Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Apr 2019 09:45 WIB

Wawancara Khusus Isabella Ingrid

Tips and Trick Bisnis Produk Kosmetik Baru

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
1 Tips Perkenalkan Produk Baru
Halaman 2 dari 2
Foto: Isabella Ingrid/Herdi Alif Alhikam

Bagaimana cara memperkenalkan produk ini ke masyarakat?
Produk kita sih pertama kali launching online ya, karena paling gampang menjangkau kan sekarang daripada buka toko investasi pun lebih kecil gitu kan kita coba dulu lah kita cek produk kita di online.

Kemudian Instagram ya, kan lagi ngehits banget jaman sekarang kita push selain estetik gambar yang cantik kita juga masukin banyak konten yang edukatif tentang produk kita. Terus kita banyak bikin konten kerja sama dengan influencer, mereka bikin make up tutorial. Ngggak sampai situ, oke customer paham dan tau produk kita apa, bagaiamana, gunanya apa, cara pakainya gimana. Setelah itu kita bangun kepercayaan customer untuk produk kita.

Trustable nggak sih produk kita, karena untuk perempuan skincare itu benar-benar hati-hati harus bagus gitu karena kulit kan kanvasnya mereka. Jadi influencer yang kita kerja sama tadi kita minta mereka bikin video gunakan produk kita sambil demo gimana pakainya, abis itu kasih first impression mereka.

Sekarang kan ada namanya IG story, nah itu kan lebih spontan ya kalau video kan scripted. Jadi kita minta mereka pakai first impression gimana terus uji coba sepanjang hari feelignya gimana, jadi kayak lebih experience pakai produknya gimana.

Kalau itu kan inisiasi marketing ya, dan aku percaya product tuh speak for itself. Maka kalau produk kita memang bagus dan banyak yang suka dan cocok maka orang pun akan datang sendiri dan menggebu-gebu ke kita.

Produk sendiri aja kita nggak sebentar, developmentnya lumayan lama. Kita sampai harus uji dermatologi, karena itu kan dia untuk kulit kan jadi harus benar-benar aman dipakai. Udah lulus dermatologi lulus sertifikasi BPOM juga dan testing lainnya. Jadi kita usahakan buktikan produk kita aman melalui tes tadi kita bisa klaim bahwa produk ini aman untuk digunakan.

Secara produk kita bikin itu trusted, secara marketing kita kasih liat impression orang yang memang profesional dan ngerti make up.

Kita sendiri mulai itu September 2017, kebetulan untungnya produk kita cukup diterima sama beauty lovers. Target kita kan mereka dan make up artist profesional kebetulan mereka suka sama produk kita. Karena mereka suka mereka terus-terusan pakai karena aku bilang product speak for itself.

Sejauh ini apakah menguntungkan, dan pemasukan berapa?
Sejauh ini sih meningkat terus keuntungannya. Target kita terpenuhi, tapi aku nggak bisa sebut berapa. Kita sempet juga terkendala yang bikin sekitar satu dua bulan itu nggak berjalan sesuai dengan target.

Waktu itu kita out of stock, jadi kita waktu itu sebagai brand baru kan nggak berani bikin produk banyak-banyak, nah ternyata demand kita banyak. Waktu itu kita kan cuma bikin minimum quantity karena mau liat respon pasar gimana, dan kita out of stock karena bikin produk ini kan butuh waktu juga ya. Kita masih belajar sih bagaimana menyeimbangkan stok sama yang mau kita jual, kita sekarang lebih usahain forecast demandnya sebulan butuh berapa, jadi ke kita bisa stok untuk beberapa bulan ke depan.

Harga yang ditawarkan buat produknya?
Beragam sih, aku tuh pengen produk-produk ini juga affordable ya harganya. Kalau range-nya sekitar Rp 40 ribu-Rp 120 ribu, tergantung sizenya. Kita juga bisa didapat di Century, sisanya beli lewat online liat di Instagram kita @studiotropik .

Tips bisnis untuk memasuki dunia kecantikan apalagi sebagai produk lokal?
Ya sekarang kan make up dan skincare lagi booming banget gitu ya, dari aku sendiri sih harus inovatif dan berani bikin sesuatu yang baru. Memang nggak mudah, tapi setidaknya lebih banyak exciting lihat hal baru jangan sama lagi sama lagi.

Di sini kan kebanyakan ikut tren, sebisa mungkin jangan cuma ikuti tren. Coba liat lagi apa yang belum ada di masyarakat, kayak sayang aja gitu banyak produk di luar sana yang belum ada disini.

Terus juga dalam berusaha itu ada up downnya, kita harus mengorbankan diri kita waktu tenaga dan materi dalam membangun sesuatu gitu. Kita mesti bisa apresiasi perjuangannya, yang berharga tuh disitu yang berat itu. Bikin usaha itu bukan cuma senang-senangnya aja. Kalau gagal jangan pernah down langsung coba refleksi diri sendiri apa yang kita jalanin ada yang salah nggak.

Jangan lupa belajar, aku sendiri backgroundnya seorang psikolog. Masuk ke bisnis cuma berbekal karena suka make up aja, tapi di sana aku belajar banyak dan nggak mau menyerah belajar dan berusaha.

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com