Follow detikFinance
Rabu 01 Mar 2017, 07:34 WIB

Wawancara Khusus Dirut KAI

Rencana KAI Remajakan 800 Kereta dan Bikin KRL Bertingkat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rencana KAI Remajakan 800 Kereta dan Bikin KRL Bertingkat Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan moda transportasi masa berbasis rel. Ini bisa dilihat pada proyek proyek Light Rail Transit (LRT) maupun Mass Rapid Transit (MRT), yang sedang dikerjakan.

Seiring dengan upaya tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga menyiapkan armada kereta yang lebih baik bagi masyarakat. Setelah sukses dengan KRL Commuter Line Jabodetabek, KAI akan meremajakan kereta yang berusia di atas 30 tahun hingga menyediakan armada kereta bertingkat.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, menjelaskan rencana tersebut dalam wawancara khusus dengan detikFinance, di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Jalan H. Juanda, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017). Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kondisi perkeretaapian saat ini?
Kalau saya boleh mengulas secara menyeluruh kondisi perkeretaapian di Indonesia saat ini sungguh mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat bahwa kereta api adalah public service, angkutan massal. Nah, kesempatan ini yang harusnya diambil oleh KAI untuk membuktikan bahwa kita bisa memberikan layanan kepada masyarakat dengan baik.

Jadi pemerintah sekarang luar biasa memberikan perhatian ke kereta api, maksudnya transportasi massa berbasis rel. Karena sekarang muncul MRT, muncul LRT, muncul di Surabaya kereta dalam kota, ada semua transportasi berbasis rel ini, di era ini digenjot. Maka, ini kesempatan bagus kita memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jadi kita bergotong-royong. Karena yang diandalkan hari ini, itu kan KRL. Ya, KRL (menampung) sampai 900 ribu per hari, kalau KRL berhenti sehari saja bisa gawat.

Berapa armada yang dimiliki KAI saat ini?
Sampai saat ini total kereta yang kita punya 1.564 unit. Dari jumlah itu, 51%-nya itu keretanya sudah tua. Sudah di atas 30 tahun, sampai 50 tahun. Itu yang kita ingin lakukan peremajaan. Itu yang kita ingin perbarui.

Tidak tambah kereta baru?
Bukan menambah, tapi meremajakan. Kalau meremajakan itu, yang tua ditaruh, yang baru ini dimasukkan. Karena ini sudah terlalu tua. Tapi, kalau dari sisi kesehatan atau keselamatan, masih oke. Tetapi usia 30-50 tahun kan sudah sangat tua. Itu 51% dari 1.564 tadi. Jadi kira-kira 800-an seingat saya. Itulah yang ingin kita remajakan bertahap. Enggak sekaligus ya, karena peremajaan ini dilakukan PT INKA (Industri Kereta Api), sehingga tidak bisa dilakukan sekaligus, bertahap, supaya nanti menjadi lebih baru.

Rencana KAI Remajakan 800 Kereta dan Bikin KRL BertingkatFoto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance


Kalau peremajaan, apa saja yang diganti?
Keretanya. Kalau lokomotif, kita kan sudah beli, sampai 100 tahap pertama, lalu 50 tahap kedua. Berarti sudah 150 kita punya lokomotif.

Kapan peremajaan itu dilakukan?
Tahun ini kita mulai, tapi menurut saya sih cepat. Kalau INKA memang bersedia, saya kira memang cepat.

Siapkan berapa anggaran untuk peremajaan?
Itu bermacam-macam, ada K1-nya berapa, eksekutif berapa, kemudian K3 ekonominya berapa, jadi berbeda. Kalau total anggarannya itu berapa saya enggak hafal pastinya, karena beragam. Hanya, hitungan kasarnya itu, untuk tahun 2017 ini akan ada peremajaan 438 kereta, nah satu keretanya paling tidak Rp 4,5 miliar.

Peremajaan dimulai tahun ini dan sampai kapan?
Itu tiga tahun, 2017, 2018, 2019. Targetnya kalau bisa 2019 itu yang tua-tua sudah bisa kita remajakan. Sebanyak 51%, itu sekitar 800-an.

Selain peremajaan, ada rencana lain yang disiapkan?
Kita sedang studi juga, KRL ini double deck.

Double deck maksudnya apa?
Ya kalau sekarang mau memperpanjang, sekarang 10 gerbong sudah paling maksimal. Enggak bisa tambah lagi, jadi paling ke atas. Nah kita lagi studi, kalau itu mungkin, paling enggak satu saja kita beli.

Jadi, mau bikin kereta tingkat?
Iya, kenapa tidak? Kan kapasitasnya nambah.

Studi KAI mengacu ke negara mana saja yang punya kereta bertingkat?
Di Belanda ada, di Perancis juga ada double deck begitu, untuk commuter line.

Berarti kalau jadi, kereta bertingkat KAI akan jadi pertama di ASEAN?
Oh iya, tetapi kan kita sedang hitung teknisnya. Takut nanti, clearance ke atasnya kan kita ada masuk-masuk. Tapi ini juga pemikiran yang sedang kita alami. Kalau itu bisa, ya kenapa tidak? Karena ini panjangnya sudah 10 trainset ini, sudah panjang. Malah 12 sekarang yang Bogor. Kalau panjangin kan susah, kalau di-double kan bagus. Ini sedang dipikirkan secara teknisnya mungkin atau tidak.

Jadi kereta tingkat itu masih kajian?
Iya sedang dikaji, kita dengan INKA. Ya secepatnya lah. Saya sedang bentuk tim dengan INKA. Doakan saja bisa berjalan.

(hns/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed