Wawancara Khusus Dirut Kereta Api Indonesia

Menanti Hidupnya Rel Mati Banjar-Pangandaran

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jumat, 11 Jan 2019 18:41 WIB
3.

Pembebasan Lahan

Menanti Hidupnya Rel Mati Banjar-Pangandaran
Foto: Muhammad Ridho

Kan kalau sudah begini pasti masyarakat minta harga tinggi. Ada antisipasi?
Sejauh ini tidak ada masalah dengan KAI, karena yang nempati tahu bahwa itu jalur kereta api. Kalau tol kan membebaskan tanah bukan yang mereka miliki jadi tanah yang bukan mereka miliki jadi miliknya. Saya pikir nggak sejauh itu orang berspekulasi ini kan untuk publik jadi dukungan dari pemerintah daerah, gubernur dan bupatinya.

Target dan nilai-nilai masing-masing jalur yang akan direaktivasi?
Seluruh 4 jalur itu, yang ke Jatinangor, Ciwidey, Garut, Cijulang, kemudian ke Pangandaran itu kalau nggak salah bisa mencapai Rp 3-4 triliun. Tapi yang pasti kita ingin targetnya secepat mungkin yang bisa dipercepat supaya masyarakat merasa oh bener ya niat reaktivasi jalur ini baik untuk masyarakat. Tetapi saya tidak mau menyebut angka pasti karena ini terus ada studi untuk perencanaan detail mengetahui betul angka yang dibutuhkan dan kita berharap sumbangsih Pak Ridwan Kamil, dan Pak Bupati membantu menertibkan dan relokasi untuk masyarakat yang terdampak

Pembiayaan ini full dari KAI atau bagaimana?
Saat ini iya berangkatnya dari KAI. Tapi nanti kita cari alternatif gimana

Jalur garut kan memang ada sejarah wisata? Itu Charlie Chaplin pernah berkunjung ke sana dan ini jadi aset. Ada rencana untuk kembangkan wisata?
Betul, kita sedang rencanakan. Kita punya fotonya itu di Stasiun Garut atau Cibatu, jadi nanti dibuat museum atau monumen bahwa Charlie Chaplin pernah mampir dua kali datang yang sejarah di stasiun ini. Kita rencakaan itu bagus kan juga stasiun Cibatu harus direnovasi.

Selain Banjar, Cibatu termasuk stasiun Garut sendiri karena nanti kalau secara masif masyarakay sudah menggunakan KA lebih baik maka kita juga harus kasih stasiun yang nyaman seperti gambir

Gaya hidup masyarakat berubah. Kepikiran nggak ada gerbong untuk nampung buat sepeda?
Ini pernah diusulkan oleh Pak Ridwan Kamil. Secepatnya kalau bisa, ini sedang kita kaji mungkin satu kereta atau gerbong beri sepeda untuk memudahkan saat dia sudah tiba di destinasi, dia sampai di Bandung tinggal turunkan sepeda. Lalu dari Bandung menuju Tasik orang mau naik sepeda kayaknya sudah menjadi tren itu bagus dan sudah diusulkan ke arah lain

Sekarang mengenai slepper train, bagaimana evaluasinya?
Akhir bulan ini akan ada evaluasi atas operasinya. Secara singkat, sejauh ini terlihat banyak sekali orang berminat, ini kan baru ada 2 nanti kalau evalusi mengatakan orang berminat naik sleeper train ini kita akan pesan lagi kepada INKA total tambahan 10 untuk sleeper.

Itu buatan dalam negeri?
Buatan INKA. Makanya kita harus bangga, buatan anak negeri, di samping INKA juga ada improvisasi untuk perbaikan-perbaikan. Tapi yang pasti ketertarikan dan keberminatan penumpang banyak juga.

Jadi kalau cost bisa lebih besar kalau minatnya banyak. Sekarang berapa tarifnya?
Rp 1,2 juta itu Jakarta-Surabaya, pesawat kan di bawah itu kalau low cost carrier. Tapi kan gini, dugaan saya banyak juga yang nggak bersedia atau takut untuk naik pesawat terbang ya alternatifnya naik sleeper ini kan untuk jarak jauh.

Untuk tarif sekarang masih make senses ya?
Masih ok, sebenarnya di bawah ini juga ada, itu priority. Itu satu gerbong isinya 28, kalau eksekutif kan 50 ini lebih baik. Dan priority ini sedang dijalankan Jakarta-Bandung dan penuh terus. Jadi nanti hasil evaluasi mengatakan priority perlu diberi banyak.

Jadi kami menyiapkan kereta Jakarta-Bandung yang mulanya hanya 8 KA atau 16 trip sekarang jadi 17 KA jadi 34 trip dan itu penuh terus. Ada dua kereta yang digunakan ke Banjar sekarang jadinya ke Bandung kurang dua, tapi itu sudah laur biasa banyak dan yang nggak kebagian tiket banyak juga.

Lho potensi sudah banyak kenapa nggak langsung digenjot?
Kan tergantung armadanya jadi armadanya kan terbatas. Pada saat bersamaan kita memesan kepada INKA untuk peremajaan yang umurnya 30 tahun walaupun secara teknis dia aman tapi dia usul sudah terlalu tua jadi minta baru dan ini sudah datang 16 trainset dari INKA. Sehingga total 1.000-800 diganti yang baru.

Yang baru yang stainless kan semua orang pengen naik itu dan luar biasa itu dan naik stainless itu.