Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampaknya karena minyak masih menjadi penyumbang penerimaan negara. Seberapa besar pengaruh anjloknya harga minyak terhadap penerimaan negara? Atau adakah sisi positif dari penurunan harga minyak tersebut?
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskannya kepada detikFinance dalam wawancara khusus di sela-sela agenda Asian Infrastructure Investmen Bank (AIIB) di Beijing :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal harga minyak dunia yang terus turun, bagaimana menurut Anda?
โHarga minyak memang akan terus turun, selama kondisi Internasional masih tetap begini. Amerika Serikat, Rusia dan negara-negara Timur Tengah adalah para pelaku yang membuat harga minyak terus turun.
Bagaimana dampaknya ke penerimaan negara?
PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sudah pasti turun, kamrin cuma sekitar Rp 70 triliun (APBN). Ya, akan kurang lagi sudah. Kita ikut perkembangan harga minyak. Cuma yang pasti kita memang sudah tidak bergantung lagi kepada harga minyak.
โApa ini berarti tak perlu dikhawatirkan?
Harusnya tahu sejak tahun 2000, Indonesia sudah tidak bergantung lagi dengan penerimaan minyak, memang cukup besar dalam PNBP, tapi sudah kalah dengan penerimaan pajak dan bea cukai. Jadi kuncinya penerimaan negara itu bukan minyak, Sehingga nggak usah khawatir berlebihan, minyak turun, PNBP turun, PPh migas turun, tapi sumber penerimaan kita kan bukan minyak.
Adakah sisi positif dari penurunan harga minyak?
Kita ambil sisi positifnya saja, impor minyak berarti lebih rendah. Bisa memperbaiki neraca perdagangan, harga BBM bisa menjadi lebih rendah menguntungkan masyarakat. Melihat dari arah sana lebih bagus dibandingkan memikirkan penerimaan yang nggak ada relevansinya.
(mkl/hns)











































