RPJM vs Panasnya Politik 2009

Wawancara Paskah Suzetta (4)

RPJM vs Panasnya Politik 2009

- detikFinance
Kamis, 03 Mei 2007 12:12 WIB
RPJM vs Panasnya Politik 2009
Jakarta - Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dibuat untuk periode 2004-2009. Namun panasnya situasi politik yang diperkirakan sudah dimulai pada tahun 2008 dikhawatirkan bisa menggoyahkan RPJM.Pemerintah menjamin RPJM akan tetap dilaksanakan meski suhu politik memanas menjelang pemilu tahun 2009. Target-target juga akan tetap diupayakan pencapaiannya.Bagaimana persisnya RPJM pemerintah ? Sejauh apa pengaruh politik di tahun 2009 ? Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta memberi penjelasan secara gamblang dalam wawancara khusus dengan detikFinance di ruang kerjanya, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Rabu (2/5/2007).Apa sebenarnya RPJM ?RPJM itu dibuat sebagai visi misi presiden 2004-2009, rpjm dibreak kepada RKP tahunan, yang memuat prioritas, di RPJMN ada asumsi pertumbuhan, asumsi untuk menekan tingkat kemiskinan, pembangunan. Untuk tingkat pertumbuhan dalam RPJM 2009 kita asumsikan pertumbuhan 7,6 persen tahun 2009, dalam perjalanan terjadi variatif, namanya juga asumsi. Tahun 2005 asumsinya 5,5 persen, ternyata year on year 5,6 persen, lebih tinggi dari asumsi.Tahun 2006 asumsi kita pertumbuhan 6,4 persen tetapi setelah dibahas dengan DPR kita hanya 5,9 persen, sedangkan realisasinya hanya 5,5 persen lebih rendah dari 2005. Di tahun 2007 sekitar 6,3 persen, memang lebih rendah. Kita lihat nanti realisasinya karena yang memicu pertumbuhan adalah 3 hal, pertama belanja pemerintah tahun 2007 sekitar 240 triliun dari total APBN, yang kedua ekspor, yang ketiga investasi.Dari belanja pemerintah kita sekarang terus memperbaiki supaya penyerapannya bisa tepat waktu, tapi memang ada perubahan strategi tentang anggaran belanja pemerintah. 2008 nanti dalam rangka optimalisasikan APBN kita sekarang strategi belanja berdasarkan kinerja, belanja berdasarkan tupoksi, artinya sektor yang berbelanja tanpa tupoksi dia kita larang.Dontoh beberapa waktu lalu untuk alat deteksi tsunami tidak semua kementerian harus membeli itu yang tidak sesuai dengan tupoksi kita coret, 2008 harus sudah fix.Optimalisasi belanja bagaimana ?Untuk tahun 2008 lebih dari 20 persen karena ada belanja berdasarkan kinerja dan tupoksi, dan juga ada penghematan gak boleh bikin gedung baru, membeli mobil baru.Dibatasi sama sekali ?Ya, pembatasan seminar, rapat-rapat sebaiknya di kantor masing-masingRPJM kan sampai 2009, tapi 2008 situasi politik akan semakin memanas, apa bisa kesampaian targetnya ?Kita upayakan kita prioritaskan akan kita dorong sehingga situasi politik kalau programnya direl right on track tidak akan berpengaruh. Makanya, kita optimalkan karena memang kalau nanti 2009 itu sudah separuh jalan, sampai dengan Oktober itu sudah penggantian. Memang yang efektif itu 2007-2008 tapi bukan berarti 2009 berhenti tetap program jalan terus.Visi pembangunan 2030 itu tidak bertentangan dengan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang)?Pak SBY hanya didatangai temen yayasan forum, ini program 2030 kita sudah punya RPJP. RPJP ini amanat UU yang harus dilaksanakan, yayasan forum bisa saja itu kontribusi dari private kepada pemerintah dan itu kita perhatikan selama sejalan dengan UU dan RPJPBila dibandingkan PDB per kapita versi visi pembangunan 2030 US$ 18.000, kalau RPJP ? Di RPJP, pada tahun 2025 US$ 6.000 pendapatan per kapita. Dalam RPJP ada tahapan setiap 5 tahun ini yang harus dicapai, ada tahapan yang harus dicapai setiap 5 tahun sampai 2025.Saya lihat memang yang dibuat yayasan forum itu berupa cita-cita keinginan untuk mencapai angka itu, saya rasa bagus-bagus saja, tapi bagaimana strateginya belum tergambar. Kalau saya lihat dari apa yang disampaikan teman forum dari cita cita oke tapi strateginya belum dibuat. Saya harapkan kalau bisa disusun strateginya sehingga bisa disesuaikan dengan RPJP, kalau ada masukan untuk mengakselerasi ya kita welcome saja.Upaya untuk mencapai pendapatan per kapita US$ 6.000 ?Kita ada tahapan seperti pada 5 tahun ini, sampai 2009 ada asumsi makro pertumbuhan, menekan angka kemiskinan dan pengangguran dengan asumsi yang jelas.Untuk pertumbuhan saya ingin menigkatkan growth sampai 7,6 persen kemiskinan 8,2 persen atau 18 juta dari 17 sekitar persen 39,5 juta, angka pengangguran 5,2 persen dari 10 juta lebih. Jadi ada strateginya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads