Wawancara Khusus CEO Youtap

Kepak Sayap Bisnis Salim Group: Dulu Mie Instan, Kini Fintech

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 09:38 WIB
Dok YouTap
Foto: Dok Youtap

Youtap belum lama menghadirkan dua produk terbarunya. Seperti apa sistem kerjanya dan apa alasan mengembangkan produk tersebut?

Kami baru saja mengenalkan dua layanan terbaru, yakni Belanja Stok dan Pesan dari HP (PHP)

Di Youtap sendiri, ada beberapa interface yang bisa dipakai oleh mitra merchant. Pertama, Aplikasi Usaha yang merupakan mobile app. Hanya tinggal download dan aktivasi, merchant bisa langsung pakai aplikasinya. Kita juga pakai Tablet Usaha yang lebih advance menggunakan iPad atau Android tablet. Biasanya tablet ini digunakan oleh skala kecil menengah karena tokoya memiliki kasir. Terakhir, kita juga ada Portal Usaha yang fungsinya memonitor penjualan.

Karena mereka terus aktif, kita melihat adanya berbagai kebutuhan bagi merchant. Misalnya dalam menyetok berbagai barang dagangan dari hari ke hari, tentu sumber mereka bisa dari distributor maupun belanja grosiran. Untuk menawarkan kemudahan membeli stok dari mitra supplier dengan harga menarik, kita melihat kehadiran Belanja Stok ini sangat relevan karena memberi kemudahan dalam menyetok barang.

Di sisi lain kita punya beberapa faktor kunci yang buat bisa jadi supplier. Dengan layanan Belanja Stok yang dapat diakses melalui portal usaha merchant ini, para merchant bisa dapat berbagai produk yang dijual oleh Youtap dari browser, pilih-pilih, bayar secara cashless, barulah dikirim kemudian hari.

Bedanya dengan marketplace biasa yang keperluannya langsung dijual untuk konsumen, di Belanja Stok barangnya dibeli dari merchant untuk merchant untuk bisa jual kembali. Belanjanya juga bisa langsung banyak, contohnya seperti susu satu box isi 12-24, yang bisa untuk jualan atau untuk stok di coffee shop. Belanjanya cukup mudah. Youtap senantiasa memfasilitasi dan menawarkan rantai pasok baru yang saling memberdayakan antar pelaku usaha.

Beda dengan Belanja Stok, fitur PHP kami hadirkan melihat relevansinya yang sama dengan kondisi saat ini. Jika di merchant enterprise kita bantu seperti drive thru McD, kenapa kita nggak bantu UMKM juga lewat solusi yang sekelas enterprise. Lewat PHP, kita menghadirkan solusi e-menu. Jadi merchant kita dapat menawarkan ke pelanggannya untuk order melalui e-menu yang ada di masing-masing hpnya, bayar dan langsung diantarkan barangnya oleh merchant. Atau bisa juga melalui dine-in serta pick-up. Solusi seperti ini yang kita kembangkan terus untuk tetap fokus kepada pelaku usaha, baik big enterprise sampai UMKM.

Yang aplikasi Belanja Stok mirip seperti Tokopedia dan Shopee. Berarti masuk ke persaingan yang lebih gede?

Secara konsep memang buy and sell, jadi disitu ada yang jual ada yang beli. Hanya saja, bedanya kita sangat menyeleksi untuk kebutuhan merchant. Kita bukan marketplace yang dapat mempertemukan semua penjual dan pedagang.

Kalau Youtap, kita kurasi dari distributor. Ada eksibisi partner, dijual di sini, dan barang-barang yang dijual memang relevan dengan kebutuhan merchant-merchant kita.

Contohnya, salah satu partner kami adalah distributor Japfa. Kami juga kerja sama dengan Greenfields, air minum Sosro, bahkan sampai bumbu-bumbu masak, yang memang kebutuhannya relevan untuk merchant.

Sebenarnya, Belanja Stok hanya satu fitur dari rangkaian solusi usaha yang dimiliki Youtap. Pada intinya, kita memberi aplikasi khusus merchant untuk mengelola usaha dan juga melayani pelanggannya. Kita juga memberikan solusi pembayaran non tunai. Dengan kehadiran Belanja Stok, kita bisa memberi solusi yang end to end dan menjawab semua kebutuhan mereka.

Bagaimana caranya UMKM gabung dengan ekosistem Youtap?

Caranya simple, hanya dengan download aplikasi Youtap. Setelah daftar, jika ingin mengambil benefit untuk menerima pembayaran QR, kita harus verifikasi data terlebih dahulu sesuai standar aturan BI. Proses verifikasinya juga tidak sulit, hanya kirim foto tokonya. Proses verifikasi ini juga bisa dibilang paling cepat karena hanya dalam satu jam. Jika sudah verified, maka merchant sudah bisa pakai aplikasi, baik di mobile atau tablet.

Yang terpenting, kita memudahkan pelaku usaha untuk daftar dan running usahanya secara free tanpa syarat dan biaya, baik untuk tablet maupun aplikasi. Untuk beberapa segmen, ada layanan add on. Di situlah baru berbayar. Package yang dihadirkan pun cukup kompetitif karena disesuaikan dengan kebutuhan merchant.

Perkembangan UMKM yang masuk ke ekosistem Youtap seperti apa?

Dilihat dari transaksi, kita cukup happy. Mengacu data year to date, dibandingkan dengan 2020 kemarin ke 2021 sekarang ini, pertumbuhannya hampir mencapai 400%.

Dilihat dari data beberapa region, pertumbuhannya juga memuaskan. Di Jakarta, terjadi pertumbuhan hingga 2 kali, Jatim 3 kali, Jateng 2 kali, Jabar 2 kali, bahkan Sumatera hingga 30 kali. Sehingga, bisa dikatakan terdapat keunikan masing-masing di setiap region. Secara keseluruhan, pertumbuhan Youtap meningkatnya 374%. Dilihat dari sisi merchant, pertumbuhannya pun naiknya 14 kali lipat dibandingkan year to date tahun lalu.

Sebarannya?

Youtap sudah tersebar di 510 kota dan kabupaten.

Berapa Jumlah UMKM yang terhubung ekosistem Youtap?

Jumlah UMKM yang terdaftar adalah lebih dari 200 ribu. Adapun puluhan merchant dari big enterprise sudah mengadopsi layanan Youtap. Beberapa enterprise partner yang sekarang engage dengan Youtap adalah McD, Hero, Domino Pizza, Bumame, ACT, dan beberapa online merchant penyedia game. Beberapa layanan tersebut digunakan untuk membantu transaksi non tunai mereka.

Targetnya?

Dari sisi jumlah, memang kita punya target ambisius yang ingin dikejar. Kita ingin kejar merchant mencapai angka 1 juta. Angka tersebut ditargetkan by second half tahun depan bisa tercapai, mengingat adanya pemulihan ekonomi nasional. Tentunya kami terus berharap kondisi pandemi terus membaik agar tidak terjadi pandemi gelombang 3, 4, dan seterusnya.

Valuasi Youtap berapa, dan kapan targetnya menjadi unicorn?

Fokus kami bukanlah pada valuasi melainkan untuk terus menghadirkan solusi digital dan mendorong adopsi digital bagi pelaku usaha di Indonesia, baik UMKM maupun enterprise agar pemulihan ekonomi segera tercapai.



Simak Video "Wawancara Khusus: Di Balik Serangan Rusia di Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]

(acd/zlf)