Follow detikFinance
Selasa 17 Oct 2017, 18:12 WIB

Wawancara Menteri Perhubungan

Menhub Buka-bukaan Soal Taksi Online

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Menhub Buka-bukaan Soal Taksi Online Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat telah menyusun draft revisi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online.

Draft aturan tersebut akan segera selesai dan diterbitkan dalam waktu dekat. Kemenhub juga telah mengundang sejumlah pihak sejumlah pihak untuk melakukan uji publik membahas kelanjutan putusan MA tentang Permenhub Nomor 26 Tahun 2017.

Pihak-pihak yang ikut berdiskusi mulai dari Organda, asosiasi pengemudi online, hingga koperasi. Uji publik dilakukan untuk menyamakan persepsi berbagai pihak dalam menyempurnakan revisi PM 26 Tahun 2017.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan proses pengaturan taksi online dalam acara Blak-blakan detikcom, berikut selengkapnya:

Bagaimana mengenai peraturan taksi online?
Taksi online adalah suatu keniscayaan, jadi kita harus menggunakan itu, memakai itu. Tetapi juga taksi konvensional sudah memberikan penghidupan bagi masyarakat. Oleh karenanya kita ingin memberikan akomodasi kesetaraan bagi keduanya dengan apa? salah satunya yaitu dengan peraturan supaya bisa hidup berdampingan.

Kalau kita bicara mengenai taksi online, pengamatan yang kita lakukan ada dua hal harus kita lindungi jaga dengan baik. Satu adalah level of safety bahwasanya industri ini memang cukup mendapatkan suatu income untuk menjamin terjadinya safety. Kedua yang kita wanti-wanti adalah satu industri khususnya taksi ini jangan jatuh pada satu pihak yang menguasai kalau dimonopoli akan terjadi kaidah-kaidah yang tidak berimbang. Oleh karenanya kita ingin mengatur.

PM 26 masih berlaku 3 bulan sampai 1 November, karena kemarin ada sanggahan melalui MA dan kita tentunya konsisten dalam rangka untuk memberikan uatu payung hukum bagi masyarakat.

Hal-hal apa saja yang sudah dilakukan oleh Kemenhub sejauh ini?
Sejauh ini sudah lakukan banyak hal FGD, diskusi, uji publik, untuk apa? untuk merekam kembali, untuk mencari informasi sebaik-baiknya agar sesuatu berimbang dan informasi dan satu kondisi yang berikan legitimasi sama. Insya Allah dapat diterima masyarakat. Besok kita akan rapat, semua stakeholder kita undang harapkan semua pihak menerima enggak bisa saya harus menang, situ harus menang. Pemerintah ingin mengatur, ingin juga mereka hidup.

Online sebagai keniscayaan bisa saja bagian mayor, tapi saudara-saudara kita sebagai taksi biasa ada angkot ada yang diberikan proses belajar, proses adaptasi. Sehingga pada saatnya dia mampu masuk dunia online.

Revisinya tanggal 1 November sejauh mana saja revisinya?
Sebenarnya kita enggak lakukan revisi yang banyak sekali, karena pada saat kita buat PM 26 proses 1 tahun uji coba dan diskusi. Kita lakukan adalah PM 26 share lagi ke masyarakat feedback-nya apa. Feedback besar ada keinginan masyarakat agar regulasi itu tetap ada, pengaturan tetap ada, karena supir-supir taksi online dan konvensional mereka juga tidak sanggup berkompetisi dengan teman-teman terlalu banyak. Sehingga dengan daya beli itu-itu saja income turun, sementara mereka harus mencicil.

Oleh karenanya yang kita akan atur sama, tarif, kuota, ada mengenai SIM, STNK, KIR dan sebagainya. Hanya saja kita berusaha membuat peraturan-peraturan ini lebih friendly tidak membuat online tiba-tiba tidak bisa berusaha atau sebaliknya, atau taksi konvensional enggak bisa berusaha.

Pendekatan lebih baru itu apakah bisa diterima aturannya sama MA?
Dengan lakukan sitematis menyeluruh akan ajak diskusi mestinya diterima, Sebagaimana PM 26, oleh karenanya himbau jangan memikirkan diri sendiri. Kalau punya bisnis ajak kelompok lain, kalau diskon batas tertentu jangan habisi yang lain, sehingga yang lain enggak bisa usaha dan konflik horizontal.

Online ini menyangkut rakyat banyak yang gunakan. Harus wise (bijak) hadapi ini agar kita memiliki suatu cara pandang untuk kebersamaan.

Driver online setuju enggak dengan aturan ini?
Dari diskusi yang dilakukan, ada uji petik, ada diskusi publik, mereka setuju karena logikanya dulu online baru satu kota 500, dengan 500 bawa uang Rp 300.000 per hari. Begitu kuota enggak terkendali jadi 2000 atau 5000 bagaimana bisa dapat Rp 300.000. Hasil diskusi dan uji petik yang kita lakukan, enggak memojokan suatu pihak tertentu mau jadi objektif.

Beberapa perusahaan taksi di Jakarta ada yang tutup apa gara-gara taksi online?
Tidak semata-mata itu, beberapa taksi katanya akan berhenti sudah dari sejak sebelum ada online, sudah tidak kompetitif. Saya kan kelola taksi di bandara ada beberapa merek-merek, sehingga memang dengan manajemen, dengan kompetensi, dengan disiplin, dengan pola investasi yang ada taksi enggak mungkin bersaing, karena makin ke sini makin efisien, makin servis bagus, makin coverage daerah luas.

Saya juga prihatin kalau itu terjadi, buka diri dialog kepada mereka-mereka yang kurang beruntung kita diskusi. Karena saya secara khusus minta kepada online kita kalau bisa saling silaturahmi, saling mencari penyelesaian, jangan selesaikan diri sendiri.

Kalau enggak selesaikan masalah, ada kelompok besar mencari penghidupan, beberapa taksi online melakukan koordinasi. Kalau sama-sama, pasarnya juga banyak dibagi ramai-ramai juga masih banyak.

Komunikasi susah ya pak sampai ada demo di daerah?
Komunikasi memang menjadi tersumbat karena bukan enggak tahu, tapi enggak mau tahu. Kan jelas PM 26 ada, PM 26 masih berlangsung tapi kan ada pihak-pihak yang menjadikan ini menjadi penekan maksud-maksud tertentu. Tapi apapun kita sudah panggil Dishub DKI, Dishub Jabar, Dishub Jatim.

Seperti Jawa Barat setelah diksusi esensi terjadi enggak seperti yang diberitakan. Kadang pemberitaan eksplosif enggak sesuai hasil diskusi. Apresiasi Kadishub Jawa Barat enggak ada larang online, yang ada himbau kalau meraka enggak sesuai aturan jangan paksakan diri, tapi tidak melarang.

Ada pesan-pesan kepada khusus?
Kepada online saya pikir penguasaan atau monopoli jangan terlintas di teman-teman sekalian. Buat saja kebersamaan yang ada, pasar besar sekali. Teman-teman online bisa menampung.

Taksi konvensional, dunia sudah berubah, banyak cara baru efisien lebih baik. Lakukan upaya perubahan-perubahan untuk menyongsong kompetisi. Bagi pengemudi, baik online maupun taksi konvensional, rekan-rekan hadapi semua dengan kepala dingin, karena dengan kepala dingin bisa berpikir dengan baik. Kita sangat berutang budi kepada anda, bangun transportasi secara baik.

Pemerintah bangun dukungan payung semuanya agar semuanya bisa bekerja sama. Saya yakin bapak-bapak, rekan-rekan ingin Indonesia bertambah baik. Dari tangan rekan-rekan berikan pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Semoga kita bisa laksanakan dengan baik. (ara/ara)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed