Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia Tom Aaker mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini terlindung dari krisis global karena mempunyai permintaan domestik yang kuat. Sehingga krisis yang muncul dari luar tidak terlalu mengganggu kinerja ekonomi dalam negeri.
Karena itulah Stanchart ingin terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia lebih luas lagi. Saat ini Stanchart sedang menggenjot pembiayaan atau kredit di sektor UKM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana pandangan anda tentang bank di Indonesia berikut regulatornya?
Bank Indonesia adalah regulator yang kuat di industri perbankan di Indonesia. Dan bank di Indonesia itu sangat bagus dan kuat dan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki bank terbaik di kawasan. Ke depan, industri perbankan di Indonesia akan terintegrasi dan terus tumbuh secara kuat dengan perhatian khusus dari Bank Indonesia dan Pemerintah.
Salah satu fokus Bank Indonesia adalah mulai mengkaji untuk pembatasan kepemilikan mayoritas, bagaimana menurut anda?
Saya pikir BI tidak memerlukan aturan itu. Aturan sekarang itu sudah sangat bisa diterima dan kita cukup senang dengan aturan-aturan BI. Di mana akhirnya Standard Chartered bisa beroperasi di Indonesia membantu perekonomian Indonesia dan Standard Chartered cukup senang bisa membuka cabangnya di sini.
Standard Chartered mulai bergerak di Small and Medium Enterprise (SME) dan Micro banking, bagaimana memang anda melihat peluang bisnis tersebut di Indonesia?
SME dan Micro banking merupakan salah satu Biggest Oportunity di Indonesia. Di mana di Indonesia itu memiliki memiliki jutaan SME di sini.
Bagaimana strateginya?
Sebagian besar belum mempunyai diakses industri perbankan, dan produk-produk bank belum diperoleh mereka. Saya berpikir ini kesempatan yang baik. Dan kita akan masuk dan mengembangkan UMKM menjadi bankable.
Salah satu dari kompetisi adalah mengenai suku bunga, bagaimana strategi anda mengenai suku bunga yang diberikan kepada nasabahnya?
Itu tergantung dari nasabahnya pastinya. Di mana Standard Chartered juga akan memberikan bunga yang spesifik dan yang pasti akan lebih kompetitif dibandingkan dengan bank-bank lain. Di mana SME itu sekarang menjadi bisnis yang bagus maka kita harus all out untuk memberikan yang terbaik dengan suku bunga yang kompetitif.
Sekarang dengan sebuah bank lalu kerjasamanya, bagaimana ke depan?
Sebenarnya memang saat ini dengan bank tetapi selain memberikan pembiayaan kita juga memberikan edukasi, pelatihan, dan pengembangan UMKM.
Berapa plafon Kredit khusus UMKM?
Tidak ada, yang jelas kita tergantung dari prospek sebagaimana besar akan diberikan seluruhnya.
Sudah berapa outstanding kredit mikro sendiri?
Kita baru sejak 2008 mendirikan mikro. Nah dari situ hingga sekarang kira-kira hampir Rp 100 billion lebih. Di Standard Chartered kami berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap perubahan yanh baik di berbagai pasar kami beroperasi. Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di wilayah Asia, Afrika dan Timur Tengah, kami juga berkomitmen untuk memberikan dampak positif yang luas pada masyarakat di wilayah kami tinggal dan bekerja. Fasilitas kredit mikro ke bank di Indonesia merupakan salah satu contoh upaya nyata kami dalam memanjukan pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.
Kondisi ekonomi global sedang goyang, bagaimana pendapat anda mengenai kondisi krisis terhadap Indonesia khususnya?
Indonesia sangat terlindung dari namanya krisis global. Ekonomi Indonesia tergantung dari permintaan sisi domestik, tidak bergantung ekspor. Jadi ketika Eropa dan AS mengalami resesi dan permintaan ekspor turun itu tidak akan mempengaruhi Indonesia sangat banyak. Mungkin Singapura, Malaysia yang lebih banyak ekspor yang akan merasakan.
Anda sendiri optimistis?
Indonesia mempunyai permintaan sangat besar akan sisi domestiknya sendiri jadi kuat. Dan apa yang terjadi di Dunia luar global kita tidak akan pernah tahu, tetapi Indonesia cukup kuat dan pemerintah menjaga ekonomi cukup baik dan prudent serta dapat menjaga hubungan baik dengan negara-negara luar dengan cukup hebat. Dan ekonomi Indonesia saya tekankan cukup kuat. Dan kita optimistis Indonesia tahan krisis.
(dnl/qom)











































