Mewujudkan Ambisi Bandara Soetta Berkelas Dunia

Wawancara Dirut PT Angkasa Pura II

Mewujudkan Ambisi Bandara Soetta Berkelas Dunia

- detikFinance
Kamis, 27 Jan 2011 10:30 WIB
Mewujudkan Ambisi Bandara Soetta Berkelas Dunia
Jakarta - Kapasitas penumpang Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soeta) yang kini merupakan bandara terbesar di Indonesia masih jauh dari kebutuhan. Pihak pengelola yaitu PT Angkasa Pura II (AP II) menyiapkan beberapa rencana besar untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan di Bandara Soeta.

Dalam beberapa tahun kedepan, AP II bertekad menjadikan Bandara Soeta masuk dalam jajaran bandara berkaliber dunia. Saat ini pihak AP II tengah menyiapkan grand design pengembangan Bandara Soeta.

Apa-apa saja yang akan dilakukan oleh AP II terhadap Bandara Soeta? Kapan masyarakat bisa menikmati perubahan-perubahan itu dalam waktu dekat? Berikut ini wawancara detikFinance dengan Direktur Utama AP II Tri S. Sunoko di kantornya, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Rabu (26/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja yang mau dilakukan AP II di tahun 2011 ini, dalam rangka mewujudkan bandara kelas dunia?

Jadi di 2011 program besar kita adalah membuat grand design dari bandara Soekarno-Hatta (Soeta) karena kita tahu posisi sekarang ini kapasitasnya sangat jauh dari memadai dari terminal 1, terminal 2 dan terminal 3 yang masih sebagian.

Sekarang ini penumpang Bandara Soeta sudah mencapai 43,9 juta di 2010, tahun sebelumnya 37 juta, atau naik 18,3% hanya dalam setahun. Ini membuat ini kita mencanangkan tahun bekerja dan tahun berlari.

Kita mengejar ketertinggalan ini, kita membuat grand design secara komprehensif. Jadi revitalisasi terminal I, II, dan III. Juga jalan, area komersil, kargo dan aksesbilitas secara keseluruhan kita sebut pengembangan aerotroplis.

Kita harapkan design ini selesai dipertengahan bulan Agustus 2011 yang akan dilanjutkan dengan tender. Kita harapkan tahun 2012, kita sudah memulai dalam rangka pembangunan konstruksinya. Soal kapasitas, SDM, baik kualitas dan kuantitasnya, prosedurnya semuanya kita siapkan.

Untuk menuju world class tidak hanya menyiapkan kapasitas saja, tapi juga SDM kita tingkatkan, sistem prosedurnya kita tingkatkan jadi masalah world class ini bisa tercapai.

Saat ini sudah sampai dimana untuk menuju world class?

Coba saja lihat, kalau dari skor satu sampai sepuluh menurut saya lima lah skornya. Kapasitasnya saja dilihat (separuh dari kebutuhan), lihat juga jalannya. Saya targetkan Insya Allah tercapai di tahun 2014 (Soeta jadi World Class).

Tapi kita tak mesti nunggu 2014 tak berbuat apa-apa, masyarakat tetap menuntut adanya perubahan makanya bagi kita tahun ini tahun bekerja dan berlari untuk perubahan. Tahapan-tahapan kecilnya adalah membentuk citra kejutan, dan juga pada upaya yang langsung menyentuh pada peningkatan pelayanan.

Grand design sedang dibuat, masa konstruksi membutuhkan dua-tiga tahun. Kalau grand design sudah selesai lalu ada detailnya, baru bisa dihitung berapa besar dana yang dibutuhkan kalau sekarang baru business plan bersifat makro.

World Class ini, Soeta mau mengacu ke bandara mana di negara lain?

Benchmark-nya di ASEAN dulu saja, di Singapura, Kuala Lumpur, Suara Bumi, itu saja lah, tapi Singapura pun yang terbaik, regional tapi sudah dunia, bandara terbaik itu ada di Asia (Korea).

Kalau bandara Soeta dari sisi volume menempati posisi ranking 23 (tahun 2009), tapi Changi sudah 44 juta hampir sama seperti Soeta 43,9 juta.

Apa yang bisa dinikmati masyarakat dalam waktu dekat ini dari upaya perbaikan layanan Soeta?

Antara lain kita melakukan redistribusi terminal, sekarang ini kepadatan terminal A,B,C,D,E,F kan tidak merata, itu akan kita ratakan. Misalnya terminal A untuk Lion padat sekali, yang lain lengang makanya Lion kita pindahkan ke 1 D.

Sehingga utilisasinya benar-benar merata, kalau sekarang ini kan pincang. Selain itu, kita melakukan penataan-penataan sirkulasi, keindahan karena memang kapasitasnya, masak kita mau bongkar. Kita optimalisasi pelayanan, jadi kecil-kecil pun berarti meningkatkan pelayanan.

Kita juga akan membuat sentralisasi check in di terminal 1 dan 2. Kalau sekarang ini kan kita check ini di masing-masing terminal A,B,C, kita akan buat secara sentral seperti di Changi.

Ini kita bangun, sentralisasi check in sedang dalam proses tender. Kita baru bisa nikmati diakhir tahun 2012.

Revitalisasi terminal 1 dan 2, memang belum nyata, tapi seperti parkir kita sudah benahi. Nantinya untuk perubahan bentuk tak ada, akan tetap dipertahankan bentuknya. Kita tak akan mengubah bentuk terminal 1 dan 2 itu kita pertahankan sebagai ciri khas. Yang kita perluas adalah kapasitasnya, dengan sentralisasi di dalamnya akan menjadi luas.

Sekarang ini terminal 1 sudah 9 juta kapasitasnya diharapkan menjadi 13 juta kalau dikali dua menjadi 26 juta maka akan mencapai 50 juta (1 dan 2). Bandara Soeta itu batas limit kapasitas hanya 65-70 juta.

Mau tidak mau kita harus cari Airport lain, kalau setiap tahun naik 18%, saya rasa 3-4 tahun lagi akan tercapai limit itu, haru ada bandara baru. Bisa disekitar Jakarta, ya di Jawa Barat lah (Purwakarta).


Tahun 2011 ini kan banyak kunjungan tamu penting negara asing dalam rangka ASEAN, persiapannya apa saja dari AP II?

Dalam rangka ASEAN, kita terus melakukan pembenahan seperti keindahannya kita benahi, terus juga kita tata lebih manis, petugasnya kita didik dibina menjadi lebih ramah, termasuk dalam proses imigrasinya kita benahi.

 Memang tahun ini nggak akan terlalu banyak, tapi paling tidak akan mengubah citra, layanan maupun infrastruktur yang bersifat menunjang pelayanan.

Untuk mindset, kita juga memasang pin dipara petugas kita yang isinya 'Tegurlah Kami Bila Tidak Ramah'. Itu sebagai mindset, agar orang selalu senyum dengan para penumpang, pengguna jasa adalah raja. Kadang kita temui orang security kita galak, mestinya ramah senyum.

Tingkat komplain masyarakat terhadap Bandara Soeta masih saja terjadi?

Tingkat komplain setiap tahun terus menurun, tapi saya lupa angkanya. Kita juga melakukan survei pelanggan tapi angkanya saya lupa.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar dapat informasi delegasi ASEAN sempat komplain?

Ya, pada saat itu tahun lalu, karena kerja seadanya. Tapi prinsipnya kita akan berupaya tetap ramah dengan penumpang. Keindahan kita akan tingkatkan, ada ornamen-ornamen, juga soal toilet yang bersih terus juga saat diimigrasinya, parkirnya dan lain-lain.

Kita juga akan jaga fasilitas tak ada yang boleh mati seperti X-ray, dahulu pernah mati listrik kan. Kehandalan dari fasilitas kita cek dan diaudit termasuk soal listrik. Pada saat delegasi ASEAN datang apalagi saat para petinggi datang, semuanya tak akan ada masalah.

Laba Angkasa Pura II tahun 2010 kan melonjak 20%, memangnya ditopang dari mana?

Ditopang dari peningkatan penumpang yang naik 18%, ditunjang dari komersial-komersial, banyak pesawat yang landing, penumpangnya banyak, pesawatnya banyak, tambah pendapatan. Pengguna jasa juga bayar PSC, intinya penumpang meningkat dampak multinya meningkat.

Bagaimana dengan program bandara lainnya?

Kita ada Bandara Kuala Namu, targetnya selesai tahun 2012 akhir. Itu kan proyeknya mencapai Rp 1,7 triliun. Pangkal Pinang, Pekan Baru, Pontianak, kita punya 12 bandara kita juga akan investasi.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads