Wawancara Khusus Dirut BP Jamsostek

Bos BP Jamsostek Bicara Bantuan Rp 600 Ribu untuk 15,7 Juta Orang

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 09:51 WIB
Dirut BP Jamsostek Agus Susanto
Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik
Jakarta -

BP Jamsostek mendapat amanat dari pemerintah untuk terlibat dalam program subsidi gaji pegawai yang bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan. BP Jamsostek diberi tugas oleh pemerintah untuk menyiapkan data para calon penerima bantuan.

Di tengah pandemi Corona, pemerintah gencar menebar program perlindungan sosial untuk masyarakat yang terdampak. Salah satunya program subsidi gaji yang akan dibagikan kepada 15,7 juta orang yang aktif terdaftar di BP Jamsostek.

Semua calon penerima ini nantinya mendapat bantuan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan atau totalnya Rp 2,4 juta per orang. Proses pencairannya langsung ditransfer ke nomor rekening masing-masing penerima dengan besaran Rp 1,2 juta. Dengan begitu proses pencairan hanya dilakukan dua tahap.

Hingga saat ini, Direktur BP Jamsostek Agus Susanto mengaku pihaknya masih mengumpulkan nomor rekening para calon penerima. Dia juga mengaku sudah melakukan modifikasi layanan selama pandemi Corona sesuai protokol kesehatan. Bagaimana kelanjutannya, simak wawancara eksklusif detikcom dengan Bos PB Jamsostek:

Data penerima bantuan subsidi upah merujuk pada data BP Jamsostek, sebetulnya ada berapa jumlahnya?
Ya betul, jadi prinsipnya BP Jamsostek mendapat amanah dari pemerintah sebagai mitra penyedia data calon penerima bantuan subsidi upah, dan kami menerima amanah tersebut dengan baik dan kami siap melaksanakannya. Data yang kita ambil berdasarkan kriteria yang ditetapkan pemerintah, kriterianya adalah yang upahnya di bawah Rp 5 juta, kemudian tercatat sebagai peserta aktif di BP Jamsostek per 30 Juni, berdasarkan data tersebut kita portrait kita turunkan datanya kita mendapatkan angka sebanyak 15,7 juta pekerja, dan ini kita sortir berdasarkan upah yang dilaporkan kepada perusahaan kepada BP Jamsostek dan tercatat di sistem BP Jamsostek, jadi dasarnya itu.

Tadi dibilang peserta aktif, padahal kita tahu selama pandemi banyak perusahaan yang kesulitan, pegawai gajinya dipotong, ini pasti banyak iuran yang di hold begitu juga peserta mandiri tidak rutin membayar, apakah mereka tetap mendapat haknya atau terputus haknya?
Jadi saat ini kriteria yang ditetapkan pemerintah sebagai umum yaitu yang upahnya di bawah Rp 5 juta, kemudian tercatat sebagai peserta aktif, cut off-nya tanggal 30 Juni 2020. Peserta aktif di sini adalah peserta yang masih tercatat di BP Jamsostek, apakah masih mengiur atau menunggak, dari kriteria kita masukan semua namun dari sini kita bisa mengelompokkan. Jadi yang masih belum mengiur kita kelompokkan dulu, kita himbau, kita sampaikan kepada perusahaan untuk melengkapi, karena ini merupakan kewajiban, perintah dari regulasi untuk mematuhi peraturan yang ada.

Jadi nanti modelnya pegawai mengurus sendiri atau per perusahaan?
Jadi para pekerja tidak perlu mengurus sendiri, karena pendaftaran atau pengumpulan rekening itu secara kolektif melalui perusahaan masing-masing. Oleh Karena itu kami minta kerja samanya dengan seluruh perusahaan, pemberi kerja, para HRD untuk menyampaikan nomor rekening bank para pegawainya, dan kami juga minta pra karyawan proaktif menyampaikan kepada perusahaan masing-masing agar segera disampaikan kepada BP Jamsostek melalui sistem aplikasi yang sudah tersedia antara BP Jamsostek dengan perusahaan.

Bagaimana dengan perusahaan yang pas Agustus collaps/bankrut, atau pegawainya kena PHK?
Jadi kembali kita kepada kriteria umum, yaitu sepanjang masih tercatat di sistem BP Jamsostek per 30 Juni 2020 mereka eligible, mereka masuk daftar calon penerima subsidi ini, berhak.

Itu persisnya per September atau kapan, katanya per 2 bulan?
Ini kebijakan dari pemerintah, saat ini pemerintah sedang memfinalisasi skema, kriteria, teknis operasionalnya seperti apa.

Sebetulnya uang yang Rp 600 ribu itu, sebetulnya uang pekerja sendiri atau di luar itu?
Jadi itu bukan uangnya pekerja, bukan asetnya BP Jamsostek, tetapi murni betul-betul alokasi dari pemerintah untuk penanganan COVID-19 ini. BP Jamsostek hanya ikut terlibat, BP Jamsostek sebatas sebagai mitra data saja.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Ini Syarat Dapat Rp 600 Ribu dari Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]