Ida Bagus Kade, Suara Hati Bank Cilik
Selasa, 01 Mei 2007 10:22 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah getol mendorong bank-bank kecil untuk melakukanmerger atau mencari investor dalam memenuhi syarat Arsitektur PerbankanIndonesia (API).Yang paling sengsara memenuhi API tentu saja adalah bank kecil. Supaya tetap bertahan mereka harus mencari sekoci berupa modal besar untuk menyelamatkan diri atau jika tidak akan tenggelam. Namun meski hanya berkapasitas terbatas, proses merger bank cilik jugatidak mudah. Bank kecil ternyata lebih suka dijodohkan BI dari pada mencari pasangan sendiri.Direktur Utama PT Bank Sinar Harapan Bali, Ida Bagus Kade Perdana yang banknya hanya punya modal di bawah Rp 80 miliar sudah memberikan sinyal menolak investor asing.Ida Bagus menceritakan bagaimana posisi bank kecil dalam menghadapi API, disela acara Kongres Ikatan Bankir Indonesia (IBI), 28 April 2007, di Hotel Four Season, Jakarta.Bank Sinar Harapan Bali memiliki modal di bawah Rp 80 miliar, bagaimana rencana anda ke depan ?Ada banyak cara dalam rangka memenuhi ketentuan modal dalam ArsitekturPerbankan Indonesia (API) yang ditentukan Bank Indonesia (BI). Pada dasarnya kita mendukung setiap kebijakan BI untuk memperkuat modal dari BI untuk memperkuat permodalan dari bank-bank lokal yang ada, dan itu tentu kita support dan dukung.Tetapi menurut saya perlu ada skala prioritas, artinya bank-bank mana yang harus diperkuat dulu. Tentunya bank-bank yang akan bersaing secara global itu yang harus diprioritaskan untuk diperkuat permodalannya untuk menjadi bank nasional atau bank internasional.Kalau bank lokal yang di bawah itu, di level 3 atau 4 mungkin prioritasnya di belakang. Adapun usaha-usaha kita untuk memenuhi kebutuhan API itu secara umumkan sudah ada wacana dari pihak BI untuk mengadakan merger dari bank-bank yang kekurangan modal menjadi bank fokus memenuhi ketentuan modal minimum Rp 100 miliar itu juga kita dukung.Tetapi wacana merger itu jangan sampai datang dari kami tapi dari pihakotoritaslah. Ibaratnya kalau ingin menjodohkan anak-anaknya, tentu inisiatif harus datang dari orangtua. Tentu niat orangtua itu baik ingin agar anaknya biar bahagia. Itu tentu kita sebagai seorang anak yang baik tentu ikut saran dari orangtua.Wacana lainnya adalah dengan mencari investor untuk tambah modal, kalau bisa investor itu adalah investor lokal sehingga bank-bank tidak semuanya jatuh kepada asing.Saya bukannya tidak setuju pada asing, tapi di sektor mana asing itu harusmenanamkan modalnya di Indonesia saya kira asing jangan langsung di perbankan, sebaiknya di sektor-sektor riil untuk mendukung sektor tersebut dan menciptakan lapangan kerja.Sekarang saja dimana perbankan kita masih banyak dimiliki orang lokal, fungsi intermediasi tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, apalagi nanti jika semakin banyak yang dikuasai asing. Bukannya saya anti asing, tapi bagaimana sebaiknya investor asing itu difungsikan.Bagaimana dengan kinerja Bank Sinar Harapan Bali ?Kinerja kita sebagai bank umum lokal itu sangat sehat dengan berbagai penghargaan yang pernah kami dapatkan. Lalu terakhir kita di akhir Maret 2007 telah mampu melaksanakan realisasi kredit mencapai sekitar 16 persen pertumbuhannya secara year on year.Kami optimistis, BI mentargetkan 20 persen pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun ini. Dalam upaya ini kita sudah semaksimal mungkin mendukung fungsi intermediasi itu agar berjalan dengan baik. LDR (Loan to Deposits Ratio) kita sampai saat ini sudah hampir 100 persen dan itupun 75 persen kita salurkan ke sektor-sektor produktif, 25 persen kepada sektor yang konsumtif dan semua itu adalah UKM.Di sini kami juga sudah mendukung upaya pemerintah bagaimana kita menyalurkan kredit kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan di sektor UKM ini. Sehingga ekonomi juga terdorong tumbuh walaupun tidak sangat signifikan karena situasi Bali juga tergantung kepada dunia pariwisata.Apakah dari BI sudah ada rencana untuk menjodohkan Bank Sinar HarapanBali dengan bank lain ?Mungkin BI menghendaki kita merger dengan bank-bank lokal yang ada di Bali, untuk memperkuat agar di Bali ada bank lokal yang benar-benar memiliki kekuatan secara modal dan juga kuat di manajemennya yang sesuai dengan kondisi lokal di pulau Bali.Bagaimana dengan rencana merger dengan BPD (Bank Pembangunan Daerah)Bali ?Wacana itu datangnya dari pemimpin BI setempat dan menurut hemat saya itubagus sekali dan saya dukung. Untuk itu kami mempersilahkan BI untukmengkonkritkan ini lebih lanjut karena kalau kita merger kita tidak ingin ada hal-hal negatif yang tidak diiinginkan, biarlah semua berjalan mulus.Pembiayaan kredit kepada sektor apa saja ?Kita lebih banyak sektor perdagangan, industri kecil, sektor pariwisata,jasa-jasa. Untuk sektor pertanian belum begitu besar, hanya untuk peternakan. Kalau untuk pertanian secara langsung belum besar karena kita menunggu bagaimana terciptanya pasar-pasar untuk sektor-sektor pertanian itu.Berapa outstanding kredit di triwulan I-2007 ?Sampai saat ini kredit mencapai Rp 150 miliar, sedangkan dana yang berhasil kita himpun (DPK) adalah sebesar Rp 151 miliar. NPL sampai dengan akhir Maret itu 1,09 persen yang gross, netto akan lebih kecil. Sedangkan untuk laba bersih kuartal I-2007 sebesar Rp 1,6 miliar, meningkat dibanding kuartal I tahun-tahun sebelumnya, dimana pada kuartal I-2006 laba kita Rp 200 juta.Kenapa kenaikan laba bersih bisa signifikan ?Hal ini karena ekspansi kredit kita semakin meningkat, dan kita juga mengeluarkan program kredit kepada UKM maksimal Rp30 juta. Lalu alokasinyadi Maret Rp 20 milar, dan bulan ini Rp 10 miliar dengan bunga 15 persenper tahun atau 1,25 persen per bulan.Kami selalu jemput bola untuk hal ini dengan jaringan yang kami punya. Sampai saat ini kami ada 40 kantor kas, lalu untuk kantor cabang pembantu dan kantor pusat operasional jumlahnya 11 kantor. Jadi jaringan kami ada 51 buah di seluruh Bali. Kami selalu menggali potensi ekonomi masyarakat dan mendorong hal ini agar kemiskinan dan pengangguran dapat menurun.Bagaimana jika ternyata konsolidasi gagal, dan anda mendapat sanksi down grade dari BI ?Kita tidak ada masalah, karena pada dasarnya pemegang saham sudah ikhlas dan sepakat menjadi bank dengan kegiatan terbatas, kita ikhlas daripada jatuh kepada investor asing.Sudah adakah investor asing yang melirik Bank Sinar Harapan Bali ?Banyak, tapi kami sedang berupaya juga agar mudah-mudahan pemda disamping dia punya BPD, pemda juga mau menyisihkan sebagian dananya untuk menambah modal di bank kami.Modal Bank Sinar Harapan Bali berapa saat ini ?Sekitar Rp 26 miliar, jadi butuh tambahan modal sekitar Rp 75 miliar. Mudah-mudahan pemda setempat mau untuk tambah modal, dan kami sedang berusaha keras mengupayakan hal ini, yang penting jangan sampai jatuh ke asing.Sebagai bankir kita juga harus menjadi agent of development. Bagaimana kita berperan dalam pembangunan, mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Bagaimana bank ini dapat bermanfaat tidak hanya terhadap pemiliknya tapi juga kepada masyarakat, sehingga perekonomian masyarakat meningkat.
(ir/qom)











































