Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Apr 2019 07:07 WIB

Wawancara Khusus Dirut Perum PFN

Bangkitnya BUMN 'Si Unyil' Setelah 26 Tahun Mati Suri

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Halaman 1 dari 3
Foto: Fadhly Fauzi Rachman Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Nama perusahaan pembuat film 'Si Unyil' yaitu Perum Produksi Film Negara (PFN) kembali hadir meramaikan industri perfilman. PFN baru meluncurkan film remaja berjudul Kuambil Lagi Hatiku pada Maret 2019 kemarin.

Film ini merupakan layar lebar teranyar yang dibuat PFN setelah lebih dari dua dekade tak berproduksi. BUMN perfilman itu seakan bangkit dari mati suri setelah 26 tahun tertidur.

Sejatinya, PFN pernah berjaya di tahun 1980-an, ketika membuat film-film fenomenal seperti film G30S/PKI dan film serial anak Si Unyil. Pada masa keemasannya, PFN juga memiliki beberapa studio, bioskop, hingga laboratorium perfilman super modern saat itu.

Tapi setelahnya, PFN menghadapi guncangan hingga seperti mati dimakan zaman. PFN pun sempat masuk sebagai kategori BUMN dhuafa alias yang merugi pada periode 2000-an.

Kembalinya PFN di 2019 ini pun diharapkan menjadi suplemen penyegar bagi perkembangan industri film nasional saat ini. Lantas, bagaimana kondisi PFN kini setelah akhirnya melahirkan film baru?

Di kantornya, Gedung PFN di Jl. Otto Iskandardinata (Otista) Raya No. 125, Jakarta Timur 13330, Direktur Utama PFN Mohamad Abduh Aziz bercerita tentang kondisi BUMN perfilman tersebut setelah 26 tahun tertidur pulas. Berikut petikan wawancaranya: (fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed