Cerita Menteri Basuki Blusukan Bareng Jokowi ke Tanah Sumatera

Wawancara Khusus Menteri PU Pera

Cerita Menteri Basuki Blusukan Bareng Jokowi ke Tanah Sumatera

- detikFinance
Kamis, 27 Nov 2014 08:55 WIB
Cerita Menteri Basuki Blusukan Bareng Jokowi ke Tanah Sumatera
Basuki Hadimuljono, Menteri PU Pera
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menyelesaikan kunjungan lapangan atau yang biasa dikenal sebagai blusukan selama 2 hari di tanah Sumatera. Jokowi meninjau pelabuhan, pembangkit listrik, sampai sawah.

Berangkat dari Pelabuhan Merak, Banten, disambung perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheuni, Lampung, Jokowi didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja. Di antaranya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mentteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. ‬

Kepada detikFinance, Basuki menuturkan hasil blusukan bersama sang Presiden. Berikut petikan wawancara dengan sosok menteri berkumis putih ini saat dijumpai di kantornya, Rabu (26/11/2014) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemarin Bapak ikut Pak Jokowi blusukan ke Sumatera. Apa saja hasilnya?
Pak Jokowi kemarin mengunjungi beberapa titik. Yang dilihat dari mulai pelabuhan, kemudian lahan pertanian, dan beberapa infrastruktur lain. Kami para menteri teknis diminta melihat langsung kondisi dilapangan dan segera mengambil tindakan apa yang bisa dikerjakan di bidang kami masing-masing.

Arahannya jelas dari beliau (Presiden Jokowi) untuk mencapai target ketahanan pangan dalam 3 tahun. Kemudian juga terkait konektivitas antar pulau yang diinginkan Pak Presiden dengan mengedepankan kemaritiman.

Bagaimanakah peran Kementerian PU Pera di sektor maritim?
Begini. Pelabuhan itu butuh infrastruktur penunjang seperti jalan akses dan sebagainya. Nanti PU Pera masuk di situ. Termasuk kita bangunkan rumah susun layak untuk para pekerja pelabuhan. Itu bagian dari sinergi antar kementerian.

Kalau bicara pelabuhan bisa ke Pak Menhub, saya nggak bicara jauh ke sana. Cuma, kemarin waktu naik kapal RORO (Roll On-Roll Off) Pak Presiden pesan supaya manajemen dan perawatan pelabuhan bisa dibantu Pemerintah Daerah. Beliau kan sempat lihat loket dan beberapa fasilitas pelabuhan. Yang pakai jalan, masyarakat semakin banyak jadi perhatiannya juga harus makin ekstra.

Dalam blusukan kemarin, apa tugas untuk Kementerian PU Pera?
Utamanya menunjang sektor pertanian. Seperti sebelumnya sektor pertanian butuh disokong supaya bisa lebih efisien. Petani-petani kita butuh air, butuh lahan lebih luas. Jadi kita buatkan bendungan, irigasi-irigasi. Kalau sudah panen, mereka butuh jalan yang bagus supaya hasil panennya bisa dibawa. Saya, hubungannya dengan irigasi. Di sana mau dilakukan rehabilitasi irigasi 35.000 hektar.

Sempat dengar keluhan masyarakat?
Kebetulan saya nggak sampai habis dampingi Pak Presiden. Dari Bakauheuni saya langsung ke lahan pertanian di sentra padinya Kabupaten Lampung Tengah. Presiden sambung ke Bukit Asam, terus ke Bengkulu. Saya nggak ikut.

Tapi kalau di pertanian, mereka keluhkannya air termasuk pupuk. Kemarin yang diminta pupuk, dan Pak Mentan sudah menjawab. Kemudian diajak direktur Sang Hyang Seri, Pusri, serta beberapa perusahaan benih dan pupuk.

Arahannya untuk pupuk dan benih nantinya akan penunjukan langsung. Petani kita ini kasihan, kelamaan tunggu akhirnya musim tanamnya terlewat. Waktu mau tanam pupuknya nggak ada. Jadi begitu.

Terkait bendungan, pemerintah punya target membangun 49 untuk 5 tahun ke depan. Mengapa bendungan?
Jadi begini. Sawah-sawah kita itu sebagian besar tadah hujan. Mereka tanam kalau lagi musim hujan saja. Kalau kemarau mereka nggak bisa. Kalau musim hujan juga belum tentu semua persawahan bisa ditanam, kalau banjir banyak lahan pertanian yang rusak.

Kalau ada bendungan, air hujan bisa ditampung. Yang masuk ke sungai juga bisa diatur supaya nggak banjir. Jadi nanti pas kemarau petani bisa tetap tanam. Nantinya sepanjang tahun stok bisa aman, kalau stok aman harga di pasarnya juga stabil. Makanya kita buatkan bendungan supaya petani tanamnya tidak perlu tunggu musim hujan.

Kemudian juga bendungan ini sedang kita kaji untuk multipurpose. Bagaimana bisa pasang PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di sana. Sekarang ini listrik kita banyak pakai fosil. Jadi terpengaruh juga kalau harga minyak dunia naik. Padahal kan sumber daya kita banyak. Cuma tinggal dimaksimalkan saja.

Apakah pembangunan infrastruktur masih lebih banyak di Jawa saja?
Oh, nggak dong. Ini kita kemarin itu kan juga di Sumatera. Lampung, kemudian sebelumnya Jambi. Nanti ada yang mau groundbreaking di NTT.

(dna/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads