Siasat Amankan Lonjakan Pemudik di Tengah Hari Raya

ADVERTISEMENT

Wawancara Khusus

Siasat Amankan Lonjakan Pemudik di Tengah Hari Raya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2022 08:45 WIB
Jakarta -

Mudik kembali diperbolehkan tahun ini. Sudah dua tahun ke belakang mudik tidak dilakukan demi menekan penyebaran pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia.

Setelah dua tahun mudik dilarang, pemerintah memprediksi tahun ini bakal ada antusiasme besar dari masyarakat untuk mudik. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada 85 juta orang yang bakal mudik tahun.

Jumlah sebesar itu membludak bila dibandingkan tahun 2019, tahun sebelum pandemi COVID-19 menerjang Indonesia. Tak ayal Budi Karya pun memprediksi jalan-jalan akan penuh di musim mudik tahun ini.

"Dengan angka 85 juta ini adalah suatu angka yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2019. Pasti kita tidak bisa bandingkan dengan tahun 2020 dan 2021, bayangkan 2019 itu sudah berat dan 2022 naik 45%. Artinya jalan-jalan ini akan dipenuhi," kata Budi Karya dalam acara Blak-blakan detikcom.

Budi Karya mengatakan pemerintah sudah menyiapkan langkah jitu untuk menangani potensi pemudik yang membludak. Khususnya, membludaknya pemudik di jalur darat. Ada 4 strategi utama yang bakal dilakukan, mulai dari ganjil genap, contraflow, one way, hingga larangan kendaraan berat.

Selain antisipasi di jalur darat Budi Karya juga bicara persiapan mudik di moda-moda lainnya. Mulai dari kereta api hingga pesawat. Seperti apa? Berikut ini kutipan wawancara lengkapnya:

Mudik kembali diperbolehkan, secara bersamaan orang pulang semua. Bagaimana perkiraan Kementerian Perhubungan? Khususnya bicara transportasi darat?

Jadi memang walaupun kita bicara udara, laut, kereta api, darat memang yang krusial. Kami diamanahi oleh Presiden, pak Menteri tolong antisipasi dengan baik maka kita buat riset. Sudah kira kira dua bulan yang lalu, jadi kita melakukan tiga kali riset. Di saat belum ada pembolehan mudik, terus tanpa antigen, dan terakhir boleh mudik. Nah itu angkanya naik terus dari 60 juta, 79 juta, dan sekarang 85 juta yang mau pulang. Itu sudah final karena sudah diperbolehkan mudik.

Nah lalu kami intensif pak Presiden mengundang, bahkan besok pun akan rapat ratas tentang mudik ini sudah diputuskan boleh mudik. Karena memang sudah dua tahun tetapi kita punya tagline 'Mudik Aman Mudik Sehat'. Apa artinya? Kalaupun kita safety tetapi kesehatan harus dilakukan, diperhatikan. Makanya ada anjuran atau keharusan booster dilakukan.

Lalu, apa yang dilakukan selanjutnya?

Dengan angka 85 juta ini adalah suatu angka yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2019. Pasti kita tidak bisa bandingkan dengan tahun 2020 dan 2021, bayangkan 2019 itu sudah berat dan 2022 naik 45%. Artinya jalan-jalan ini akan dipenuhi.

Waktu 2019 angkanya ada berapa orang yang mudik?

Waktu itu ada 50 juta tahun 2019. Naik lebih dari 40%. Nah oleh karena ini angka yang kita pegang. Nah setelah kita petakan, darat ini di mana-di mana, darat ada dua yang menjadi kritikal. Satu di pelabuhan Merak, satu di Cipali dari Jakarta sampai di Semarang. Maka kami Kementerian Perhubungan, Korlantas mewakili Polri, BPJT mewakili PU, kita rapat terus. Kita mensimulasi apa yang harus terjadi.

Sudah disepakati bahwa kita akan menggunakan rekayasa lalu lintas. One way, contraflow, melarang kendaraan tiga sumbu, dan terakhir ganjil genap. Nah empat instrumen ini akan digunakan.

Mana duluan yang mau digunakan?

Nah kita memang melakukan simulasi, simulasinya yaitu dengan asumsi. Pertama kali kita asumsikan dengan kenaikan 40%. 40% dengan digunakan one way saja, digunakan ganjil genap, contraflow, dan truk itu. Nah kalau itu dengan asumsi 40% masih aman. Tetapi begitu angkanya kita masukan 60%, maka failed. Stuck VCR-nya itu melampaui satu.

VCR itu apa, dan maksudnya melampaui satu apa?

Itu adalah satu indeks, di mana lalu lintas itu tidak berjalan dengan baik. Nah oleh karenanya kita meneliti itu dan setelah itu kita menyatakan kalau ini over menjadi 60% menjadi stuck. Artinya apa? Kalau terjadi euphoria mudik yang biasanya 40%, kenaikannya itu menjadi 60%, maka tiga hari 28, 29, 30 (April) itu macet. Walaupun sudah dilakukan semuanya.

Jadi mungkin ke Semarang bisa 14 jam bisa 15 jam dan sebagainya. Nah oleh karenanya Bapak Presiden tadi diskusi memberikan pengarahan supaya sebagian mudik lebih awal. Tanggal 25, 26, 27, sehingga yang tadinya katakan lah 60% bisa dikurangi.

Pintu dispensasi dibuka berarti dengan cuti diperbanyak?

Nah, itu cuti. Kita memang diskusi sampai cuti, kan kalau cuti wajib sudah dibuat 29 sampai dengan tanggal 6. Jadi tanggal 8 bisa pulang. Nanti yang sebelum tanggal 27 itu orang boleh minta cuti, jadi semua pegawai negeri atau swasta boleh. Bahkan, juga setelahnya itu.

Ada ide juga bagaimana kalau Menteri Pendidikan memberikan kegiatan online kepada anak-anak di sebelum dan sesudah, tapi ini masih diskusi. Mungkin besok diputuskan itu. Nah ini betapa kita melakukan diskusi yang intensif.
Tadi sore pak Presiden formal menyatakan bahwa ini kalau bisa mudik dimajukan. Nah satu lagi yang saya usulkan bahwa ganjil genap kita akan uji coba mulai tanggal 25, hari Senin. Ganjil genap itu adalah satu kegiatan one way tetapi hari tertentu ganjil saja, hari tertentu satu lagi genap saja.

Secara detail jadi akan ditentukan. Tetapi gambaran begini, dari Jakarta sampai Dawuan masih ada contraflow karena ada orang Karawang orang Bekasi yang ke arah Jakarta. Tetapi dari Dawuan sampai ke Kalikangkung itu satu arah.
Mengapa kita lakukan itu hari Senin? Supaya ini latihan dulu, jadi tidak kagol kalau kata orang Jawa. Jadi pada tanggal 8 sudah siap. Makanya sekarang ini terima kasih detik mau wawancara. Ini luar biasa menurut saya, jadi kita tahu yang lihat detikcom luar biasa jadi ini bagian dari sosialisasi.

(Dawuan ke Kalikangkung) one way, itu yang paling kritikal. Dari situ normal lagi. Ada mau ditambah lagi, tapi masih didiskusikan.

Titik rawan macet di mana saja?

Sebenarnya titik rawan itu ya mulai dari KM 44, KM 72 itu kritikal. (Di mana?) Setelah Bekasi lah. Dua titik itu kritikal. Tetapi mungkin kita supaya mensimplifikasi rekayasa lalu lintas maka kita bikin simple dari Bekasi sampai ke Dawuan itu bisa contraflow. Itu minimal mulai tanggal 25 sampai dengan tanggal 27.

Contraflow satu jalur aja?

Bisa satu jalur, bisa dua jalur. Bisa diambil satu, bisa diambil dua. Nah kita secara khusus menyampaikan bahwa semua policy pada saat di lapangan itu kita berikan diskresinya kepada Polisi. Jadi Kakorlantas adalah panglimanya, jadi kita sama-sama support tetapi Kakorlantas adalah panglimanya.

Kondisi terburuk harus kita hindari, kondisi terburuk yang ada di gambaran Kementerian Perhubungan itu bagaimana, yang stuck itu?
Iya (stuck), itu bisa terjadi pada tanggal 28, 29, dan 30 di mana semua orang ke sana. Tapi kalau sebagian ada yang mulai tanggal 25. Insya Allah di tanggal ini agak berkurang.

Rest area bisa jadi titik kemacetan selama ini, ada penanganan khusus di tempat tersebut?
Ada. Jadi secara khusus kita bahas juga dengan Menteri PU. Ternyata di rest area itu orang melakukan dua hal, satu istirahat dan yang kedua adalah ke toilet. Baru yang ketiga makan. Tapi kalau makan bisa dia bawa, tetapi yang namanya istirahat dan ke toilet tidak bisa.

Jadi kita sudah kumpulkan pengusaha rest area, bahkan ketemu ketuanya di KM 57, Kementerian PU tambah minimal 50 (toilet). Tetapi di rest area yang besar, akan ditambah 100 toilet. Portable. Jadi itu bisa cepat. Gratis.

Parkir mengular ke rest area, itu diserahkan ke kepolisian?

Jadi kita memang memberikan suatu guidance seyogyanya orang di Rest Area yaitu tidak lebih dari setengah jam. Jadi untuk mencapai setengah jam, pengusaha restoran kita minta untuk menyediakan paket-paket makanan untuk take away. Terus kedua harganya juga bulat, supaya orang bayarnya gampang tidak ada kembalian. Jadi ini satu manajemen yang kita lebih detail.

Kita bicarakan dengan teman-teman pengusaha rest area supaya kita bilang, kalau satu orang satu jam, itu berarti orang yang masuk kan sedikit. Tetapi kalau setengah jam bisa dua kali lipat omzet bisa meningkat.

Seluruh yang dibicarakan kita hari ini, apakah masih wacana atau sudah akan diberlakukan dan sudah ada langkah teknisnya dibicarakan?
Jadi yang namanya 28, 29, 30, sudah dipastikan kayaknya ganjil genap. Sudah dipastikan. Jadi nanti Kakorlantas yang menetapkan tanggal 28 itu ganjil atau genap, tanggalnya nanti ditentukan hari mobil genap atau ganjil. Itu Kakorlantas karena memang itu fleksibel.

Ini (ganjil genap) sudah pasti, yang kedua untuk uji coba sudah pasti. Rekayasa empat jenis ini sudah pasti. Jadi semua ini relatif sudah final, karena kita bicara sudah sejak satu bulan yang lalu. Bahkan satu minggu terakhir ini kita rapat 4-5 kali.

Yang bakal dipakai yang mana saja dari 4 skema yang disiapkan?
Kombinasi. Semuanya dipakai. Ganjil genap dipakai, one way dipakai, contraflow dipakai, dan truk yang dilarang juga dipakai.

Truk dilarang kapan saja?

Truk itu dilarang 28, 29, 30 (April). Lebaran boleh. Terus nanti tanggal 8 (Mei) lagi ada dua hari kalau tidak salah.

Ada diskon tarif jalan tol nggak tahun ini?

Sebenarnya sudah ditetapkan tidak ada diskon. Cuma ada satu diskresi, apabila antrean mobil itu lebih dari 1 km, maka tidak bayar malah. Jadi kita bisa memberikan suatu homework untuk pengelola tol, supaya tidak macet. Begitu macet, gratis.

Masih akan dilakukan tes-tes, kayak antigen dan PCR. Di darat seperti apa?
Jadi gini, saya harus katakan, kalau yang kereta api, udara, laut, itu form ya karena kita ada tiket. Kita menghitungnya kan di PeduliLindungi adalah dosis ke 3 booster. Tapi memang ada terus PCR, antigen, dan seterusnya (untuk yang belum booster).

Memang di perjalanan darat ini kita sosialisasikan keharusan. Tetapi kita butuh kesadaran dari masyarakat untuk melakukan booster.

Jadi PCR dan antigen nggak perlu lagi ya kalau sudah booster. Apalagi kan ada anggapan ada mafia nih antigen dan PCR jalan lagi nih?

Nggak ada begitu. Karena kan booster gratis. Kita concern dengan booster. Kalau mau booster di semua stasiun, di semua pelabuhan, kita kasih gratis. Kita contohnya kemarin di Kampung Rambutan kita lakukan, di Stasiun Senen kita lakukan. Jadi bisa di mana-mana dan gratis. Tidak ada urusannya dengan PCR lagi sebenarnya.

Kereta jadi favorit ke dua, pengaturannya seperti apa?

Jadi kereta ini sebenarnya relatif tertib. Jadi saya minta kepada teman-teman kereta untuk memaksimalkan perjalanan. Sudah dilakukan, dan sekarang sudah menjual tiket, dan sudah 50% terjual. Saya fikir kereta api ini tidak ada isu yang menonjol. Bahkan kami mengamanahkan mereka mengangkut motor, orangnya bayar motornya gratis. Terus nanti mereka bisa sampai di tempat, terus dia bisa pakai (motornya). Nah itu yang kita amanahkan.

Jadi lebih baik pakai itu daripada mudik menggunakan motor?

Mudik pakai motor, itu ya gimana ya, bahaya. Kadang-kadang bertiga dan sebagainya. Berbahaya banget seperti itu. Menurut riset kita yang paling bahaya adalah naik motor, yang kita di dalam kota saja susah apalagi sampai ke daerah.

Jadi memang kereta api sudah tidak ada isu ya, soal calo apakah masih ada atau kalau tidak dapat tiket memang kehabisan saja?
Tidak ada, tidak ada calo. Karena belinya semua melalui online.

Lewat jalur udara bagaimana?

Udara juga relatif baik. Walaupun memang adanya pengurangan pesawat.

Ada penambahan pesawat atau tidak?

Ada penambahan nanti Pelita buka, tanggal 28 Pelita mulai terbang. (Dengan Airbus baru?) Betul. Rencananya ke Makassar dan ke Bali. Terus Super Air Jet akan tambah, dan beberapa yang lain. Citilink dan Garuda mungkin tetap dulu.

Ada peningkatan berapa banyak penumpang transportasi udara?

Udara ya karena memang jumlahnya menurun, dia menurun (penumpangnya). Jadi yang akan kita lakukan kemudahannya adalah jam operasinya menambah. Kami akan instruksikan kepada semua bandara membuka 24 jam. Artinya, dengan membuka 24 jam pesawat itu rotasinya maksimal.

Bahkan kan mereka mungkin jalan satu hari itu 20 jam dari kota kota, berangkat dari Jakarta katakan lah jam 04.00 pagi, balik lagi ke Jakarta bisa juga 02.00 pagi. Jadi keliling, sampai ke kota-kota yang lain-lain. Itu yang akan dimaksimalkan. Tapi jumlahnya relatif menurun dari 2019, karena jumlah pesawatnya menurun juga.

Ada kenaikan tarif untuk pesawat?

Nah tarif itu sebenarnya tidak ada kenaikan. Tetapi ada surcharge itu karena bukan peak season, tapi karena avtur. Terutama di daerah-daerah avturnya tinggi sekali harganya, sehingga penerbangan itu tidak mungkin tanpa surcharge tetapi ada batas atasnya.

Penerbangan masih sama kalau booster nggak perlu antigen-PCR?

Jadi kalau penerbangan lebih gampang nanti mengaturnya. Kalau PeduliLindungi ada booster-nya tanpa antigen.

Bus ada peningkatan, ada tarif naik juga nggak? Kan pengusaha angkutan darat sudah klepek-klepek juga selama dua tahun ini?

Saya kemarin ke Kampung Rambutan, mereka happy sekali ada koordinasi untuk upaya masyarakat naik bus jangan naik motor. Toh, naik bus kan tidak terlalu mahal. Kedua juga kita ada bus gratis, Kementerian Perhubungan buat, Jasa Raharja buat, DKI buat. Lumayan juga, paling tidak hampir 70 ribu sampai 100 ribu yang bisa dibawa.

Swasta ada yang ikutan mudik gratis, misal rombongan penjual jamu?

Kelihatannya ada, mungkin belum banyak di-campaign. Sebut saja Honda, Air Mancur, biasanya ada.

Tarif bus ada kenaikan atau tidak?

Tarif tidak ada kenaikan. Ada batas atas, batas atasnya diberikan ke Yogyakarta berapa, ke Solo berapa. Jadi jangan takut kalau itu terlampaui bisa diadukan dan kita bisa berikan sanksi.

Koordinasinya seperti apa dengan pemerintah daerah, bagaimana bagi-bagi tugasnya?

Hierarkinya jelas sekali. Bapak Presiden membuat rapat terbatas, terus menunjuk Menteri PMK sebagai koordinator. Karena apa? Di mudik ini juga ada yang namanya kesehatan. Saya katakan lah hanya wakil di sini, karena kami itu selalu melakukan koordinasi. Apalagi sekarang dengan video conference seluruh Indonesia kita undang.

Bahkan pak Kapolri mengundang seluruh Kapolda seluruh Indonesia. Jadi pak Kapolri, Menteri PMK, saya, Mendagri, dan Menteri Kesehatan menyampaikan apa yang menjadi program. Dan, Dishub itu selalu menjadi bagian dari Kementerian Perhubungan, yang secara insentif Dirjen Darat melakukan koordinasi pada mereka.

Jadi saya dengan daerah tidak terlalu khawatir, karena Polri itu kan ada Kapolda, ada Kapolres, ada Kapolsek. Saya merencanakan dengan pak Menko PMK itu akan roadshow, terutama ke dua provinsi. Jabar dan Jateng. Karena di situlah yang paling tinggi, jadi saya akan datang ke sana safari dua tempat dan nanti ke tempat-tempat itu kita akan lakukan. Biasanya Gubernur Jawa Barat dan Jawa tengah itu selalu koordinasi dengan baik.

Ada kondisi keinginan orang Jawa mau naik kendaraan pribadi ke arah barat, ke Sumatera. Sekarang ditambah ada tol Sumatera. Mungkin ada orang Jawa Tengah mau pulang naik kendaraan pribadi. Pengaturannya seperti apa?

Jadi kita juga meriset tujuan akhir yang paling banyak itu di mana. Jawa tengah. Jawa tengah itu favorit. Jawa timur nomor dua. Jawa Tengah, Jawa Timur, baru Jawa Barat. Terus siapa yang banyak orang bergerak? Orang Jawa Timur.

Memang ada karena orang Jawa Timur banyak juga orang Makassar, dan sebagainya. Makanya dia banyak orang yang bergerak, karena memang penduduk Jawa timur kan memang banyak. Kalau Jawa Barat kan di sini-sini saja mereka tidak ke mana-mana bukan merantau.

Nah oleh karenanya kita juga mengidentifikasi beberapa titik kemacetan yaitu Bakauheni ke Merak. Di situ kami membuat policy, sebenarnya isunya itu adalah di pelabuhan. Kalau ada penumpukan, penumpukannya itu di pelabuhan. Karena mereka harus berhenti, mereka harus naik kapal dan menyeberang. Kalau di Sumatera tidak ada isu kemacetan, yang ada isu kemacetan itu dari Jakarta ke Merak, dan di titik itu.

Nah kami berikan syarat hanya kapal dengan kapasitas di atas 5.000 orang yang bergerak, yang di bawah itu tidak boleh bergerak. Kapal-kapal besar saja, yang kapal kecil pinggir dulu, pindah ke tempat lain.

Apakah cukup dengan kapal besar saja?

Cukup itu cukup. Kalau tidak salah ada 72 kapal besar. Tidak ada kekosongan. Kalau dulu itu hari-hari biasa mereka itu bisa operasi setiap dua hari, artinya tidak 100% bergerak. Nah dengan adanya ini mereka bisa tetap 100%.

Yang kecil-kecil kita bawa ke Jakarta untuk jalankan rute Jakarta ke Semarang. Untuk apa Jakarta Semarang? Untuk menampung truk-truk yang dari Semarang ke Jakarta atau Jakarta Semarang yang tadinya tidak bisa pake ini. Jadi saya sudah sampaikan begitu, mudah-mudahan mereka juga melihat ini sebagai suatu policy. Pada dasarnya mereka tidak ada yang komplain setuju.

Kakorlantas sudah menyampaikan bahwa mereka yang akan sampai di Merak, apabila Meraknya penuh, dia disuruh mundur atau berhenti satu atau 2 km dari itu, sehingga tidak terjadi penumpukan di Merak. Jadi masalah krusialnya ini adalah di Merak.

Jadi dari Jawa ke Sumatera tidak terlalu banyak?

Tidak terlalu banyak, paling dari Jakarta juga.

Empat aturan tadi di darat akan ada sifat sosialisasi reguler, itu siapa yang tanggung jawab, command centre-nya di mana?
Jadi itu mungkin akan final besok. Karena besok kita ada rapat terbatas dengan bapak Presiden. Setelah itu kita akan lakukan format yang fix, mungkin lusa fix. Setelah itu kita akan sosialisasi. Sebenarnya koordinatornya adalah menteri PMK, tetapi kami punya command centre, Polisi juga punya command center. Jadi minimal dua corong ini yang menjadi satu koordinator untuk menginformasikan kepada masyarakat.

Saluran sosialisasi lewat apa saja?

Iya saya belajar dari pak Vito, dari tentunya media-media utama televisi, (dot)com, media cetak kita akan placement. Tetapi media sosial juga, ya dengan orang-orang yang lucu komen tentang mudik dan sebagainya. Itu sudah menjadi bagian dari pada rekomendasi, jadi pak Presiden sampaikan. Bahkan, saya secara khusus disampaikan, tolong disampaikan tentang mudik lebih awal. Tolong disampaikan bahwa kita akan uji coba. Tolong disampaikan bahwa kita ada empat jenis rekayasa. Baru nanti fix hari ini ganjil, hari ini genap, dan sebagainya. Insyaallah informasinya masif.

Mudah-mudahan berjalan dengan sukses rencananya. Terima kasih.
Kami akan informasikan semua kebutuhan masyarakat. Presiden jelas menugaskan kepada kami informasikan semua selesai, detik adalah satu bagian upaya kita bisa mengkomunikasikan kepada masyarakat.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT