Manajemen Mandala juga yakin bisa mendapatkan investor lagi mengingat masa depan maskapai di Indonesia yang cukup cerah dengan pangsa pasar yang besar. Sejumla investor kini juga sudah mulai mendekati Mandala.
Siapa saja investor itu? Bagaimana rencana Mandala agar bisa beroperasi lagi? Bagaimana rencana Mandala agar kasus penghentian operasional ini tak terulang lagi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau misalnya dapat investor baru, lalu beroperasi kembali, ada kemungkinan setahun dua tahun masih merugi?
Bisa juga seperti itu, tetapi memang direncana kami kita sudah siap untuk rugi. Masalahnya perkembangan pasar cepat sekali, karena kerugiannya lebih tinggi apa yang kita perkirakan. Makanya kita nggak tahan. Prospek dari Mandala masih bagus, banyak airlines, investor yang berminat.
Memangnya nilai jual Mandala apa, sehingga yakin bisa memastikan investor tertarik?
Kita punya standar operasi yang sudah standar internasional. Kita pertahankan infrastruktur untuk operasi, jadi kalau ada orang yang mau membuat airlines, dia bisa saja dari nol tapi butuh uang yang cukup besar dan butuh waktu, rekrut orang, cari pilot, training. Kalau disinikan sudah siap, besok dia masuk, uang tersedia bisa langsung terbang. Semuanya sudah siap, sudah memiliki standar internasional hanya Garuda dan Mandala yang punya ini.
Kalau mau terbang keluar, atau kerjasama dengan airlines, mereka kan pilih partner yang sesuai dengan standar mereka memiliki standar internasional. Dia harus yakin, airlines ini punya standar. Kita yakin menarik investor ini karena kita punya standar, kalau kita kerjasama ke luar pasti kita akan diterima. Kenyataannya banyak sekali yang minat termasuk investor dari luar, airlines juga dari luar melihat kemungkinan.
Tapi kan dengan adanya kasus penghentian operasi Mandala, bukannya akan mengurangi penilaian sertifikasi internasional tadi?
Pasti akan ada, tapi mereka melihatnya dengan stop operasi akan lebih buruk kalau tidak stop operasi. Di industri arlines apa yang alami sekarang di Mandala itu sudah biasa, hanya Mandala di Indonesia saja yang belum pernah terjadi, tapi diluar ini sesuatu yang biasa karena industri ini sangat fluktuatif dari siklus naik turunnya cukup besar.
Sekarang airlines besar yang melakukan hal yang sama itu adalah Japan Airlines (JAL), dari Jepang dia sebenarnya masuk semacam PKPU hampir dua tahun proses restrukturisasi karena utangnya begitu besar karena dia tak bisa bersaing. Di Jepang banyak airlines, sama seperti Mandala nggak bisa bersaing, nggak bisa bayar utang, dia minta perlindungan dengan PKPU disana. Utang dia jumlahnya miliaran dollar jadi ini sesuatu yang biasa, di Amerika hampir semua airlines menghadapi PKPU.
Ini sesuatu yang biasa, sehingga supplier kami pun mengerti, ini sesuatu harus dilakukan untuk menyelamatkan Mandala dan menyelamatkan klaim mereka juga.
Dengan utang hampir Rp 1 triliun, atau sekitar Rp 800 miliar, Mandala butuh disuntik berapa?
Ditahap awal kami sudah menentukan, kami membutuhkan US$ 25 juta. Asumsinya kan tak semua utang harus dibayar, ini kan utang yang berjalan ini kan supplier, bagaimana Mandala bisa berjalan, mereka akan dukung kita. Nggak harus semua dibayar, yang penting Mandala bisa jalan, mereka juga bisnisnya dapat lagi dari Mandala dan piutang mereka bisa dibayar dalam waktu tertentu. Jadi nggak harus dilunasi lain dengan bank, semua harus lunas.
Apakah sudah ada komitmen seperti itu dari kreditur?
Pembicaraan kita dengan mereka seperti itu, belum ada komitmen. Kita kan masih menunggu rencana, sebentar lagi kita akan mengeluarkan rencana ini, mereka juga pengalaman seperti ini dengan airlines yang lain. Dimana mereka nggak bisa, utang dibayar diawal.
Jadi kembali lagi, berapa sih total yang harus di suntik ke Mandala?
Nanti tergantung strategi, kan ada investor masuk tergantung strategi dia, nanti Mandala mau jadi airlines bagaimana. Yang jelas diawal adalah kebutuhannya US$ 25 juta, berikutnya tergantung strategi. Strategi menentukan berapa investasi yang dibutuhkan, misalnya mau jadi kayak Garuda full service itu butuh dana besar, ini tergantung strategi investor baru.
Jadi kalau ada investor baru pun, nggak menjamin utang Mandala langsung lunas?
Sebenarnya utang nggak perlu dilunasi karena dari supplier nggak menuntut utang harus lunas, yang penting bagi mereka bahwa utang itu bisa diselesaikan dengan cara terbaik untuk semua pihak. Mereka nggak mau menang sendiri, kalau mereka mau semuanya dlunasi ya nggak mungkin, direstrukturisasi airlines semua terjadi kayak begini.
Jadi yang pertama, pemegang saham yang sekarang, yang sudah setor Rp 1 triliun, mereka sudah menerima bahwa hampir semuanya dianggap hampir dekat dari nol (hangus). Mereka sudah tak mengharapkan bahwa Rp 1 triliun itu utuh. Pemegang saham sudah komitmen bahwa mereka mengurangi nilai investasinya dia besar-besaran.
Kedua adalah, mereka minta dengan kreditur harus ada hal yang sama, harus ada penyesuain dari klaim mereka sehingga semuanya bisa jalan. Kalau semuanya nuntut 100% itu nggak mungkin bisa jalan itu sudah jelas. Disemua restrukturisasi airlines dengan kasus yang jauh lebih besar, kalau dalam dunia penerbangan Mandala dianggap kasusnya nggak terlalu besar, dari sisi angka.
Kita kan jumlah pesawatnya cuma lima, kita bukan masuk airlines yang besar, makanya kita ambil langkah ini karena kami yakin bisa asal mereka mendukung proses ini.
Kalau seandainya sudah dapat komitmen suntikan US$ 25 juta, mau buat bayar apa dulu?
Itu nanti kami akan sesuaikan dengan, sebenarnya di PKPU itu ditentukan mana yang harus dibayar dulu, skala prioritas yang mana kami akan konsultasi dengan administrator. Kalau lessor sih yang penting Mandala bisa jalan lagi, kalau Mandala jalan lagi semuanya dibayar nggak mungkin juga, mereka harus mendukung itu mereka mengerti sih. Mandala harus operasi agar piutang mereka bisa dibayar.
Terkait investor, dengar-dengar sudah ada Manunggal Sejati, Barito dan lain-lain, siapa yang sudah komitmen?
Sudah banyak sekali yang melakukan pendekatan, dan melakukan pembicaraan dengan beberapa investor, tapi sekarang kita belum menentukan pastikan siapa yang jadi investor masuk di Mandala. Ini semunya masih proses negosiasi, ini bermain dengan waktu. Memang dalam 45 hari harus ada progres, yang bisa meyakinkan kreditur, bahwa Mandala punya prospek yang bagus kedepan.
Kita mengupdate ke kreditur juga, mengenai pembicaraan dengan investor kira-kira siapa. Kami belum bisa disclose siapa itu investornya, karena memang belum ada.
Jika investor masuk baru, bagaimana dengan komposisi sahamnya?
Pastinya komposisi saham akan berubah, sudah pasti itu tergantung dari negosiasi, belum bisa dipastikan. Pemegang saham kita cuma dua, yaitu Cardic International Aviation 51% dan Indigo 49%. Mana yang akan dilepas tergantung pembicaraan dengan investor dan pemegang saham. Soal persentase pemegang sahaminvestor baru belum sampai kesitu, kami belum bisa disclose, tapi memang sudah dibicarakan.
Seandainya kemungkinan terburuk sampai 45 hari berjalan tidak ada investor baru bagaimana?
Yang kuncinya itu dari kreditur, dia yang bisa menentukan nasibnya Mandala. Kreditur ini sekarang masih mendukung Mandala kembali operasi. Kemungkinan besar kalau memang belum ada kepastian dari investor, mereka akan memperpanjang waktunya bisa saja seperti itu. Kita kan bisa diperpanjang sampai 270 hari (dihitung sejak 17 Januari 2011), jadi bisa aja memang ada prospek yang bagus dan kelihatannya ada investor yang cukup serius tapi belum bisa dipastikan bisa saja, oke deh diperpanjang lagi.
Artinya kepastian Mandala bisa terbang lagi setelah 270 hari itu?
Bisa juga dalam waktu 45 hari kita bisa terbang lagi, ini tergantung hasil dari negosiasi calon investor, yang sampai sekarang kami belum pastikan. Tapi kalau kita bisa selesaikan sebelum 45 hari ya kita selesaikan, kami usahakan sebelum 45 hari.
Kepastian terbang lagi, jadi tergantung kreditur atau investor baru?
Ini dua-duanya, pertama investor harus siap nyuntik, dan kreditur harus setuju dengan rencana investor ini, skema restrukturisasi.
Nantinya kalau ada investor baru apakah akan ada perubahan visi, mungkin juga nama atau apa?
Iya ini tergantung dari strategi investor baru, ada beberapa rencana yang berbeda dari setiap investor ini. Jadi itu pun belum bisa pastikan, Mandala
berikutnya bagaimana, ini sangat tergantung dengan investor baru yang akan masuk.
Kalau kita dapat agreement dengan investor dalam waktu dekat, untuk operasi kembali Mandala lebih cepat. Ada beberapa cara kita operasi, sebelum itu final juga bisa, kita sedang merencanakan kemungkinan begitu.
(hen/qom)











































