ADVERTISEMENT

Ask d'Boss

Kisah Edward Tirtanata, Bangun Brand Kopi dari Toko Kecil hingga Jadi Unicorn

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 17:43 WIB
Edward Tirtanata/Instagram
Foto: Edward Tirtanata/Instagram
Jakarta -

Bisnis kopi susu sempat menjadi salah satu peluang yang sangat menjanjikan. Bahkan hingga saat ini, coffee shop masih eksis dipilih sebagai destinasi andalan baik untuk tempat nongkrong maupun tempat para pekerja work from anywhere (WFA).

Berbicara mengenai kopi susu, ada satu nama brand yang telah melegenda dan menemani kita sejak masa awal booming-nya produk kopi susu di pasaran. Siapa lagi kalau bukan Kopi Kenangan. Brand yang satu ini kini telah berhasil menyandang status sebagai perusahaan unicorn, bahkan yang pertama dalam industri Food and Beverage (F&B) di Asia Tenggara.

Sosok Edward Tirtanata, CEO sekaligus Founder Kopi Kenangan, menjadi salah satu orang yang berkontribusi besar dalam mendirikan perusahaan unicorn yang akan menginjak usia ke-5 tahun pada Agustus 2022 ini. Kepada detikcom melalui video conference Edward membagikan perjalanan panjangnya bersama rekan-rekannya dalam membangun Kopi Kenangan.

Berikut petikan wawancaranya:

Awal kemunculan ide membangun bisnis ini seperti apa dan kenapa nama ini menjadi yang diusungkan untuk sebuah ritel kopi?

Jadi mungkin kalau boleh flashback sedikit pada saat kita di tahun 2017 kita ingin membangun sebuah coffee shop obviously karena ya duitnya nggak banyak lah ya, kita hanya bisa bermimpi yang besar tapi kita nggak bisa buka toko besar-besar ya. Kita hanya toko kecil dengan luasan 12 meter persegi. Lokasi pun nggak bisa dapat lokasi bagus, kita hanya bisa dapat di belakang elevator bener-bener tersembunyi lah ya karena tokonya kecil banget gitu ya.

Tapi dari sana buat kita jadi berpikir gimana caranya sih supaya brand kita ini orang inget dan orang tuh jadi pengen coba dan saat kita brainstorming untuk brandingnya kita akhirnya berpikir bahwa oh oke kayanya nama Kopi Kenangan itu it rhymes nicely dan setelah kita pikir-pikir lagi Kopi Kenangan apa nih yang bikin orang nggak bisa lupa, ya Kopi Kenangan Mantan. Karena itu adalah sesuatu yang memang yah, kenangan manis yang sudah tidak ada tapi suka muncul tiba-tiba di pikiran lah ya. Dan itu juga yang menjadi definisi dari Kopi Kenangan Mantan.

Jadi kita melakukan hal tersebut karena kita harus stand out, kita harus be different dan alhasil ternyata dengan mencoba menjadi berbeda kita akhirnya bisa sampai dengan hari ini.

Saya penasaran dengan proses kreatifnya, proses risetnya bagaimana?
Mungkin kalau yang namanya riset ya gimana ya, kita nggak ada duit dulu. Jadi kita untuk riset juga sulit ya. Beda dengan misalnya kita hari ini, misalnya mau launching menu. Kita mau launching produk baru, bisnis baru, kita selalu FGD gitu ya. FGD FGD FGD karena 'don't assume, you must do the research' gitu. Itu menjadi motto kita di Kopi Kenangan.

Tetapi, kita dulu aja mau mencari Rp 150 juta buat bangun toko sulit sekali gitu ya. Makanya dari situ kita tidak bisa melakukan riset. Akhirnya untuk brand ini kita terpaksa harus be different aja, mencoba melakukan creative proses kira-kira apa sih yang menarik, apa sih yang lucu. Kita juga dulu nggak bisa pakai agensi gitu ya untuk membuat nama brand tersebut. Kita hanya bisa menggunakan kreativitas yang kita miliki sendiri. Dari manajemen, dari co-founder, dari situlah kita bisa membuahkan sebuah brand dengan nama Kopi Kenangan.

Dari awal kepikiran ide sampai membuka gerai pertama itu berapa lama waktunya?
Mungkin waktu itu berapa lama ya? Kalo dari kita ideation, membuat branding-nya dan segala macam, mungkin sampai 5-6 bulan.

Waktu yang cukup singkat ya untuk membangun sebuah toko baru, walaupun Mas Albert latar belakangnya sempat membuat bisnis F&B juga ya?
Iya betul. Jadi dulu sebelum saya membuat Kopi Kenangan, saya dulu mempunyai brand teh dengan nama Lewis and Carroll. Lalu dari situ kita melihat bahwa menjual sebuah cup of tea atau coffee dengan harga kisaran Rp 40 ribu itu sulit. Karena kenapa? Rp 40 ribu dikali 30 hari itu Rp 1,2 juta atau sepertiga UMR pada tahun 2017. Jadi kan udah nggak masuk akal untuk membuat brand dengan harga segitu.

Makanya kita membuat kopi kenangan dengan harga 15 ribu karena kita percaya bahwa harga itu lebih bisa dinikmati setiap hari gitu. Dalam membangun sebuah bisnis, kita jangan cuman mengincar jual sekali dua kali, udah selesai gitu ya orang nggak balik lagi. Kita harus mampu memastikan bahwa repeat customer itu datang ke gerai kita. Karena yang membuat bisnis bertahan itu repeat customer, bukan mencari customer baru terus gitu, pasti habis dengan mencari customer baru terus.

Nah makanya dari situlah kita bisa bertahan sampai dengan hari ini karena kita mempunyai harga yang sangat reasonable tapi kita tidak berkompromi di kualitas. Kualitas kita tetap kita jaga, dan kita percaya bahwa kualitas kita sama dengan atau lebih baik daripada gerai kopi yang menjual sampai dengan harga Rp 40 ribu.

Sekarang udah berapa gerai mas?
Kita sekarang ada 740 gerai dan kita masih membuka satu per hari.

Berarti setiap harinya ada gerai baru yang dibuka?
Benar. Kita dulu 6 bulan susah payah membuat Kopi Kenangan, membuka satu toko. Kita sampai hari ini buka satu toko per hari dan kita baru saja memecahkan rekor muri, kita membangun 26 toko dalam satu minggu.

Berarti dalam satu hari bisa lebih dari dua yang dibuka cabangnya. Ada target? untuk buka cabang ke 1000 mungkin?
Jadi kita memang target tahun ini adalah membangun 1.000 toko dan kita percaya bahwa kita bisa membangun 1,000 toko tersebut. Dan dengan 1.000 toko itu kita bisa dengan bangga mengatakan, kita Kopi Kenangan, brand lokal, adalah kedai kopi terbesar di Indonesia dari jumlah toko maupun jumlah cup yang dijual gitu.

Gerai Kopi Kenangan kebanyakan ada di Jawa. Apakah ada strategi khusus? Dan kenapa memilih Jawa sebagai yang paling banyak?
Yah, kita kan mulainya di Jakarta ya. Karena Jakarta di Pulau Jawa, makanya kita outlet pertama ada di Jabodetabek. Tetapi kita juga baru mulai masuk daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, itu tuh sekitar tahun 2019. Jadi kalau kita pikirkan, Jabodetabek itu memiliki 2,5 tahun head start. Sementara yang luar Jawa itu baru mulai 2019. Makanya dari situ kita, tetapi bukan berarti kita nggak ada outlet di luar sana. Kita ada di 47 kota berbeda dan u name it gitu. Dari Medan, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, dan bahkan soon Palangkaraya, kita ada semua.

Papua kebetulan belum ada. Kita paling jauh di Indonesia bagian timur ada di Manado-Makasar. Dari mimpi kita itu, kita ada dari sabang sampai merauke, dan kita berharap bahwa dalam waktu dekat kita dapat mencapai mimpi tersebut. Karena Aceh kita udah ada nih. Aceh kan di paling barat gitu. Nanti, kita paling timur semoga kita bisa membuka dalam waktu dekat.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Kopi Kenangan, Si 'Raja Kopi' Asia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT