Wawancara Khusus Dirut Indosat (4)
Investor Tak Ribut Hedging
Rabu, 13 Jun 2007 16:02 WIB
Jakarta - Dalam satu pekan terakhir PT Indosat Tbk direpotkan dengan masalah transaksi derivatif yang dilakukan dalam bentuk hedging.Manajemen Indosat juga harus mondar-mandir menghadap Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK), serta menjelaskan kepada analis saham dan publik.Faktanya, menurut Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam, transaksi tersebut dinyatakan tidak bermasalah oleh Bapepam dan kantor akuntan publik. Pemegang saham pun seperti Singapore Techologies Telemedia (STT), pemerintah maupun publik juga tidak ribut karena transakinya normal.Mencuatnya transaksi derivatif Indosat -- yang pertamakali dilempar oleh anggota DPR Dradjad Wibowo--, dinilainya sebagai pembelajaran ke publik mengenai apa itu lindung nilai atau hedging. Berikut wawancara khusus reporter detikFinance Irna Gustia, Dadan Kuswaraharja dan Achmad Rouzni Noor II dengan Dirut PT Indosat Tbk Johnny Swandi Sjam, yang berlangsung dengan santai di ruang kerjanya, Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (12/6/2007) sore. Walaupun transaksi derivatif Indosat dinilai tidak bermasalah, Bapepam masih akan meneliti transaksinya. Bagaimana persiapan Indosat ?Indosat adalah perusahaan publik, masyarakat yang menanyakannya pun berdasarkan laporan tahunan Indosat. Ya itu bebas bagi masyarakat yang ingin menanyakan kepada perusahaan. Ini benar tidak itu bener tidak, ya silakan. Kita sebagai perusahaan publik wajib menjelaskannya, kalau akhirnya lari kepada Bapepam ya sama. Kita tetap menjelaskan kepada Bapepam, kalau nanti Dirjen Pajak tanya ya kita jelaskan. Apa sih transaksi derivatif itu kita jelaskan semua, tidak ada yang kita tutup-tutupi. Meskipun saat ini sudah banyak kita jelaskan tapi kalau ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut ya kita terbuka, namanya juga perusahaan terbuka.Sejauh ini investor publik ada yang menanyakan soal itu tidak ?Tidak, karena kalau buat mereka, para analis, investor, yang dilakukan dalam hedging itu adalah suatu hal yang sebenarnya biasa, karena itu baik untuk meminimalisasi risiko. Saya kalau road show keliling Eropa, Asia, atau Amerika, itu ditanyakan, berapa persen yang sudah di-hedging, karena dia ngeri kan, kalau risikonya besar. Kalau para analis sudah paham dia sudah hitung, sudah analisa.Setelah dijelaskan masalah transaksi derivatif ini, kenapa masih ramai yang menanyakan ?Ya buat saya, saya ambil hikmahnya saja, masa seminggu ini adalah masa pendidikan kepada masyarakat apa itu hedging, kan jadi lebih baik. Yang ada bukannya investor asing, perusahaan lain datang ke kita, wah kalau tidak boleh hedging gimana, karena yang hedging ini kan bukan hanya kita, biasanya perusahaan yang memiliki kewajiban-kewajiban dalam dolar AS itu berusaha melakukan hedging. Pemegang saham STT sempat menanyakan masalah ini juga ?Tidak, mereka cuma tanya ke saya waktu itu tolong ini dijelaskan kepada masyarakat, apa yang sudah kita lakukan, kalau masih belum jelas kita jelaskan itu saja. Ini transaksi bisnis biasa, malah justru ini kan untuk meminimalkan risiko, dan kita lebih pasti bisa kita hitung kan cost-nya. Kalau cost-nya kita hitung pasti biaya marketing tarif juga lebih pasti kan, kompetisi kita, kita dalam cost-nya lebih akurat. Pemegang saham kita beri soal ini.Ada penjelasan soal potensi pajak yang hilang karena rugi hedging Indosat ? Jadi begini kalau di istilah keuangannya, yang dilihat teman-teman itu cuma ruginya saja sih, belum dilihat laba-rugi kursnya. Dalam pembukuannya, kerugian itu dicatat di derivatif loss, keuntungannya dicatat di laba rugi kurs, foreign exchange, istilah di kita kolomnya itu forex change. Yang dilihat kolom yang sini kolom atasnya tidak dilihat.Ikut dijelaskan waktu RUPS 5 Juni lalu ?Tidak itu kan kebijakan manajemen bagaimana meminimalisasi, kita kan punya risk management, bagaimana meminimalisasi risiko. Kita punya policy itu minimal 50 persen hedging untuk kewajiban dolar AS kita harus lakukan lindung nilai. Ya Alhamdulillah kita bisa tingkatkan tidak hanya 50 persen hampir 69-70 persen sudah kita hedging. Sebenarnya kalau di-hedging semuanya lebih bagus tapi cost-nya lebih mahal.Ini saya bantu, Indosat dikatakan telah melanggar Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 55 katanya. Sebenarnya begini bukannya kita tidak mengikuti aturan, kita mengkuti aturan SAK 55. Dalam SAK 55 ada 2 alternatif yang namanya full hedging accounting dan non hedging accounting.Yang full hedging accounting ini yang di-hedge itu adalah pokok dan bunganya. Nah kalau kita memilih ini, itu kita setiap bulan harus analisa, karena masuk ke balance sheet, kita harus analisa tiap bulan, dia tidak boleh keluar dari koridor 80-120 persen hedging-nya. Kalau keluar tetap balik, masuk ke profit and loss.Nah yang Indosat ambil dalam kategori SAK 55 adalah non hedging accounting, dengan non hedge accounting, karena yang kita hedge itu tidak full, yang kita hedge itu hanya prinsiple-nya (pokok) saja, interest-nya (bunga) tidak kita hedge. Kenapa tidak kita hedge interest-nya karena Indosat itu masih punya income in US dolar, apakah dari sewa satelit, apakah dari transaksi di luar negeri, kita masih terima.Artinya kalau ada apa-apa kita masih punya cadangan, kita tidak perlu mengambil semuanya, begitu. Bukannya kita tidak mengikuti SAK 55, ikutin cuma di SAK 55 itu ada 2 yaitu full hedge accounting dan non hedge accounting, kita ambil non hedge accounting, dengan non hedge accounting kita gak pusing tiap bulan harus diperiksa.Cuma karena yang dilihat SAK 55, auditornya melaporkan bahwa Indosat tidak mengambil full hedge acoounting yang ada pada SAK 55. Bukan artinya Indosat tidak melaporkan. Justru Indosat melaporkan apa yang kita transaksikan, kita laporkan yang kita pilih itu non hedge accounting tapi masih dalam koridor SAK 55 Begitu ada berita besar soal transaksi derivatif Indosat, reaksi Anda bagaimana ?Berita keluar kan pas RUPS, belum kepilih lagi, jadi saya memang tanya waktu itu kenapa hedge dipermasalahkan cuma itu saja. Setelah itu saya harus belajar, apa sih yang dipermasalahkan orang, apa sih yang ditanyakan orang itu, karena finally dia akan nanya kepada saya, bukan hanya ke direktur keuangan tapi pertama-tama akan tanya kepada sayaApakah anda melihat soal transaksi derivatif ini politis ?Ah tidak. Kalau menurut saya ini ada warga masyarakat yang sudah melihat laporan keuangan kita. Ada yang ingin dia tanyakan gitu, positive thinking saja, kan enteng jadinya kita kerja kan. Kalau kita bikin politik tapi belakangnya ini wah pusing kepala saya. Ha ha ha ini saja saya harus belajar cepat.
(ir/qom)











































