Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah sebenarnya dengan jumlah penduduk yang besar dengan menempati urutan ke-4 di dunia, akan menguntungkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan?
Bahkan bukan hanya sampai disitu saja, jika bicara laju pertumbuhan penduduk yang tak terkontrol atau diatas target pemerintah,apakah ini akan mempengaruhi kualitas perekonomian masyarakat Indonesia? Termasuk tantangan menekan pengangguran dan kemiskinan di Tanah Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana kaitan besarnya jumlah penduduk dengan perekonomian Indonesia? Berikut ini wawancara detikFinance dengan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief beberapa waktu lalu.
Sepertinya BKKBN sebagai ujung tombak program Keluarga Berencana (KB) terus kebobolan menjaga laju pertumbuhan penduduk, hingga tahun ini saja hampir 238 juta jiwa?
Memang kalau berdasarkan proyeksi dari 10 tahun laluΒ ada kelebihanΒ 4 juta jiwa. Tapi ini proyeksi selama 10 tahun lalu, hasil kerja sepuluh tahun.
Target kita memang hanya 234 juta jiwa (faktanya 237,6 juta), tapi karena program KB pada awal-awalnya kurang mendapatkan perhatian ya hasilnya seperti ini. Kita tidak memperhatikan KB selama 5-7 tahunan lah.
Makanya ini harus diperhatikan lagi dong, kalau tidak bisa sampai 300 jutaΒ jiwa.
Jadi jumlah penduduk yang hampir mendekati 238 juta jiwa, benar-benar meleset dari proyeksi?
Ya, di dalam perkiraan, tapi diluar dari angka proyeksi karena proyeksi itukan asumsinya seperti program KB kondisinya di tahun 1990-an. Sementara itu program KB dari tahun 2000-2010 tak seperti tahun 1990-an (lebih tak diperhatikan).
Apa gebrakannya dari BKKBN?
Gebrakannya yah, kita ramai-ramai kita gerakan lagi program KB. Seperti program KB di perusahaan-perusahaan (swasta).
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi diatas 6%, bahkan tahun 2014 sampai diatas 7%. Laju penduduk yang tak terkontrol ini sejauhmana mempengaruhi pertumbuhan ekonomi?
Tentu kalau pertambahan penduduk lebih tinggi, akan memberi beban pada pertumbuhan ekonomi, sudah pasti itu, teorinya begitu prakteknya juga begitu. Suplai tenaga kerja akan lebih tinggi pada tahun-tahun 2030.
Berarti peluang adanya pengangguran makin besar?
Tergantung pemerintah, mampu nggak pemerintah membuka investasi. Kalau investasi dibuka lebar-lebar, sehingga penyerapan tenaga kerja menjadi lebih tinggi ya tentu saja pengangguran berkurang.
Tapi akan menjadi lebih berat, ketika pemerintah terus mendorong investasi besar-besaran, tapi kalau penduduknya tambah terus tentu akan semakin berat. Akan memberikan kesulitan bagi pemerintah untuk mengurangi pengangguran.
Kita punya target di tahun 2015 akan mengejar ketertinggalan kita proyeksinya akan jauh lebih baik dari tahun ini.
Lalu proyeksi tahun 2015 berapa?
Kita akan hitung lagi, karena angkanya sudah berubah. Kalau berdasarkan angka proyeksi hasil sensus tahun 2000 (sepuluh tahun lalu) tahun 2015 angkanya 240 jutaan jiwa. Tapi sekarang ini sudah beda lagi, kita akan lakukan exercise lagi untuk diproyeksikan lagi dengan kemampuan program KB seperti sekarang.
Target pertumbuhan penduduk pemerintah per tahunnya sebenarnya berapa?
Target pertumbuhan penduduk kita per tahun dibawah 1%, tapi realisasinya justru sekarang 1,4%. Tapi target dibawah 1% itu terjadi di tahun 2015. Target tahun 2010 ini pertumbuhan targetnya bukan 1% tapi 1,2%, berarti bobolnya 0,2%.
Memang sampai bobol terus, apa anggarannya kurang?
Kalau anggaran sudah lumayan, sudah naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2006, tahun 2010 ini Rp 1,225 triliun dulu tahun 2006 hanya Rp 700 miliar.
Dana Rp 1,2 triliun sudah ideal kah untuk mensukseskan KB di Indonesia?
Terus terang itu tidak cukup, idealnya itu Rp 3-4 triliun, karena gerakannya akan lebih besar dan kita akan lebih leluasa kan. Sekarang ini kita mau melayani wilayah terpencil saja nggak punya uang. Mereka rajin produksi, coba lihat wilayah-wilayah terpencil anak-anaknya sampai 7-8 orang.
Tahun depan anggarannya berapa pak?
Tahun depan katanya anggarannya mau naik jadi Rp 2,1 triliun, mudah mudahan pemerintah mau menyediakannya.
Parameter keberhasilan program KB ini itu apa sih?
Parameternya, fertilitas yaitu jumlah anak per keluarga. Sekarang ini kita 2,6, artinya rata-rata setiap keluarga di Indonesia memiliki anak dua dan tiga, sedangkan target hanya dua anak.
Jadi ini bukan kelebihan, tapi belum sampai. Target dua itu baru kita capai pada tahun 2015.
Caranya?
Ya ikut KB dong semuanya, pakai kontrasepsi semua keluarga-keluarga. Cara drastis tidak bisa dilakukan.
Kesannya semenjak Indonesia reformasi tahun 1998 lalu, tingkat pemberontakan terhadap program KB tinggi?
Bukan pemberontakan, mereka menyadari bahwa mempunyai anak adalah hak semua keluarga. Kita akan imbau mereka, tapi ini demi membantu negara agar negara yang kita cintai tidak terpuruk dan juga maju lagi, yah jangan punya anak banyak-banyak. Dua anak saja cukup.
Pengalaman krisis 2008 lalu justru jumlah penduduk Indonesia yang besar, justru mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif?
Karena UKM-nya berjalan. Walaupun kita tetap bertahan tetapi tidak maju.
Negara-negara maju sudah tak dipusingkan lagi dengan pertumbuhan penduduk. Misalnya China yang pertumbuhan ekonominya pesat, kan pertumbuhan penduduknya sudah stabil, 1,3 miliar. Ekonomi China stabil.
Dengan penduduk yang bisa dikontrol maka akan membantu ekonomi, karena variable kependudukan tidak menjadi mengganggu lagi.
Kalau penduduk bertambah maka pertumbuhan ekonomi akan terganggu, kalau pertumbuhan penduduk stabil maka semua bisa dirancang jauh lebih baik karena semua bisa direncanakan menjadi variabel yang fix.
Kalau perubahan penduduknya tidak berubah atau sedikit-sedikit, maka perencanaan kebutuhan pangan menjadi fix, kalau meningkatkan tambahan pangan 10% maka memberikan tambahan kesejahteraan kepada masyarakat karena kebutuhan pangannya tercukupi dengan baik. Begitu pula dengan kebutuhan energi, kerusakan lingkungan akan terjaga karena penduduk tak bertambah.
Semua persoalan-persoalan pembangunan akan terganggu apabila variabel kependudukannya tidak terkontrol atau tidak terkendalikan.
Target jumlah penduduk kita dari sisi peringkat dunia berapa?
Sekarang masih diperingkat empat dunia, tapi jangan sampai diposisi satu lah, kalau nggak penduduk kita sampai 1,5 miliar jiwa. Apa kita mau meraih itu, sementara kita terseok-seok dalam pembangunan ekonomi.
(hen/qom)











































