ORI Untuk Membangun Negeri

Wawancara Khusus (4)

ORI Untuk Membangun Negeri

- detikFinance
Kamis, 01 Mar 2007 17:31 WIB
ORI Untuk Membangun Negeri
Jakarta - Sarana investasi yang aman dan halal memang dibutuhkan masyarakat. Selain untuk memperdalam pasar modal, ORI juga untuk menunjang pembangunan.Pemerintah berharap masyarakat bisa membeli ORI, karena ORI merupakan aset keuangan yang dapat dipegang selama beberapa tahun.Pemerintah cenderung ingin melihat distribusi dari masyarakat yang membeli ORI. Untuk mengenal lebih lanjut mengenai ORI dan apa tujuan diterbitkannya ORI oleh pemerintah, detikFinance mewawancara Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (1/3/2007). Inilah hasil wawancaranya.Berapa jumlah ORI yang akan diterbitkan tahun ini ?Target tidak akan kita umumkan karena itu berbeda dengan obligasi yang biasa. Itu lebih mudah bagi kita untuk memprediksi permintaan. Kita lebih memperhatikan distribusinya, investor yang benar-benar individu untuk meyakinkan mereka bahwa ORI adalah investasi terbaik. Kalau investor institusi umumnya sudah sophisticated, kita bisa memperkirakan daya serapnya, kalau ini akan harus sosialisasi harus ada marketing-nya.Tahun lalu, beberapa agen penjual protes karena masa sosialisasi yang kurang ?Memang sulit membuat sosialisasi yang terlalu lama. Tetapi kita melakukan premarketing. Kuponnya sudah kita tentukan kalau marketingnya itu terlalu lama tiba-tiba pas penutupan masa penawaran tingkat suku bunga sudah berubah bagaimana?Pembaca detikFinance banyak yang mempertanyakan kehalalan ORI, ini bagaimana Pak ?(Sambil tersenyum) Saya kira begini dilihat dari tujuannya deh, kan untuk membiayai APBN untuk kelangsungan hidup dari pemerintahan di negaara ini. Saya kira dari situ orang sudah berpikir ini tujuannya baik bukan untuk membangun hotel, bukan untuk membangun pabrik bir, tapi khusus untuk pembangunan rakyat untuk kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat. Nanti kita akan terbitkan instrumen syariah yaitu sukuk, baik sukuk reguler maupun sukuk ritel.Apakah ORI akan menjadi sumur pendanaan bagi pemerintah ?Ya bisa dong, artinya kalau ORI sebagai satu-satunya yang bisa diandalkan tidak lah. Kita harus mengandalkan instrumen pembiayan yang lain ada pinjaman luar negeri yang eks CGI.Kalau itu memang termasuk menguntungkan bagi kita, biayanya kecil, tenornya panjang, kita tetap akan kita lanjutkan. Baik itu multilateral maupun bilateral. Kita lanjutkan terutama, yang soft loan. Kemudian kita akan punya instrumen lain selain ORI ada SPN (Surat Perbendaharaan Negara) obligasi negara yang reguler ada sukuk, jadi banyak deh, kalau menurut saya semuanya saling melengkapi.Buat pemerintah murah untuk penerbitan ORI ?comparable lah. Saya tidak mengatakan lebih murah, yang perlu saya katakan adalah tujuannya, kalau yang reguler itu pasti hanya investor institusi dan orang asingnya banyak, dan orang asing kalau kita bayar bunga-bunganya dibawa ke luar negeri.Kalau menerbitkan ORI yang beli orang Indonesia, warga negara, ada KTP kecuali KTP-nya nembak itu urusan dia lah (tertawa).Dari sisi tujuan filosofis yang seperti itu kita utamakan untuk memberikan kemakmuran kepada rakyat, kita berutang kepada rakyat itu tidak hanya memberikan beban. Kita berutang dari rakyat tidak meninggalkan beban tapi justru kita memberikan aset kepada mereka. ORI itu kan aset keuangan selama beberapa tahun dengan kupon yang cukup bagus. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads