Wawancara Khusus Dubes China untuk RI

Bantahan China yang Disebut Mau Kuasai RI Lewat Utang dan TKA

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 13 Des 2019 16:35 WIB
Foto: Mardi Rahmat/20 detik

Selain soal keikutsertaan tenaga buruh kasar China, ada sentiment negatif lain dari muslim garis keras bahwa China menginvestasikan besar di Indonesia bagian strategi China ingin menguasai Indonesia seperti terjadi di negara Afrika yang tidak sanggup membayar utang. Ini disebut bentuk penjajahan baru?
Memang dalam waktu terakhir ini ada opini serupa yang menafsirkan investasi dan kerjasama China dengan negara lainnya dari sudut pandang negatif. Memang ada sebagian orang tidak tahu kondisi sebenarnya, tapi juga ada orang dengan sengaja memutarbalikkan fakta. Menurut saya, fakta lebih meyakinkan daripada kata-kata. Statistik bisa berkata. Dengan kesempatan ini, saya bisa berbagi beberapa angka dengan bapak.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh pemerintah Indonesia,sampai triwulan ketiga total utang luar negeri Indonesia sekitar US$ 395,6 miliar dan mengambil 29,8% dari GDP totalnya, masih berada di wilayah aman dan termasuk tingkat yang relatif rendah berdasarkan standar internasional.

Obligator terbesar Indonesia bukan China, urutannya yang besar Singapura, Jepang, Amerika Serikat kemudian Bank Dunia.

Kalau Singapura US$ 66,497 miliar, US$ Jepang 29,428 miliar, AS US$ 22,467 miliar, Bank Dunia US$ 17,78 miliar, China hanya US$ 17,756 miliar.

Kalau kita melihat utang pemerintah Indonesia yang totalnya sebanyak US$ 194,355 miliar di antaranya AS mengambil porsi paling banyak sekitar 12,64% dengan US$ 24,39 miliar, kemudian Jepang, Jerman dan Perancis,utang terhadap China hanya US$ 1,695 miliar belum sampai 1%.

Baik kita melihat utang Indonesia secara umumnya maupun utang pemerintah secara spesifiknya, utang yang dimiliki China baik dari jumlah atau persentasenya jauh lebih rendah dari AS, Jepang maupun Singapura dan negara yang lain. Yang disebut China menguasai Indonesia melalui utang atau investasi sama sekali tidak masuk akal.

Saya kira kondisi kerja sama dengan negara-negara di Afrika juga sama dengan kondisi di Indonesia. Apa yang disebut Teori Kontrol melalui Utang, atau Teori Jebakan Utang sama sekali tidak berdasar.

Dari China sendiri apa produk yang diinginkan dari Indonesia?

Kalau kita lihat banyak produk yang sudah diekspor ke China diantaranya minyak kelapa sawit, batu bara, buah-buahan tropis, dan juga macam-macam mineral.

Misalkan batu bara, ada satu pulau yang namanya Hainan yang dekat Indonesia. Jadi kebanyakan batu bara diimpor dari Indonesia karena biayanya relatif rendah. Misalkan minyak kelapa sawit (CPO) , China tiap tahun mengimpor sekitar 2 juta-an ton CPO dari Indonesia dan tahun kemarin kita menambah impor CPO dari Indonesia sebanyak kurang lebih 1 juta ton. Jadi pada 2018 total CPO impor dari Indonesia ke China telah mencapai 3,7 ton. China menjadi salah satu importir CPO yang paling besar bagi Indonesia.

Selain itu kami juga ada cukup banyak investasi di Morowali. Pada saat ini mereka tidak hanya ekspor nikel ke China tapi juga ke negara lain di seluruh dunia sehingga Indonesia telah menjadi negara eksportir produk nikel terbesar keempat di dunia.

Di bidang buah tropis kami banyak impor manggis. Beberapa waktu lalu baru saja ditandatangani MoU impor buah tropis asal Indonesi seperti salak dan buah naga. Saya yakin progres baru itu akan semakin mendorong ekspor produk Indonesia ke pasar China.

Sebagaimana yang kita ketahui semua Indonesia merupakan negara penghasil sarang burung terbesar di dunia. Kedua negara sedang berdiskusi secara aktif bagaimana memperluas peluang ekspor sarang burung ke China agar makin banyak sarang burung asal Indonesia masuk ke pasar China.

Satu hal yang perlu kita perhatikan adalah yang ikut serta dalam unjuk rasa tidak hanya pihak oposisi dan sebagian masyarakat Hong Kong yang dibohongi, yang lebih penting adalah,ada kekuasaan tertentu dari kawasan luar, khususnya AS dan negara-negara barat terang-terangan mengambil sikap dan kebijakan yang membiarkan, mendukung bahkan encourage tindakan kekerasan.

Halaman

(zlf/eds)