Program transmigrasi hingga kini sudah berjalan masuk tahun ke-35. Namun kenyataanya masih banyak kekurangan disana sini termasuk soal anggaran. Hasilnya banyak fasilitas infrastruktur di kawasan transmigrasi yang tak tersentuh pembangunan.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, yang biasa disapa Cak Imin nampaknya sadar soal kenyataan ini. Ia tahun depan berencana akan mengurangi pengiriman transmigran ke kawasan-kawasan transmigrasi. Kenapa?
Berikut ini petikan wawancara detikFinance dengan Muhaimin Iskandar di lokasi transmigrasi Kumai Seberang, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kemarin (19/11/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program transmigrasi memang membutuhkan perjuangan berat. Hanya orang orang yang bersungguh-sungguh yang bakal survive dan berhasil di lokasi transmigrasi seperti di Kumai Seberang ini.
Selain itu setelah berjuang selama sekitar 4 tahun, warga transmigran di Kumai Seberang mulai bisa menikmati hidupnya dengan mengandalkan usaha tanaman kelapa sawit.
Mengenai anggaran program transmigran, tahun ini berapa dan apakah sudah ideal?
Meskipun anggaran program transmigrasi sangat terbatas, namun pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas pemukiman transmigran yang dititikberatkan pada peningkatan sarana prasarana transportasi, penerangan dan peningkatan perekonomian masyarakat.
Program transmigrasi adalah program yang penuh dengan keterbatasan salah satunya anggaran, tahun depan saya akan kurangi pemberangkatan.
Pertahun Kementerian memberangkatkan 90.000 transmigran ke seluruh pelosok daerah terpencil (termasuk kawasan perbatasan). Tahun depan kita hanya memberangkatkan 45.000 transmigran saja.
Dananya sangat minim dan kurang ideal untuk membangun sarana dan prasarana penunjang. Setiap tahun Kementerian mengalokasikan dana sebesar Rp 800 miliar untuk proyek pengembangan transmigrasi.
Anggaran ini dirasa cukup minim karena idealanya program transmigrasi membutuhkan Rp 5 triliun. Dana ini sekaligus sebagai pengembangan infrastruktur seperti air, listrik dan jalan yang cukup minim.
Infrastruktur jalan di desa transmigran ini kurang baik, tanggapan Anda?
Jalan butuh perhatian banyak sektor, meskipun posisinya sangat sempit. Jalan transmigran tidak mendapatkan perhatian dari Pekerja Umum (PU) karena bukan jalan negara dan bukan program pusat, tidak mendapatkan perhatian dari provinsi karena bukan jalan provinsi, tidak mendapatkan perhatian dari program kabupaten karena ia merupakan kawasan binaan yang dalam.
Oleh karena itu butuh integrasi dari semua sektor agar infrastruktur terutama jalan mendapat prioritas. Upaya kita untuk meningkatkan infrastruktur jalan tentu kerjasama lintas sektoral terus kita pacu. Kita meminta penerapan UU Ketransmigrasian ini berlaku lebih lagi untuk kementerian lain dan mendapat perhatian anggaran di masa yang akan datang.
(wij/hen)











































