skala ekonomi). Mau tak mau, ada banyak, dan menjadi lebih murah (biaya).
Dalam tiga tahun ke depan, mau tidak mau nasabah akan bertambah banyak. Ini peluang dan jadi ajang untuk kita jualan ke produk yang lain. Jika melihat ke depan, yang hukum rimba.
Apa mau turun 20 bps ke 10 bps? Tapi ini ngga akan lama. Mungkin introduction price. Promotional gimmick. Kalau sudah suistain, melekat, nempel, sudah kebiasaan untuk satu menu, jadi susah (untuk pindah ke online trading lain). lebih sticky.
Jika sudah meluncur, akan punya ambisi menjadi nomor satu di pemain sekuritas online?
Ya tidak lah. Akan menjadi lima besar saja. kira-kira dalam waktu 3-5 tahun ke depan.
DMA (Direct Market Access), sebagai perkembangan online trading, Kesiapannya?
DMA, luar biasa. Di AS (Amerika Serikat) sudah 70% memakai ini. Flow dari investasi akan semakin deras apalagi saat kita sudah di level investment grade.
Indonesia saat ini, dari Fitch rating, satu notches dibawah investment grade. Standar dua notes. Jadi untuk investment rade, kalau depkeu (Kementerian Keuangan) targetkan dapat mencapai satu tahun, Saya 3-5 tahun dapat investment grade. Pada saat investment grade itu kita dapatkan, kita menjadi BRICI (brazil, Rusia, India, China, Indonesia). Maka di BRICI, investment flow, baik dari foreign direct investment (FDI), pasar modal atau investasi di obligasi, bisa meningkat double, bisa lebih besar.
Namun jika memandang sebagai regulator (penerapan DMA), harus berhati-hati, waspada. Indonesia harus tetap memperkokoh ekonomi dan menjaga exchange tetap stabil. Itu yang paling penting. Pertumbuhannya jadi predictable dan sustainable.
Jika sudah mencapai invesment grade, pasar modal dapat menangkap moment tersebut?
Tentunya, ya kita di pasar modal. Di commercial banking dan industri lain, juga siap menampung potensi2 itu. Saya lihat luar biasa, perkembangan psar modal.
Investornya sendiri seperti apa?
Penetrasinya masih amat sangat rendah. Masih 400 ribu (rekening). Bandingkan dengan jumlah rekening yang ada perbankan, yang 89 juta rekening. Nantinya keuangan perbankan bisa dialihkan ke pasar modal.
Mudah-mudahan investor bisa melihat, pasar modal menjadi alternatif investasi. Dan juga untuk perusahaan-perusahaan, mereka yang Tbk, modalnya bisa di dapat dari pasar modal.
Tapi yang saya tekankan adalah pertumbuhan harus dilakukan dengan hati-hari dan pruden. Jadi jangan tumbuh double, triple tapi tidak ada aspek risk management. Sehingga juga kita longgar dari prudential growth.
(wep/qom)











































