Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Agu 2018 10:45 WIB

Wawancara Khusus Dirut INKA

Buka-bukaan soal LRT Mogok dan Misi Ekspor Kereta ke Afrika

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Foto: dikhy sasra Foto: dikhy sasra
FOKUS BERITA LRT Palembang Mogok
Jakarta - Transportasi light rail transit (LRT) Palembang di Sumatera Selatan sempat mogok saat beroperasi belakangan ini. Berhentinya operasi LRT Palembang terjadi sebanyak tiga kali dalam waktu yang berdekatan.

PT INKA (Persero) selaku produsen menjadi sorotan. Direktur Utama INKA Budi Noviantoro menjelaskan penyebab dari mogoknya LRT Palembang.

Tidak hanya soal LRT Palembang, Budi Noviantoro selaku Direktur Utama INKA juga bicara soal potensi ekspor kereta buatan Madiun. Kereta buatan INKA sudah banyak digunakan banyak negara di dunia.

Berikut petikan wawancara detikFinance dengan Budi seperti ditulis Jumat (17/8/2018).

Kemarin kan LRT Palembang udah mulai beroperasi dan kemarin jadi sorotan sempat ada mogok, dari tiga kali kejadian ini penyebabnya apa aja?
Memang ada tiga kejadian, ini hanya masalah masinis kurang baca SOP masih belajar lah. Kedua ada sedikit masalah monitor pergerakan kereta api kan canggih sebetulnya, kereta tidak termonitor otomatis sistem akan bekerja, berhenti.

Supaya nanti jangan sampai nggak termonitor jalan kita nggak tahu arahnya. Ini lagi-lagi ini safe field, utamakan keselamatan. Ini canggih, bayangkan saja kereta nggak termonitor jalan sendiri. Ini adalah suatu proses pertama kali di Indonesia menggunakan sistem third rail yang juga pertama kali di Indonesia itu siapapun Indonesia saya juga dulu orang Kereta Api belum pernah mengoperasikan kereta api jenis ini.

Jadi saya pikir butuh penyesuaian-penyesuaian. Jenis juga modelnya gini, dulu mobilnya Kijang sekarang mobilnya Mercy, lupa itu kadang-kadang sign-nya kanan apa kiri nih, kadang wipernya on. Tetapi kesalahan itu, dengan dibackup sistem pengamanan yang luar biasa.

Saya punya namanya TCMS, sistem Third Control Management System itu akan monitor semua. Ini pertama kali, kalau ada masalah oh ini masalah door itu langsung input buat sistem langsung off. Kemarin sama lah, namanya barang bergerak ada lepas kabel biasa saja sebetulnya di manapun waktu kita di Kereta Api ada perawatannya even itu pabrikan itu juga punya toleransi. Misalnya di maintenance service agreement dia nggak akan berani 100% availability-nya, kira-kira 97%. Artinya tiga kali mogok boleh.

Ada margin of errornya?
Iya pasti, namanya barang bergerak ini, yang penting apapun terjadi, orangnya selamat. Nomor satu adalah jiwa nggak bisa dibeli. Itu kemarin ditarik ke depo nggak ada satu jam jalan lagi keretanya, kan gitu sebetulnya. Beda dengan mobil berpenggerak mesin engine ya mungkin karburatornya macet lah, tapi kalau anda pakai mobil listrik kalau nggak di-charge berhenti kan bukan mogok ini.

Dari tiga kali kejadian ini penyebab masing-masingnya?
Beda-beda, satu orang ini karena dia belum terbiasa. Ada namanya sistem pengamanan ini kereta harus ngegas nggak ngegas nggak, kalau ngegas terus udah mati. Untuk supaya apa, kalau ngantuk mati keretanya.

Kedua, monitor di screen tidak termonitor oleh keretanya, nggak termonitor di mana posisi keretanya. Maka langsung perintah off. Bayangin aja nggak termonitor bablas terus keretanya nggak tahu ini sampai OPI atau sampai mana di sana ada kereta di depannya sundulan. Ini termonitor, ini nggak, lebih baik berhenti dulu deh.

Lagi-lagi ini pertama kali di Indonesia. Ini paling aman ini udah nggak usah ragu deh karena sistemnya sudah di-protect sedemikian rupa sehingga ini nggak masalah. Itu yang penting masyarakat pengguna. Ini didesain khusus ini kan mass transport mesti harus aman. Pintu terbuka sedikit saja nggak jalan, kalau buka langsung jalan. Itu ada sensor-sensor yang sangat sensitif.

Kejadian kemarin kabel ada yang lepas itu udah dibawa ke depo hasil evaluasinya sudah ada?
Lepas aja

Penyebab kabel lepas apa?
Mungkin kena getaran kali ya sehingga mungkin ngefong sebetulnya, kalau di mesin harus rapat betul dan kemarin dicek lagi ini butuh lagi butuh sesuatu yang komprehensif. Kami juga sudah nambah orang untuk dicek lagi dicek lagi.

Sebulan terakhir sudah tiga kali kejadian seperti ini, tanggapan dari INKA sendiri bagaimana?
Kalau INKA satu ya, jadi gini sebetulnya ini bukan mogok, ini stop. Kalau mogok ya mogok, ini setop karena kabelnya lepas sehingga drop. Ini memang ya ini teknis lah sebetulnya. Tapi yang penting gini loh kita tahu masalahnya dan segera kita atasi, yang lebih sulit adalah kita nggak atasi mogok atau kita berhenti itu. Mudah-mudahan ini produk anak bangsa sekecil apapun INKA adalah pabrik kereta di Indonesia dan ASEAN. (ara/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed