Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan mengatakan PT KAI belum berencana ekspansi di bidang kereta api hingga 10 tahun ke depan.
Ia pun mengaku tak akan tersaingi dengan bakal hadirnya layanan transportasi massal di Jabodetabek seperti Mass Rapid Transit (MRT), yang rencananya beroperasi di 2016. Satu-satunya ekspansi yang dilakukan adalah proyek kereta api Bandara Soekarno-Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT KAI kabarnya juga serius mengembangkan bisnis properti?
Properti kereta api itu banyak yang belum diperdayakan, macam-macam nanti akan ada mal, hotel, pasar moderen, apartemen juga. Untuk mal masih dalam rencana, mungkin di Bandung, bukan stasiun Bandung, di area lain, juga kota-kota kelas dua seperti Cirebon, Tegal, mulai akhir tahun. Satu-satulah.
Apa betul banyak aset KAI yang menjadi sengketa?
Bukan hanya ada, tapi banyak aset-aset kereta api yang menjadi sengketa mungkin puluhan bahkan ratusan kasus. Nilainya saya tidak tahu, karena dulu nggak diurus, lalu diduduki orang lalu jadi sengketa.
Kita nggak pernah menghitung, yang penting kita dapatkan kembali. Ini menjadi prioritas, karena akan menambah pendapatan. Misalnya bbanyak rumah dinas kita di Manggarai banyak tak bayar sewa, walauapun pensiunan harus bayar sewa, karena ketentuanya harus bayar. Di kompleks Manggarai, itu punya KAI.
Kereta Bandara Soekarno-Hatta progresnya oleh KAI sampai mana?
Kita sedang menyiapkan semua dokumentasi detil egineering design, kajian hukum, kajian keuangan yang akan kami ajukan ke kementerian perhubungan dan keuangan. Bulan ini akan kita masukkan, kalau disetujui kita akan proses pengadaan, pembangunan jalan. Kereta bandara itu ada yang elevated dan di bawah. Belum ada pembebasan lahan, saya nggak berani ngomong, nanti harga tanahnya keburu naik.
Total investasi untuk kereta bandara berapa?
Total investasi sekitar Rp 2,5 triliun, ini untuk jurusan dari Manggarai-Sudirman-Duri-Tanah Abang-Tangerang, nanti beloknya kemana nanti kita lihat.
Hitungan waktu dan tarif kereta bandara?
Mungkin sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 75 ribu, ini benar-benar komersial, karena keretanya juga bagus. Waktu perjalanan kira 60-70 menit.
Kok lama ya jarak tempuhnya dari Manggarai ke Bandara sampai 60 menit?
Kalau naik mobil waktunya berapa lama, kira-kira satu jam lah, ya kita menjual kepastian. Kalau sekarang berangkat dari Gambir bandara sampai 1 jam tidak? Kenapa nggak sampai 30 menit? bisa, tapi banyak perlintasan liar. Perlintasan liar itu kalau ditutup dampak sosialnya besar.
Di luar Jawa itu kan seperti Kalimantan, banyak yang rindu ingin ada kereta, apakah ada rencana ekspansi?
Kita nggak ekspansi, KAI fokus pada (rel) yang sudah existing, daerah operasi di Jawa maupun Sumatera kita saat ini sebenarnya pekerjaan rumah masih banyak. Kita konsentrasi sampai 10 tahun kedepan, setelah itu nggak tahu, pengganti saya mau mengembangkan lagi.
Kalau ada pemain baru selain KAI gimana?
Nggak apa, nggak apa-apa, silakan saja. Termasuk kalau di Jabodetabek seperti ada MRT kita nggak merasa tersaingi. Spirit itu adalah connectivity, makin ada konektvitasnya malah semakin bagus. Kita malah berharap, kita connect dengan busway satu tiket nggak apa-apa, itu spiritnya.
Yang existing saja masih harus banyak yang ditingkatkan, nggak usah ekspansi dulu lah, termasuk pelayanan. Ini tergantung sarana dan prasarananya disiapkan nggak oleh pemerintah, seperti Jobodetabek kalau kita sendiri yang menyiapkan mungkin butuh 10 tahun untuk lebih baik.
Pak Presiden telah menandatangani soal pengaturan anggaran soal penyediaan anggaran sarana dan prasarana kereta api, tapi implementasinya belum, kita tunggu saja.
Setahun untuk sarana dan prasarana kereta api kalau mau ideal kira-kira Rp 2 triliun-2,5 triliun. Kalau sekarang kami anggarkan paling banyak Rp 700-800 miliar, ya kita akhirnya seperti pemadaman kebakaran saja hanya safety saja yang dijaga, tapi kalau kenyamanan agak sulit, untuk prasarana, salah satunya kereta anjlok.
Posisi kereta api Indonesia kalau dibandingkan dengan negara lain setara dengan siapa?
Sampai saat ini belum ada survei, tapi kita rutin mengirim pegawai untuk pelatihan pelayanan di Perancis dan China, kalau Jepang itu nggak ngejar, nanti Juni akan ada training.
Terkait SDM, banyak pegawai KAI banyak yang di bawah SMA termasuk SMP dan SD?
Jadi SLTA atau ke bawah itu dari 29.000 pegawai KAI, kira-kira 27.000, yang di bawah SLTA ada 4.000 orang. Untuk di bawah SLTA kita sudah tak terima, minimal SLTA. Ini memang belum ideal, tapi ini harus kita lalui, ini memang terkait dengan pelayanan. Kalau nanti sampai pegawai minimal SLTA mungkin butuh 5-10 tahun.
Memang PT KAI banyak buka lowongan saat ini?
Setahun mungkin 1.000-2.000, untuk menggantikan yang pensiun untuk regenerasi, sekarang ini dibutuhkan 1.500 termasuk bidang-bidang sipil, elektro, mesin, listrik, kesehatan, ekonomi, geologi, geodesi, statistik, akuntasi, dan hukum.
Kinerja KAI dari tahun ke tahun sepertinya makin membaik?
Nggak naik drastis, cuma dari sisi volume penumpang dan barang naik (200 juta penumpang/tahun dan 20 juta ton barang/tahun). Terutama angkutan barang paling banyak menyumbang.
Laba kita sebelum pajak tahun lalu kira-kira sekitar Rp 300 miliar, kalau dulu kalau untung sedikit sekali. Pernah kita sampai rugi Rp 80 miliar, kemudian tahun 2009 Rp 154 miliar sebelum pajak. Target kita tahun ini sebelum pajak Rp 400 miliar, paling banyak ditopang angkutan barang.
(hen/dnl)











































