Follow detikFinance
Jumat 05 Jan 2018, 20:05 WIB

Sehari Bersama Menteri Basuki

Menteri Basuki Blak-blakan Soal Percantik Pos Perbatasan Entikong

Dana Aditiasari - detikFinance
Menteri Basuki Blak-blakan Soal Percantik Pos Perbatasan Entikong Foto: Usman Hadi
Jakarta - Patung Garuda yang gagah nampak membentangkan sayapnya tepat di depan bangunan didominasi warna putih dan ukiran adat unik. Bangunan ini adalah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di perbatasan Indonesia-Malaysia, di Kalimantan Barat.

PLBN berfungsi sebagai gerbang keluar masuknya masyarakat dari Indonesia ke negara tetangga, atau pun sebaliknya. Tak hanya cantik fisik, hasil renovasi PLBN tersebut kini sudah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar perbatasan.

"Di sana ada bea cukai. Sekarang satu tahun menurut Pak Gubernur Kalimantan Barat, sekarang itu di sana bisa menghasilkan Rp 7 triliun. Itu pendapatan dari bea cukai dari orang yang lewat PLBN Entikong," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat berbincang dengan detikFinance beberapa waktu lalu.

PLBN Entikong adalah salah satu PLBN yang dirombak total oleh pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar penampilannya lebih cantik dan membanggakan bagi warga perbatasan.

Saat ini, PLBN Entikong sudah berubah total. Tak ada lagi tampak bangunan tua yang lusuh seperti dua tahun yang lalu. Berganti bangunan baru, yang jauh lebih megah, lebih menawan secara penampilan dan lebih moderen secara pelayanan.

Area parkir tempat mobil atau sepeda motor antre sembari menunggu proses pemeriksaan perbatasan yang semula tampak kumuh pun tampak berubah lebih rapi.

Pekerjaan konstruksi PLBN Entikong dipercayakan kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan nilai proyek Rp 152,49 miliar.

Lingkup pekerjaan perseroan meliputi struktur, arsitektur, mechanical, electrical, plumbing, dan elektronika. Pada tahap pertama, pekerjaan difokuskan kepada pembangunan bangunan utama, kargo, utilitas dan pos pemeriksaan.

Proyek senilai Rp 152,49 miliar ini dikerjakan di atas lahan seluas 80.003 meter persegi dan rencananya akan dibangun PLBN dengan luas bangunan seluas 19.493 m2 di zona inti, sub inti, dan pendukung.

Basuki mengatakan, pemerintah memang berkomitmen untuk membuat wilayah perbatasan yang dulu terlupakan, menjadi lebih berdaya secara ekonomi. Perombakan PLBN adalah salah satu wujud nyatanya.

"Artinya orang sudah bisa beraktivitas ekonomi di situ sekarang. Di perbatasan," tandas dia.

detikFinance belum lama ini mengikuti keseharian Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dari mulai rumah hingga tempat kerjanya. banyak cerita unik yang diungkapkan. Penasaran? yuk simak cerita-cerita menarik lainnya dari Menteri Basuki hanya di detikFinance. (dna/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed