Menuju APRDI yang Lebih Solid

Wawancara Abriprayadi Riyanto:

Menuju APRDI yang Lebih Solid

- detikFinance
Senin, 30 Jul 2007 08:10 WIB
Menuju APRDI yang Lebih Solid
Jakarta - Rapat Umum Anggota (RUA) Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) baru saja menunjuk Abiprayadi Riyanto sebagai ketua umum baru periode 2007-2010.Abiprayadi yang menjabat Presiden Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menggantikan Muhammad Hanif yang habis masa jabatannya pada periode 2004-2007.Abiprayadi melihat pasar reksa dana Indonesia masih sangat potensial, meski masalah penilaian harga wajar pasar atau marked to market masih menyelimuti industri ini.Bagaimana Abiprayadi membawa organisasi ini dan misi apa yang akan diembannya? Berikut wawancara khusus repoter detikFinance Alih Istik Wahyuni dengan ketua APRDI ini, usai acara RUA APRDI di Financial Club, Gedung Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/7/2007).Sekarang sudah banyak produk di luar reksa dana meski basisnya sama seperti reksa dana. Apakah ada rencana mengganti nama APRDI untuk menyesuaikan produk reksa dana yang beragam saat ini ?APRDI itu dibentuk dengan partisipasi. Istilahnya anggaran dasarnya dibentuk anggota. Bagaimana pun RUA adalah kekuasaan tertinggi di organisasi. Tentunya nanti kita bahas lagi, apakah ada keperluan ke arah sana atau tetap pegang nama reksa dana.Kita juga enggak mau gegabah, cepat-cepat kita langsung berubah tapi ternyata peraturan nggak kesana. Misalnya support tetap reksa dana. Jadi kita harus lihat perkembangannya juga.Peraturan apa yang men-support dan yang tidak men-support ?Sekarang seperti peraturan mengenai decrasionary. Kita enggak tahu, kita dapat sinyal bahwa Bapepam mau atur. Atur itu artinya apa kita enggak tahu. Apa artinya jadi reksa dana atau dianggap reksa dana kita enggak tahu. Jadi banyak kemungkinan yang harus dijajaki sebelum kita cepat-cepat bergerak kesana atau kesini. Kita harus evaluasi mendalam dan menyeluruh.Artinya menunggu kepastian regulasi ?Regulator dalam hal ini Bapepam adalah mitra kita. Mitra dalam mengembangkan industri reksa dana. Kita akan ngobrol dulu dengan mereka. Dengan ngobrol itu diharapkan mendapat gambaran, kedepan akan seperti apa.Anggota APRDI saat ini masih dinilai minim, apakah ada target meningkatkannya ?Ada 100 lebih yang terdaftar sebagai Fund Manager. Tapi tidak semua Fund Manager mengelola reksa dana. Yang masuk APRDI hanya Fund Manager yang mengelola reksa dana. Yang tidak mengelola reksa dana belum tentu tertarik bergabung.Ada target peningkatan anggota ?Keanggotaan APRDI voluntary, bukan kewajiban. Jadi kalau banyak yang di luar merasa akan dapat manfaat kalau bergabung pasti bergabung.APRDI sendiri bagaimana menciptakan kondisi agar banyak yang tertarik bergabung ?Kita akan berusaha agar banyak manfaat yang diterima anggota, sehingga anggota senang berada disini dan menarik anggota baru lainnya.Konkretnya seperti apa ?Macam-macam, misalnya dengan jadi anggota dia jadi tahu draf peraturan yang dikeluarkan. Lebih ke akses informasi. Baik mengenai perkembangan industri, peraturan baru yang akan dikeluarkan dan peraturan perpajakan.Tadi banyak yang mengeluhkan peraturan marked to market dan banyak yang usul dikaji ulang ?Betul, tapi kita enggak bisa cepat-cepat, karena Bapepam akan mengeluarkan lembaga bond pricing agency (BPA). Kita lihat dulu, supaya BPA itu bisa mengeluarkan data-data yang memang mempresentasikan pasar.Menurut Anda, prospek reksa dana di Indonesia bagaimana ?Coba saja kita bandingkan dengan negara maju. Di Amerika, 8 dari 10 keluarga mempunyai reksa dana. di Malaysia hampir 50 persen. Nah kita di Indonesia sangat kecil, belum sampai 1 persen yang punya reksa dana.Memang level kemakmuran jadi faktor penentu. Tapi dengan sekarang, kita harus sama-sama mengembangkan pasar ini. Karena di Indonesia masih sangat kecil jadi bagaimana kita sama-sama ngegedein pasar ini.Mau seberapa besar ?Ya sebesar yang kita bisa kerjakan.Itu target dalam 3 tahun mendatang selama kepemimpinan Anda ?Ya kita enggak bisa targetin. Kita bicara edukasi. Kalau investornya compatible dia akan masuk, kalau enggak dia tidak akan masuk.Tapi untuk mencapai itu kan harus ada target ?Kita belum bisa bilang. Kita juga harus lihat level of wealth. Kalau kita mungkin piramidnya tajam, kalau Malaysia mungkin agak landai. Amerika mungkin lebih landai lagi.Dengan kondisi sekarang, Anda kan sudah belasan tahun di reksa dana, pasti tahu kondisinya ?Betul, tapi masyarakat Indonesia kan sangat dinamis. Terbiasa atau terninabobokan dengan deposit yang tinggi. Lain di Jepang, yang depositnya sangat rendah. Orang jadi otomatis, tanpa dipaksa lari ke reksadana. Beda dengan kita.Jadi nanti mau usulkan deposit kita turun ?Bukan, kita lebih ke edukasi. Agar tiap investor harus punya deposito, tabungan, asuransi jiwa, ke level yang tinggi lagi investasi. Jadi investasi itu ditahap yang paling tinggi.Kembali, sebagai ketua baru. Apa rencana dalam waktu dekat untuk melakukan perubahan yang signifikan ?Kita akan konsolidasi organisasi agar lebih kuat dan punya lebih banyak power. Kalau konsolidasi sudah kuat, maka masalah-masalah lain seperti perpajakan, itu on going. Sejak pengurus yang lalu sudah dilakukan dan kita tetap akan lakukan.Seperti Gaikindo, asosiasinya sangat well informed. Mereka menyediakan data-data yang cukup lengkap bagi anggotanya. Mereka sampai bisa membuat event-event besar atau asuransi jiwa sehingga punya kekuatan. Nanti pengurus akan melihat apa yang harus dilakukan untuk konsolidasi itu. Jadi ini tentang bagaimana penetrasi ke masyarakatnya.Jadi dengan kata lain, selama ini APRDI tidak well informed ?Yap, betul. Dan itu yang kita usahakan perbaiki. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads