Menkeu: Nggak Perlu Khawatir Harga Minyak Turun

Wawancara Khusus

Menkeu: Nggak Perlu Khawatir Harga Minyak Turun

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2016 14:10 WIB
Menkeu: Nggak Perlu Khawatir Harga Minyak Turun
Jakarta - Harga minyak dunia masih menjadi sorotan. Bila beberapa tahun lalu, harganya masih berada di atas US$ 100 per barel, sekarang malah anjlok ke level di bawah US$ 30 per barel.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampaknya karena minyak masih menjadi penyumbang penerimaan negara. Seberapa besar pengaruh anjloknya harga minyak terhadap penerimaan negara? Atau adakah sisi positif dari penurunan harga minyak tersebut?

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskannya kepada detikFinance dalam wawancara khusus di sela-sela agenda Asian Infrastructure Investmen Bank (AIIB) di Beijing :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut petikan wawancaranya:

Soal harga minyak dunia yang terus turun, bagaimana menurut Anda?

โ€ŽHarga minyak memang akan terus turun, selama kondisi Internasional masih tetap begini. Amerika Serikat, Rusia dan negara-negara Timur Tengah adalah para pelaku yang membuat harga minyak terus turun.

Bagaimana dampaknya ke penerimaan negara?

PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sudah pasti turun, kamrin cuma sekitar Rp 70 triliun (APBN). Ya, akan kurang lagi sudah. Kita ikut perkembangan harga minyak. Cuma yang pasti kita memang sudah tidak bergantung lagi kepada harga minyak.

โ€ŽApa ini berarti tak perlu dikhawatirkan?

Harusnya tahu sejak tahun 2000, Indonesia sudah tidak bergantung lagi dengan penerimaan minyak, memang cukup besar dalam PNBP, tapi sudah kalah dengan penerimaan pajak dan bea cukai. Jadi kuncinya penerimaan negara itu bukan minyak, Sehingga nggak usah khawatir berlebihan, minyak turun, PNBP turun, PPh migas turun, tapi sumber penerimaan kita kan bukan minyak.

Adakah sisi positif dari penurunan harga minyak?

Kita ambil sisi positifnya saja, impor minyak berarti lebih rendah. Bisa memperbaiki neraca perdagangan, harga BBM bisa menjadi lebih rendah menguntungkan masyarakat. Melihat dari arah sana lebih bagus dibandingkan memikirkan penerimaan yang nggak ada relevansinya.

(mkl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads