Dirut KAI: Saya Mau Layanan Kereta Seperti China atau Prancis

Wawancara Khusus (Bagian 2)

Dirut KAI: Saya Mau Layanan Kereta Seperti China atau Prancis

- detikFinance
Rabu, 16 Mei 2012 14:44 WIB
Dirut KAI: Saya Mau Layanan Kereta Seperti China atau Prancis
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (API) mengaku melakukan pembenahan layanan termasuk keandalan dan sarana prasarana kereta api. Namun masih ada saja keluhan masyarakat terhadap layanan kereta api termasuk masalah klasik seperti calo tiket. Bahkan beberapa gangguan pada armada masih terjadi seperti KRL Commuter Line di Jabodetabek.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi dalam manajemen perkeretaapian saat ini? Apakah perbaikan layanan itu sudah benar-benar dirasakan oleh konsumen? Apa kendala mereka terkait pelayanan kepada konsumen? Termasuk soal tarif kereta ekonomi yang dianggap sangat ngepas?

Berikut ini wawancara detikFinance dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selama 3 tahun jadi dirut KAI, apa saja yang anda sudah benahi?

Intinya cuma merubah dari produk oriented ke customer oriented. Nah ini yang dirubah banyak. Satu, palayanan. Pelayan ini adalah mendidik kembali itu semua orang yang bekerja di kereta api itu punya semangat pelayanan.

Yang dibutuhkan pelanggan itu apa? Dan sebagainya itu penting. Makanya kebersihan, seperti sarana, kebersihan stasiun, proses bisnisnya bisa cepat. Jiwanya itu melayani, bukan untuk diri sendiri malahan. Yang lain itu peremajaan kereta-kereta, perbaikan stasiun-stasiun, perbaikan jalan rel, perbaikan sinyal.

Kalau yang sinyal kemarin itu, baru pertama kali kita sampai kaget sekali kok ada petir sampai segitu besar. Nah nanti ini kita perbaiki lagilah. Tentu ini pasti kita kerjakan. Kita nggak inginlah ada masalah dan sebagainya.

Hanya sekali lagi, ini dana perbaikan ini besar sekali. Pun ini diakui oleh kemeterian perhubungan, Bappenas. Ini diakui, ini backlog istilahnya, yang belum diperbaiki itu banyak. Nah ini kita nyicil karena pendapatannya juga kita terbatas.

Kita nyicil, mana yang mendesak kita perbaiki. Terus kita perbaiki kenapa dananya (anggaran sarana dan prasarana kereta) harus disediakan oleh negara tapi belum disediakan sampai sekarang.


Kalau untuk anggaran public service obligation (PSO)/subsidi itu bagaimana?

Kalau PSO itu, untuk tahun ini kontraknya juga belum ada kok. Bukan cuma belum cair, kontraknya saja belum. Wong yang tanda tangan harus dari saya. Nggak ada, sampai saat ini belum ada. Terus dibilang, apa KAI terus mempersulit. Saya itu yang terima uang, tidak mungkin saya mempersulit. Belum teken kok.

Kenapa dana PSO kereta belum turun? Apa setiap tahun kayak gitu ya?

Setiap tahun, saya nggak tahu bagaimana prosesnya. Kok lama sekali. Banyak hal untuk perubahan-perubahan ini harus dipersiapkan oleh kementerian perhubungan sebagai kuasa pemegang anggaran. Kami selalu mendukung kok

Artinya sampai pertengahan tahun ini PT KAI masih nombok?

Persis dan KAI rugi.

Berapa sih PSO untuk tahun ini?

Rencananya Rp 770 miliar naik dari Rp 635 miliar (tahun lalu). Kebutuhan kita kalau mau bagus, maksudnya kalau wajarlah ya. Kelas ekonomi sama KRL itu, ya kira-kira sampai Rp 1 triliun. Itu dalam kondisi yang baik lah.

Bagaimana dengan rencana revitalisasi stasiun yang ada di Jabodetabek?

Ini berdasarkan Perpres 83 tahun 2011, kita ini ditugaskan meningkatkan kapasitas angkutan KRL itu kurang lebih sampai 3 kali lipat. Jadi sampai 1,5 juta penumpang per hari di tahun 2018, 5 tahunlah. Nah ini digunakan dana komersial. Ya kita pinjam segala macam untuk investasi. Tentunya pengadaan ini tiga kali lipat. Sekarang kan setengah juta, tambahan 1 juta ini ada KRL ekonomi yang nggak pakai

Berarti sekarang KAI ekspansinya lewat dana komersial?

Iya.

Memang KAI sudah dipercaya ya?

Saya kira sudah, sejak lama. Kita ada beberapa ekspansi, satu pengembangan angkutan batubara itu sudah jalan. Terus pengembangan angkutan di Jawa juga sudah jalan. Ini juga ditambah lagi untuk bangun kereta bandara lewat Tangerang dan pengembangan KRL Jabodetabek.

Sepertinya masyarakat belum percaya dengan KAI, walaupun sudah ada upaya perubahan, Anda setuju?

Saya sepakat opini anda, mengembalikan kepercayaan masyaarakat ke KAI. Kalau bisa 5 tahun itu sudah (pulih kepercayaan) Alhamdullilah semenjak 2009. Ini yang akan dikerjakan pelan-pelan.

Apa jangka waktu 5 tahun terlalu cepat agar masyarakat percaya kepada KAI?

Kan tadi saya bilang, kalau bisa.

Terkait dengan benchmark atau pembanding manajemen KAI dengan negara mana?

Setiap negara memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Tapi kalau mau benchmark begini, kita benchmark-nya, saya nggak mau pakai India. Benchmark-nya itu di luar teknologi ya. Saya maunya dengan China atau Prancis. Dualah saya mau pakai benchmark. Terus anda bilang mereka sudah pakai kereta super cepat. Ini kan masalah pelayanan, kehandalan ya, convenience dan sebagainya.

Kapan itu tercapainya?

Ini masalahnya bukan masalah waktu, ini masalah komitmen. Organisasi ini berdiri, saya dengan 29.000 rekan (pegawai) saya ini. Komitmennya mau nggak ke situ, masyarakat juga mau nggak dan sebagainya karena ini kan milik bersama. Nah itu berapa lama, kalau saya harap 5 tahun. Apa nggak terlalu cepat? Ya saya coba saja.


Anda pernah berpengalaman di citi bank. Bagaimana perasaannya mengurus bank ke kereta?

Nah ini begini, nah ini merubah dari produk oriented ke customer oriented itu sama. Yang lain kan cuma packaging-nya saja, yang penting ini spririt-nya.

Artinya pendahulu anda sebelumnya belum ada upaya itu?

Sebelumnya menurut saya minimal.

Anda yakin dalam 5 tahun ini, dasar pelayanan ini bisa lebih baik?

Kalau dasar saya yakin tapi kalau sampai bagus sekali ini tergantung sekali sama harga karcis kalau anda naik KRL di Jepang commuter dari satu stasiun ke stasiun lain jaraknya cuma 5-6 km, paling panjang 10 km. Itu Rp 16.000. Jadi Jakarta Bogor Rp 80.000, mau? Sudahlah saya sepotong separuh, seperempatnya deh. Karena temen-temen saya (pegawai) ini makannya pecel bukan makan sushi. Oke Rp 20.000, bagus pasti. Loh nggak, kita fair gitu loh. Di seluruh dunia ini pada umumnya, kereta api itu harganya lebih mahal daripada bus.


Rencana sterilisasi stasiun-stasiun bagaimana rencananya?

Jadi gini, kita akan meperpanjang peron supaya panjang rangkaiannya bisa lebih panjang yang kedua itu kita ingin sterilisasi peron supaya orang itu kalau mau naik kereta itu tidak ada kesempatan untuk tidak bayar sebenernya itu kan.

Jadi saya juga menghimbau kepada masyarakat tolonglah kalau harga karcisnya relatif bisa terjangkau tapi tidak mau bayar. Ini kan tidak membuat kereta api ini menjadi lebih baik, sebenernya itu.


Soal ramainya pejabat dan politisi mulai tertarik naik kereta, apa tanggapan anda?

Kami sendiri bisa saja, yang penting bayar. RI 1 saja bayar waktu ke Cilacap naik kereta. Pak Dahlan pun beli karcis kok ya. Kami terus ya begini, kalau banyak orang-orang besar itu sudi naik kereta kami itu terima kasih. Karena itu alat promosi bagi kami. Kami terimakasihlah dibantu promosi gratis, meskipun beliau bayar. Ini Menristek naik kereta ke Purwokerto. Sekarang ini, mobilnya itu diparkir di depan.


Mungkin apakah sekarang ini kereta sudang dianggap kelihatan bersih oleh pejabat?

Mudah-mudahan, beliau-beliau juga merasa bahwa kereta ini dapet diandalkan.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads