Wawancara Khusus Dirut Jasindo

Milenial Jadi Sasaran Perusahaan Asuransi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 18 Agu 2019 12:55 WIB
Milenial Jadi Sasaran Perusahaan Asuransi
Foto: Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo, Eddy Rizliyanto (Istimewa/Jasindo)

Bisa dijelaskan tren pertumbuhan premi dan klaim?

Kalau tren pertumbuhan pasti lebih besar corporate, kenapa, magnitude corporate kan besar, sementara ritel kita belum sangat serius menggarap. Kalau sudah ada digitalisasi saya rasa dua tahun bisa 50:50 karena ritel ini kecil luas sekali dan digitalisasi mudah menjangkau.
Kalau klaim corporate pasti besar, kalau sebut rata-rata kita bisa melihat tiga tahun terakhir. Tapi bukan berarti 3 tahun terakhir konstan, bisa saja tahun depan meloncat. Indonesia kan dalam jalur khatulistiwa banyak gunung api, di kelilingi laut, tsunami bencana alam jadi faktor di Indonesia yang membuat risiko jadi besar.

Seperti apa yang di cover corporate?

Corporate yang biasa kita cover khususnya Jasindo, banyak mengcover megarisk oil and gas, energi, pelabuhan, aviation. Properti ada juga tapi yang besar-besar. Satelit juga, tapi kan jarang. November tahun lalu ada satelit PSN yang cover. Kita mitigasi risikonya melalui reinsurance jadi nggak kita pegang sendiri, untuk yang besar-besar pasti reasuransikan, nggak bisa pegang sendiri dari data statistik yang ada kita bisa menentukan persentase yang kita alihkan, berapa yang kita pegang.

Misalnya kendaraan bermotor itu kecil pasti ambil sendiri, penutupan pesawat terbang itu kan mahal nggak mungkin pegang sendiri pasti reinsurance, kemudian sumur minyak kalau misalnya driling meledak itu lebih mahal dari pesawat terbang nggak mungkin pegang sendiri, pembangkit listrik yang gede-gede atau kilang minyak nggak bisa pegang sendiri pasti ada persentase yang kita reasuransikan.

Insiden ONWJ kemarin juga diurus Jasindo?

ONWJ anak usaha Pertamina, kebetulann dulu pernah masuk 2006, tapi sekarang bukan kita. Mungkin berikutnya ikut serta, karena itu keputusan klien dia memenangkan siapa sebagai perusahaan konsorsium asuransi. Tapi di 140 yang ada di SKK Migas kita sebagai lead konsorsium.

Ada yang cover dan ada yang direasuransi, itu bagaimana menghitungnya?

Tergantung, makanya atas dasar statistik, pertama, besarannya apakah megarisk, kalau megarisk ada kriteria misalnya di atas 75% harus reasuransi. Kalau nggak megarisk tapi bigrisk 50% reasuransi, kalau risiko kecil ownrisk.

Megarisk seperti apa?

Bukan jenisnya tapi pertanggungjawabannya. Misalnya, pertanggungan SKK Migas itu US$ 200 juta. Kemarin aja bayar klaim total US$ 102 juta, Rp 1,4 triliun. Kita selesaikan di 2018. Kan banyak itu berkas-berkas yang harus diselesaikan, kan tetap kita bayar.

Itu proyek apa?

Itu yang SKK migas, apa ya, Pertamina Hulu Mahakam kalau nggak salah US$ 102 juta. 2014 accident, 2014 itu kejadian. 3 tahun terakhir nggak yang besar-besar. Setahu saya Pertamina Mahakam.

Kinerja Jasindo seperti apa?

Dari aset sekitar Rp 13 triliun, kemudian kita punya coverage 50%, kemudian sepertiga portofolio investasi, sekitar sepertiga per 2018.

Infrastruktur digenjot pemerintah pengaruh ke pertumbuhan premi?

Ya, pasti, cuma di bisnis konstruksi kempetisinya tinggi sekali dalam artian kan banyak project, pemain-pemain di situ agak jor-joran dalam hal premi sebenernya marginnya sudah tipis. Kalau ada satu project mereka kasih premi kecil, mungkin project infrastruktur klaimnya sebenarnya banyak juga, tapi dalam arti besarannya itu perusahaan asuransi berani menutupnya. Kalau project konstruksi bagi perusahaan asuransi ya relatif masih bisa dikelola risikonya, mungkin banyak marginnya di situ. Tapi tidak reasuransi kecuali cukup besar, kalau project menurut saya diambil sendiri risikonya. Sehingga kalau nggak direasuransi marginnya tebel, karena marginnya tebel risiko kecil, dikasih premi rendah. Kalau sudah seperti tinggal tulang, dagingnya tinggal dikit.

Kinerja asuransi Jasindo 2019 proyeksinya seperti apa?

Kalau kita sudah sesuai RJPP kita tumbuh sekitar hampir 10% mudah-mudahan tercapai. Cuma lingkungan global domestik mempengaruhi. Sangat pengaruh itu perang dagang China, semua orang wait and see. Kalau asuransi kan produk pelengkap terhadap produk keuangan lain yang lain kalau banking nempel di situ, sehingga kalau mereka terganggu pasti pengaruh di situ.

(dna/dna)