Wawancara Kepala BKPM

Hantu Berdasi Pengganggu Investasi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 10 Feb 2020 14:46 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Edi Wahyono/grafis

Terkait penyerapan tenaga kerja, beberapa waktu lalu malah ada sedikit jadi bahan kampanye selama pilpres, terkait investasi dari China nah ini menawarkan banyak investasi, tak hanya menggunakan tenaga kerja ahli tetapi juga tenaga kerja buruh kasar mereka bawa, bahan baku juga harus dari mereka, sejauh mana akurasi informasi tersebut, dan bagaimana agar hal itu tak terus berlanjut?
Menyangkut tenaga kerja, yang lampau saya tidak tahu, saya tidak boleh mengoreksi yang lampau. Saya selalu bicara yang akan datang.

Saya sudah menyampaikan dan melaporkan ke Presiden, arahannya bahwa investasi dari negara manapun tidak boleh pandang bulu, harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

Dengan demikian maka kami menerjemahkan bahwa kalau ada investasi yang masuk mau dari China, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan tenaga kerja yang dibawa adalah tenaga kerja yang high skill. Tidak boleh bawa tenaga kerja yang skill-nya rendah. Kita mengacu pada UU, sudah disyaratkan, mana bagian yang bisa dikerjakan oleh tenaga kerja asing dan mana bagian yang asing tidak boleh masuk, ini bentuk keberpihakan sekaligus penegakan UU. Ini kedaulatan, karena untuk apa kalau investasi masuk, kalau buruh kasar aja dibawa dari luar, insya allah selama saya di sini itu tidak ada.

Selain UU inikan kalau sudah menyangkut daerah, ada raja kecil, bagaimana Anda bisa koordinasikan atau meluluhkan kepala daerah ini agar bisa lebih sedikit terbuka dan responsif terhadap investasi yang masuk?
Saya bersyukur sebelum jadi kepala BKPM, saya dan aktif pernah jadi ketum HIPMI. Di organisasi itu saya bisa kenal Bupati, Gubernur karena sebelumnya saya keliling Indonesia dengan Hipmi, karena saya sudah kenal dengan mereka, karena saya orang daerah, chemistry-nya masuk, dan di situ komunikasi kebatinan.

Yang bisa memahami orang daerah ini, hanya orang yang dari daerah yang tahu kebutuhan daerah, hanya orang yang dari daerah. Alhamdulillah komunikasi saya dengan mereka itu baik, dan komunikasinya ini persahabatan, kekeluargaan itu jauh lebih cair untuk menyelesaikan masalah daripada komunikasi formal. Itu kuliah di Harvard tidak ada teori itu, mau kuliah doktor juga tidak ada teori itu, itu ilmu lapangan, ilmu pergaulan.

Saya bersyukur karena saya pelaku usaha di riil berproses dari bawah dan saya berinteraksi lewat HIPMI jadi saya lebih tune. Kan Allah sudah bilang, setiap ada masalah pasti ada solusinya dan selalu ada saja selama kita berpikiran positif dan tidak ada kepentingan pribadi.

Mengaitkan isu aktual Corona, Dubes China responsnya agak marah karena kita menghentikan sejumlah impor produk dari sana. Mereka menilai reaksi ini terlalu berlebihan ada yang khawatir China pembalasan misalnya menunda MoU yang sudah ditanda tangani dengan mengulur waktu untuk sekadar beri pelajaran ke Indonesia, gimana untuk antisipasi kemungkinan terburuk tersebut?
Begini, yang pertama Presiden dalam membuat keputusan itu lewat ratas (rapat terbatas) dan saya salah satu yang ikut ratas tersebut. Pertimbangannya banyak, berbagai macam aspek dan persoalan impor, pertama barang-barang itu tidak dilarang. Yang dilarang itu adalah barang hidup karena itu yang menularkan.

Kalau barang modal impor Tidak apa apa. Kemudian manusia yang tidak boleh masuk. Karena bagi presiden sadar betul, tapi keselamatan rakyatnya jauh lebih penting dan sebagai kepala negara Pak Jokowi sebagai kepala negara harus diapresiasi. Di tengah kondisi seperti itu, beliau putuskan untuk mementingkan keselamatan rakyat dibanding yang lain.

Sebenarnya China Tidak perlu memberikan reaksi berlebihan juga, kita kan bersahabat. Yang dilarang kan sementara, kan impor barang hidup, yang lainnya kan tidak. Impor barang modal oke dan itu sementara setiap 2 minggu dievaluasi. Ini semata-mata menjaga hubungan kerja sama kedua negara. Mungkin informasi yang diterima pak Dubes tidak komprehensif.

Mungkin nilainya tidak terlalu besar tapi efek psikologis?
Saya pikir dalam konteks selamatkan bangsa dan negara, Pak Jokowi sebagai pemimpin dia berani buat keputusan. Kita bangga punya pemimpin seperti beliau, sekalipun negara lain tidak setuju keputusan itu.

China termasuk adidaya?
Ya inikan tergantung persepsi juga, santai saja. Kan saling menguntungkan.

Ibu Kota baru sudah berapa banyak calon investor yang masuk?
Kalau ibu kota baru, China mau, Korea, Jepang, Abu Dhabi, Jerman mau, beberapa negara mau.

Sudah ada kavling pembagiannya?
Belum, mereka baru sampaikan minatnya. Dan oleh kita juga kan UU lagi dibahas kan dari total investasi sekitar Rp 500 triliun 10-15% akan ditanggung oleh negara, karena infrastruktur dasar seperti kantor pemerintah. Itu akan ditanggung oleh negara. Tetapi untuk yang lainnya akan diberikan kepada investor, pembagiannya ini lagi kita bahas. Lagi diatur tunggulah 2-3 bulan lagi akan selesai.

Saya tertarik kehidupan di mulai setelah jam 7 malam, seorang Bahlil ini istirahatnya berapa jam sehari?
Saya sejak masuk di BKPM Sabtu Minggu pun kita kerja, lihat jam begini kita masih kerja, tamu yang lain masih ada. Biasanya pulang kantor ini jam 11 malam, jadi perjalanan setengah sampai rumah jam 11.30. Ya saya bisa tidur jam 1 atau 1.30.

Lalu jam 5 saya bangun lagi untuk shalat subuh, kemudian baca dokumen kan jam 8 sudah masuk kantor lagi terima tamu. Ya seperti itu saja, ya risiko sebagai bentuk pengabdian dan kecintaan kepada bangsa dan negara. Saya pikir sebagai anak daerah yang diberikan kesempatan oleh pak Presiden untuk mengabdi negara harus maksimal.

Saya tak ingin kelak ada cerita kalau orang daerah kalau dikasih kepercayaan tidak amanah, atau tidak total atau tidak bisa memberikan perubahan yang berarti. Kalau kita ada kekurangan ya pasti, namanya manusia kan, minimal kita melakukan secara sungguh-sungguh. Apa bentuknya? kita kerja serius, baik dari waktu, strategi kerja output dan komunikasi.

Setelah dimulai perizinan awal sampai akhir di BKPM sejak 3 Februari 2020 respons para investor seperti apa?
Bagus, ini hampir tiap hari nih. Coba detikcom datang ke sini nggak usah kabari saya, jadi ambil data sendiri diam diam apakah ini ada perubahan. Jadi semacam intel begitu. Kalau saya ditanya, pasti saya akan jawab bagus terus. Tapi kalau cari data sendiri, insya Allah banyak harapan investor di BKPM untuk bisa selesaikan masalah mereka.

Kami di BKPM sekarang seperti Pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Karena setiap hari banyak masalah, harus diselesaikan tapi harus ikhlas. Dengan harapan yang dingin serius, ya kita ambil sebagai amal ibadah, tidak usah ada beban, santai aja tapi kerjanya serius.

Filosofi hidup seorang Bahlil, mempercayai orang lain tapi jangan gampang percaya, itu konteksnya seperti apa? Didapat dari pengalaman hidup?
Sebagai pemimpin kan tugasnya salah satunya membangun inspiring, mengkoordinir orang lain, membuat strategi, mengatur, dan itu pasti menggunakan orang lain. Kalau orang yang dikasih tugas tidak dikasih kepercayaan itu bukan pemimpin. Dikasih tugas, dikasih kepercayaan tapi ada bagian yang harus kita pegang dan tidak sepenuhnya kita berikan.

Ada bagian tertentu clue tertentu karena itu adalah bagian daripada seni, leadership dari seorang pemimpin. Kedua, sebagai pemimpin tidak boleh lengah karena begitu kita lengah dan bawahan kita ada kesempatan sekalipun dia tidak mempunyai niat tapi kesempatan itu ada, jadi itu barang.

Ketiga, saya punya cukup pengalaman, pernah jadi karyawan, jadi seorang yang bekerja di jalanan, pernah jadi pengusaha UMKM, seorang aktivis, pengusaha yang memimpin Hipmi dari sekian panjang waktu yang terjadi dari sekian profesi yang pernah saya lalui, maka kesimpulan, kepercayaan itu penting diberikan kepada orang. Tapi jangan seutuhnya.

Karena, ketika kamu memberikan kepercayaan seutuhnya maka tidak ada instrumen yang kamu pegang untuk mengontrol orang tersebut.

Bappenas menargetkan Rp 790 triliun 2019, Pak Bahlil masuk 3-2 bulan bisa lampaui Rp 100 triliun. Bagaimana 2020?
2020 itu Bappenas menargetkan kami untuk Rp 886 triliun, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3%-5,5%, kalau ditanya optimis atau tidak, insyaallah optimis.

Caranya?
Sudah ada strateginya setiap negara punya treatment khusus punya cara sendiri. Setiap investor itu punya cara sendiri, tapi setiap investor itu kan pengusaha, ane ini bukan pemain pasar kertas, ane pemain pasar lapangan insyaallah dengan tim yang bagus ini bisa dilakukan bisa dicapai targetnya.

Halaman


Simak Video "Blak-blakan Kepala BKPM: Hantu Berdasi Hambat Investasi"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/ang)