Di beberapa negara maju, katakanlah negara di Eropa dan AS, hampir sebagian besar transaksi yang terjadi dilakukan secara non tunai. Di sana, hampir jarang dijumpai adanya transaksi yang menggunakan uang tunai, terlebih apabila nilainya cukup besar.
Selaku regulator perbankan, Bank Indonesia (BI) menyatakan dukungan terhadap cashless society karena biaya pencetakan uang cukup mahal, bahkan kedua termahal setelah anggaran operasi moneter BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut wawancara detikFinance dengan Direktur Utama Peruri, Junino Jahja di sela-sela kesibukannya di Jakarta, Rabu (4/7/2012).
Peruri dikenal sebagai perusahaan pencetak uang pesanan Bank Indonesia. Dengan cashless society apakah mempengaruhi pola pemesanan uang dari regulator perbankan Indonesia ini?
Memang sekarang jamannya masyarakat tanpa uang (cashless society). Sehingga pesanan uang dari Bank Indonesia sedikit berkurang. Bukan dari sisi jumlah namun waktu cetak menjadi mundur, tidak lagi di awal tahun.
Memang berapa rata-rata Bank Indonesia memesan uang ke Peruri?
Untuk tahun 2012, Bank Indonesia pesan 6,2 miliar lembar uang. Namun jumlah lembarnya saya tidak ingat. Yang saya maksud pesanan berkurang, Bank Indonesia tahun ini baru cetak bulan April lalu karena persediaan uang mereka masih cukup.
Apa strategi Peruri dalam menghadapi tekanan pengurangan pesanan cetak uang dari Bank Indonesia?
Tantangan utama kita yang sudah ditemui tahun-tahun sebelumnya adalah teknologi. Masyarakat tren sudah ada ePayment. Payment bukan cuma uang, juga ada elektronik passpor, elektronik cukai dan itu kita produksi.
Jadi Peruri mesti ke sana. Kita akan membentuk anak usaha ePayment, namanya Peruri Digital Security atau disingkat (PDS). Anak usaha ini akan memproduksi ePayment, eCukai, ePasspor. kita sudah memulainya sebagai anak usaha di bidang business electronic solution.
PDS sebagai anak usaha baru akan menjadi penopang bisnis Peruri di kemudian hari?
Untuk saat ini business electronic solution menjadi kombinasi bisnis dari percetakan yang ada sekarang. Namun ke depan, dia bisa dapat lebih besar seiring makin berkembangnya masyarakat tanpa uang cash tadi.
Lagi pula, Indonesia memang latah (dalam bertransaksi eMoney) dan pemakaian internet di Indonesia tinggi sekali. Saya saja keluar uang cash seminggu sekali, waktu di Masjid, sisanya pakai Kredit Kredit dan Internet (Banking).
Pembenahan internal Peruri dengan adanya bisnis baru ini, seperti apa?
Modal tentu kami akan penyertaan langsung di anak usah baru ini. Jumlahnya besar karena tantangan yang tadi saya sudah sebut, teknologi.
Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), kita tingkatkan kemampuannya. Kita akan mencarai SDM yang pakar IT (Information Technology) dan pakar Security. Kita juga terus melakukan efisiensi serta mengembangkan teknologi-teknologi baru yang lebih murah.
Peruri yang sekarang sudah beda dengan yang dulu karena punya pekerjaan rumah besar dalam menjawab pola transaksi yang ada di masyarakat saat ini?
Memang, selain memproduksi uang Peruri akan kehilangan hak monopolinya. Seperti pada cukai, passpor dan buku tanah. Ini menjadi tantangan meski masalahnya (Peruri) belum biasa bersaing.
Apakah rencana pengembangan anak usaha bidang ePayment ini sudah diketahui Menteri BUMN, Dahlan Iskan?
Kita dalam setiap melakukan apa sudah lapor ke Kementerian. Namun memang belum pernah rapat khusus mengenai itu (Peruri) dengan pak Menteri.
Untuk bisnis as usual dalam mencetak uang, selain mengandalkan pesanan Bank Indonesia, Peruri menerima pesanan dari pihak lain?
Kita rencana ikut tender baru untuk Nepal tahun ini, setelah tahun lalu kami juga cetak uang negara Nepal. Selain Nepal tender juga kami lakukan di satu negara di Amerika Selatan. Tentu semua aspek akan dilihat, termasuk keamanan.
Khusus pengamanan, produksi uang rupiah kami canggih jadi sangat sulit dipalsukan. Feature uang kita banyak dan dikatakan salah satu terbaik di dunia setelah Swiss Franc dan mata uang Euro. Bahkan (pengamanan) US dollar dan Yen (Jepang) di bawah kita.
Uang Tunai Makin Ditinggalkan, Bagaimana Nasib Perum Peruri? (wep/dru)











































