Executive Director and Group CEO Courts Asia Terry O'Connor mengungkapkan kebanggaannya membuka toko perdana dan terbesar di Indonesia dan optimis produk-produk yang ditawarkan bisa diterima oleh masyarakat Indonesia.
Ia pun sempat mengungkapkan alasan mengapa dipilih Indonesia sebagai target ekspansinya. Berikut cuplikan wawancaranya dengan detikFinance setelah pembukaan toko di Bekasi, Sabtu (18/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benar, ini yang terbesar yang kami punya.
Kenapa pilih Indonesia?
Indonesia memiliki populasi yang besar, di Bekasi khususnya memiliki 2,5 juta penduduk. Kami melihat peluang furnitur di sini sangat besar, beberapa pelaku ritel dari mulai perangkat keras, banyak pelaku ritel elektronik juga berkembang cukup kuat jadi kami percaya ini merupakan peluang yang berharga.
Bila melihat pasar, melihat karakteristik individu, bila kami bisa membawa toko yang memiliki nilai lebih seperti semua toko kami yang sudah berdiri di Singapura dan Malaysia.
Apa yang anda liat dari Indonesia, apa peluangnya?
Indonesia adalah hal yang menarik untuk saya. Populasi kaum muda, pertumbuhan kalangan. Kelas menengah yang kuat. Meskipun tranportasi masih jadi masalah tapi dalam janga panjang tampaknya pemerintah (Indonesia) akan berfokus pada infrastruktur.
Kami melihat pelanggan dari usia muda. Mereka, permintaan terhadap produk furnitur sangat kuat. Jadi kami melihat ini sebagai hal yang menjanjikan.
Dan untuk menjawab tantangan itu, sama seperti toko yang sudah ada di Singapura dan Malaysia kami akan memberikan semua hal yang maksimal bagi pelanggan. Kami memiliki kemampuan seperti pegawai yang bisa berbahasa Indonesia. Ini adalah cara kami juga untuk menjawab tantangan Asean Economic Community.
Apa Anda tidak khawatir dengan kondisi politik saat ini?
Politik bagi kami bukan masalah yang perlu dirisaukan, politik selalu berubah dalam jangka panjang. Tugas kami adalah bersikap kooperatif dengan kondisi tersebut.
Bagaimana menurut Anda tentang aturan ritel di Indonesia, terutama berkaitan dengan impor?
Kami pikir tidak ada masalah. Selama ini kami masuk melalui asosiasi retail. Rekan asosiasi retail kami di Singapura dan Malaysia cukup aktif menjalin komunikasi dengan kementerian terkait. Jadi kami merasa cukup terbantu. Dan kami merasa tidak menemukan perbedaan yang terlalu berarti.
Apa yang Anda lihat dari bekasi utamanya?
Polpulasi yang kuat, lokasi yang dekat dengan pelanggan kami ini memberi keuntungan. Kebanyakan pelaku retail masuk ke area CBD (pusat perkembangan bisnis) tapi kalau di CBD dihadapkan pada tantangan mahalnya lahan dan populasi di CBD lebih melihat merek mewah yang mahal.
Sedangkan kami menjual seperti mesin cuci dengan harga yang lebih murah, apa yang Anda pikirkan. Jadi kami berpikir untuk keluar dari kota dan memilih tempat seperti ini (Bekasi) di Timur dan BSD di Selatan (kota Jakarta) adalah lokasi yang tepat. Karena seperti di Bekasi, setiap hari orang tinggal dan itu peluang yang bagus.
Bagaimana dengan IKEA?
Kami menyukai IKEA. Bahkan toko kami di Singapura itu berada dalam satu lokasi dengan IKEA. Kami tidak bersaing, tapi malah berkolaborasi, kami dalam satu area, dalam satu kawasan ritel yang terintegrasi bersama dan kami saling mendukung.
IKEA tidak menjual produk elektronik. Dalam urusan furnitur, IKEA lebih mengutamakan produk dengan merek IKEA sendiri. Jadi overlaping antara produk-produk yang kami jual sangat kecil. Mungkin hanya sekitar 3%. Tidak lebih dari 3%. Jadi adalah hal yang baik bila kami bekerjasama dengan IKEA.
Apa berarti segmennya berbeda?
Bukan berbicara soal segmen yang berbeda, tetapi lebih ke produk kami yang satu sama lain kami tidak menjual produk yang sama.
IKEA membidik pasangan muda yang baru memulai rumah tangga. Kami juga begitu tapi kami lebih memberikan fokus pada lebih banyak kategori seperti anak-anak, individu lintas generasi dan sebagainya. Jadi target market kita lebih luas. Kami melihat IKEA adalah pelaku ritel yang baik tapi kami sangat berbeda jadi tak masalah bila kami saling berdekatan.
Apa Anda punya rencana untuk membangun toko lain di Indonesia? Setelah bekasi tentunya?
Ya, tentu kami ingin. Kami punya rencana dalam 4 tahun membangun beberapa toko di sekitar Jakarta. Di BSD mungkin akan kita mulai awal tahun depan. Kami juga akan mempercepat ekspansi untuk membangun pangsa pasar lokal karena pertumbuhan di Indonesia sangat cepat.
Kenapa Jakarta? Kenapa nggak Medan atau Surabaya?
Kami sebenarnya ingin di mana-mana. Tapi kami pikir kami harus memulai dengan sesuatu yang serba efisien. Efisien dalam rantai distribusi, efisien dalam belanja marketing (iklan), membangun jaringan yang kuat dalam hal distribusi. Karena kami harus membangun merek yang kuat terlebih dahulu. Jadi kami pilih lokasi-lokasi ini dulu baru bisa beranjak ke lokasi yang lain.
Apa startegi Courts untuk menjawab tantangan di Indonesia?
Yang kami lakukan sekarang adalah membuat produk yang paling dibutuhkan masyarakat. Banyak pelanggan yang menginginkan produk yang khusus hanya mereka yang punya, itu yang kami berikan. Fitur-fitur seperti sofa maker kami sediakan. Dan, setiap lokasi punya kekhususan selera jadi kami gandeng juga mitra lokal, produk lokal.
(dna/ang)











































