Sudirman Said: Krisis Listrik di Pulau Nias Selesai Sebentar Lagi

Wawancara Khusus

Sudirman Said: Krisis Listrik di Pulau Nias Selesai Sebentar Lagi

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2016 09:53 WIB
Sudirman Said: Krisis Listrik di Pulau Nias Selesai Sebentar Lagi
Foto: Ari Saputra
Morotai - Sudah 5 hari sejak Jumat (1/4/2016) lalu, Pulau Nias mengalami krisis listrik akibat 2 PLTD sewa 2x10 MW berhenti beroperasi. Kedua mesin PLTD itu terletak di Moawo 10 MW dan Idanoi 10 MW.

Pada Jumat (1/4/2016) malam, pukul 22.21 WIB, pemilik PLTD sewa memberhentikan operasi mesin tersebut karena masalah kontrak dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Saat ini, Nias mengalami krisis listrik sebanyak 74,07% atau sebesar 20 MW dari total beban puncak sebesar 24 MW.

Tetapi, Menteri ESDM Sudirman Said yakin krisis listrik di Nias akan segera berakhir, masyarakat pun akan kembali beraktivitas seperti biasa. PLN dinilainya telah bergerak cepat mengatasi masalah. Dirinya juga yakin kejadian serupa tak akan terjadi lagi di kemudian hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut petikan wawancara detikFinance saat menemui Sudirman dalam kunjungan kerja ke Pulau Morotai:

Pulau Nias sudah krisis listrik selama 4 hari. Bagaimana agar krisis ini bisa ini cepat selesai?

Kami apresiasi PLN yang dengan cepat berupaya mengatasinya. Mereka sudah mulai mobilisasi alat-alat, genset, sudah mulai diatasi, sebentar lagi selesai. Kalau masalah kontrak dengan penyedia jasa biar mereka selesaikan.

Apa yang perlu dibenahi supaya daerah lain tidak mengalami hal serupa?

Kita tahu itu kan sebenarnya hubungan antara vendor dengan PLN yang sedang negosiasi, sangat disayangkan mengapa listrik di Nias sampai diputus. Kita harus cari tahu dari keduanya, bagaimana PLN meng-handle, juga sejauh mana sikap dari vendor itu.

Hal yang menggembirakan menurut saya adalah PLN bergerak cepat mengatasi krisis listrik itu. Sebagian besar sudah menyala, tinggal sedikit.

Kita akan ingatkan mereka agar segera menyelesaikan dispute dengan penyedia jasa sewa PLTD.

Di banyak daerah, PLN banyak bergantung pada vendor dan IPP swasta. Apakah tidak sebaiknya Kementerian ESDM meningkatkan peran PLN dalam proyek 35.000 MW supaya hal seperti ini tidak terjadi?

Itu kan case saja, tidak berarti kasus itu terjadi di mana-mana. Saya tidak ingin menggunakan ini sebagai contoh. Dari sekian ratus vendor kan 1-2 saja yang bermasalah.

Saya kira berbeda. Kalau skema IPP dan sewa berbeda. Dalam bisnis dimana pun saling support itu sehat. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads