Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 09:52 WIB

Wawancara Khusus Menteri PPN

Menjawab Pernyataan Prabowo soal Air Laut Masuk Bundaran HI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Foto: Pool Foto: Pool
Jakarta - Masalah air menjadi perhatian calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Di dalam pidatonya, Prabowo beberapa kali menyebut Indonesia akan krisis air bersih dan air laut dari dari Tanjung Priok sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI) di tahun 2025.

Sebut saja, dalam pidatonya di Ceramah Kebangsaan Air Tahun di Hambalang Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/12/2018). Dia mengatakan, di Ibukota khusus wilayah Tanjung Priok warga tidak mendapat air bersih. Jika dibiarkan, maka Indonesia akan krisis air.

"Untuk itu, kita kalau tidak hati-hati, sebentar lagi Indonesia akan krisis air, untuk itu kita antipasi," katanya.

Dalam pidatonya itu, Prabowo juga mengatakan air laut dari Tanjung Priok sampai Bundaran HI. Dengan kondisi itu, maka akan banyak orang kehilangan tempat tinggalnya.

"Memang ada peringatan dari PBB bahwa tahun 2025 air Pantai Utara Jakarta akan masuk ke Bundaran HI. Berapa puluh orang nanti akan kehilangan rumahnya. Tahun 2025 itu tidak jauh dari sekarang," sambungnya.

Lalu, benarkah pernyataan Prabowo? Untuk menjawabnya, detikFinance mewawancarai Menteri Perancanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jumat (11/1/2019). Berikut petikan wawancara: (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com