Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Mei 2019 10:14 WIB

Wawancara Kepala BPKH

Tambahan Kuota dan Ke Mana Larinya Dana Haji?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Halaman 1 dari 3
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pada tahun ini, Indonesia mendapat tambahan kuota haji sebanyak 10.000 jamaah dari Pemerintah Arab Saudi. Meski mendapat jatah kuota tambahan, namun sepertinya pemerintah perlu kerja keras untuk mendapatkannya.

Sebab, penambahan kuota itu diiringi dengan penambahan anggaran. Tambahan biaya itu untuk pelayanan jemaah haji, operasional haji, dan safeguarding.
.
Dalam rapat antara Kementerian Agama dan BPKH dengan DPR RI pekan lalu disepakati sumber biaya untuk kuota tambahan itu tidak menggunakan APBN. Penghitungan awal penambahan kuota haji itu memerlukan dana tambahan sebesar Rp 353,7 miliar. Namun setelah dikaji ulang dana yang diperlukan sebesar Rp 319,9 miliar yang bersumber dari Kemenag dan BPKH.

Adanya tambahan anggaran ini menimbulkan sedikit pertanyaan di kalangan masyarakat. Calon jamaah sudah membayar, tapi kenapa pemerintah masih perlu mencari dana tambahan tersebut?

Menjelaskan hal itu, Kepala Badan Pelaksana, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu memberi pemaparan lengkap kepada detikcom. Bukan cuma soal tambahan kuota haji, Anggito juga berbicara mengenai isu dana haji untuk infrastruktur.

Penasaran bagaimana penjelasan Anggito Abimanyu?Simak hasil lengkapnya wawancara khusus Blak-blakan Anggito Abimanyu, di detikcom. (fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed