Wawancara Khusus Dirut Jasindo

Milenial Jadi Sasaran Perusahaan Asuransi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 18 Agu 2019 12:55 WIB
Milenial Jadi Sasaran Perusahaan Asuransi
Foto: Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo, Eddy Rizliyanto (Istimewa/Jasindo)

Seberapa penting asuransi travelling?

Sebenarnya produk itu sudah lama kita miliki, cuma dengam tren lifestyle generasi milenial dan orang-orang yang pendapatannya sudah mencukupi itu kan senang jalan. kebutuhan itu bukan sandang, pangan, papan, tapi menambah exposure pandangan hidup yang berbeda membuat orang-orang Indonesia senang dengam travelling. Sementara generasi milenial sendiri salah satu lifestyle travelling, kuliner. Menurut kami baju branded nggak, nggak kesitu. Inilah yang kita perlu sadari mereka merupakan target market pasar yang makin besar. Makanya kita perlu menyiapkan asuransi perjalanan tapi melalui insurance tech.

Apa saya yang dicover asuransi travelling?

Travelling banyak kelas-kelas jadi misalnya satu periode dalam perjalanan misalnya ke Asia, Eropa kalau dia hobinya travalling keluar. Di domestik juga kita biasa pakai waktu ya, misalnya 3 hari, satu minggu.

Mungkin saya upadate coverage asuransi dari masyarakat Indonesia. Kalau di asuransi perjalanan memggunakan kendaraan bermotor, atau pesawat laut, kereta api, darat, itu udah tercoverage secara umum Jasa Raharja. Misalnya, kalau kecelakaan dia kalau nggak salah dapat Rp 25 juta, meninggal Rp 50 juta, sama semua. Tapi kan itu minimal, misalkan pesawat jatuh, jasa raharja bayar itu hanya Rp 50 juta. Kemudian kalau misalkan pesawat kalau misalnya salah satu penumpang adalah pegawai otomatis dia mendapat coverage BPJS TK sebesar 48x kali gaji berarti ada dua perusahaan asuransi sosial itu otomatia dicover. Dari perusahaan asuransi yang menutup asuransi pesawat dua dapat lagi korban, misal Jasindo yang mengcover dia dapat lagi dari asuransi Jasindo. Jadi 3 asuransi yang akan membayar kepada korban.

Travel insurance di luar itu lagi. Kalau misalnya si A dia menutup travel insurance di Jasindo, misalnya Rp 500 juta dengan uang mungkin Rp 50 ribu mungkin dalam satu hari atau dua hari maka akan ada 4 asuransi yang membayar korban. Dia akan mendapat 4 perusahaan asuransi langsung yang kita kembangkan, ini adalah asuransi keempat. Orang sering, bukan berarti nutup wah ada apa-apa sama gue, gue dapat nih ahli waris.

Asuransi travel tanggung barang hilang?

Iya kehilangan barang untuk di kargo, tapi sedang proses kerja sama dengan market place atau operator kargo, misal GNE, atau Tokopedia ini sedang approaching lah, karena mereka sebagian sudah masuk juga asuransi lain. Traveloka sudah ada asuransi masuk duluan.

Kalau travel insurance kehilangan kenyamanan misalnya bagasi ketinggalan itu ada perluasan tetentu. Kemudian amit-amit kita sakit kita ke Thailand, once kita punya travel insurance bisa di-handle untuk penanganan di rumah sakit. Kalau tadi sampai pesawat jatuh, kalau hal-hal kecilnya itu.