ADVERTISEMENT

Pandu Patria Sjahrir Ungkap Fakta Unik Pertemuan Elon Musk dan Jokowi

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 20 Mei 2022 15:42 WIB

Ke depan akan berpolitik?

Ya aku liatin ayahku sendiri berpolitik, karena he went to, karena pada saat krisis 98 itu dia bikin partai karena melihat ini kok amburadul. Jadi dia bikin sesuatu dan dia orangnya very romantic lah, jadi dia ngedanain semua itu sendiri.

Tapi dia nggak kasih fund raising?

Dia sendiri aja yang danain, jual rumah, apa dia hebat sih karena orangnya romantik dan hanya mau fokus ke partai

Katanya if you want talk about business ya harus dekat sama kekuasaan ya. Makanya ada rencana untuk berpolitik?

Kalau berpolitik ya kita sebagai masyarakat selalu berpolitik mas, never say never tapi kalau saya memang fokusnya ke bisnis. Saya tau kekuatan kita dimana Jadi kita tau, di bisnis ini kita bangun institusi kaya di TBS ini lah, investment firm saya yang untuk digitalisasi juga bangun institusi kebanyakan 90% juga duitnya dari luar negeri untuk bangun disini.

Jadi sekarang masih fokus?

Saya fokus untuk dua hal itu dulu deh sama at the end of the day, energy dan digitalisasi adalah dua ekonomi yang cukup besar. Mau nggak mau pasti ada hubungannya sama society. Hubungan dengan society pasti ada hubungan dengan politik. Jadi jangan dibilang saya antipati atau apa.

Keberpihakan negara itu penting ya?

Iya saya sama pemerintah ga ngira dan Indonesia itu dibanding seluruh negara di Asia Tenggara menurut saya yang paling inovatif dan berani.

Bukan karena jumlah orang yang banyak sehingga mendukung bisnisnya?

Nggak juga, karena merekanya juga pengen kesana dan it make sense. Bayangin gara-gara inovasi ini kan ada perubahan wealth, negara makin maju, tapi wealthnya become less concentrated, dari beberapa grup menjadi lebih banyak grup, which is good, karena yang dicari inovasinya. Jadi ada pemerataan sedikit diantara pengusaha-pengusaha. ya kaya GoTo aja.

Jadi pengusaha bagus, kita mengharapkan anak-anak muda jadi pengusaha. Tapi ada fenomena orang mau cepat kaya, misalnya kaya trading harian dan sebagainya. Bagaimana menurut Anda?

Flexing ya bahasa kerennya. Kalau trading harian jujur saya belum pernah hoki sih, saya nggak ngerti. Jadi kalau menurut saya saya belum pernah sukses kalau trading harian, mungkin ada orang lain yang jago atau apa atau kadang-kadang it's probably too good to be true dan ini terjadi beberapa bulan terakhir, dan itu terbukti kok. Saya kan juga komisaris di BEI tugas saya juga untuk mengkomunikasikan ke bawah jangan melihat sesuatu itu instan.

Masa iya teman saya tiba-tiba punya ferrari ask the question, kok bisa? bagaimana? yakin? karena nggak ada yang instan dalam hidup ini semua berjenjang dan bertahap. Mas tadi nanya "wah dalam dua tahun terakhir ini," ya what u did before? ya bangun rumah, jadi kalo nanti dibilang ada hujan atau apa rumahnya cukup kokoh, itu juga penting.

Ya tapi kan memang dunia tidak adil ya, Anda kan nggak pernah ngerasain kelaparan. Nggak pernah gantian tidurnya karena rumah nggak cukup?

Ya, it's true. Saya nggak bisa milih latar belakang saya. Yang bisa saya lakukan adalah coba kerja terbaik dengan apa yang ada, nah orang boleh marah kepada saya kalau saya tidak melakukan yang terbaik, that mean you wasted what god given to you, menurut saya.

Kerja sekeras mungkin lah, ini anak-anak sini udah tau kerja saya gimana. Kalau cari schedule aja udah bisa sampai 3 minggu kedepan ini, all in. Kalau kerja itu all ini, jangan setengah-setengah.

Apa yang jadi target Anda ke depan?

Saya sangat fokus untuk ngembangin karena dari sektor energi dan digital. Saya juga punya foundation namanya Paloma dari anak pertama saya yang meninggal itu fokusnya lebih meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apa caranya? Udara. pembersihan udara sama kedua environment waste management.

Jadi saya banyak invest ke perusahaan seperti itu untuk menggerakkan awareness masyarakat terkait kebersihan udara di kota besar. Jadi ada dua, bukan saja isi perut tapi apa yang Anda hirup, itu yang secara short term sangat penting.

Ngomong-ngomong Kopiko kemarin siapa yang bawa?

Pak Luhut itu, dia suka kok Kopiko. Pada nyobain juga semua, makan semua.


(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT