Menjadi Nomor 1 Tanpa Perang

Wawancara Presdir Yamaha:

Menjadi Nomor 1 Tanpa Perang

- detikFinance
Senin, 08 Okt 2007 09:44 WIB
Menjadi Nomor 1 Tanpa Perang
Jakarta - Persaingan produsen sepeda motor di Indonesia semakin ketat. Dua produsen motor Jepang saling salip-salipan merajai angka penjualan motor di Indonesia. Honda hingga saat ini masih bercokol di nomor satu meskipun dalam angka penjualan motor tahun ini sempat beberapa kali disalip Yamaha. Bagaimana Yamaha menyikapi persaingan yang sangat ketat di pasar motor Indonesia ini? detikFinance mewawancarai Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Yoshiteru Takahashi dan Vice Presdir Yamaha Dyonisius Beti di sebuah kawasan di Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2007). Mr. Takahashi, bagaimana kinerja penjualan Yamaha tahun ini? Target penjualan motor sampai akhir tahun ini 1,8 juta, sampai bulan Oktober sudah mencapai 1,45 juta unit. Itu sudah melampaui target. Sekarang market share kita 41 persen, kinerjanya stabil dibanding tahun lalu, market share tahun lalu 32-33 persen, itu berarti naik 8 persen. Berkat dukungan anda semua, Yamaha telah menjadi brand yang lebih dipercaya oleh konsumen, brand dengan image lebih kuat dan penjualan motor menjadi naik. Bahkan pada tahun ini Yamaha sempat membuat historical record dalam 33 tahun menjadi nomor 1 di Indonesia. Hal ini membuat Yamaha tertantang untuk bertanggung jawab kepada konsumen dengan selalu membuat produk yang berkualitas, tidak menerapkan strategi perang harga, selalu memberikan harga yang pantas dan terjangkau oleh konsumen. Untuk penjualan tahun depan bagaimana? Tahun depan total permintaan motor sekitar 5,8 juta. Yamaha sekarang lagi pikir-pikir tapi kira-kira 2,2 juta tahun depan. Kita sudah mencapai kapasitas maksimum. Sekarang 1,8 juta tahun depan kapasitas kita naik 2,2 juta lah. Produk motor yang jadi unggulan? Takahashi: Our best produk, Vega R, Mio, Mio Soul, Jupiter MX, Jupiter Z semuanya sangat bagus. Beti: Indennya panjang sekali. Contohnya Mio Soul indennya 14.000 unit. Indennya sudah 14 ribu produksinya sedang coba mengikuti, indennya sudah mencapai lebaran. Hampir semua produk inden, Jupiter MX, Vixion, stok di di dealer sudah kosong karena permintaan besar. Untuk itu akan ada rencana ekspansi kita akan tambah kapasitas 600.000. Nanti akhir tahun kita umumkan. Tahun depan mau luncurkan produk baru? Takahashi: Ada, masih secret. hahaha... Beti: Tunggu tanggal mainnya, pasti ada model baru, baik itu otomatis, motor bebek, sport. Mulai kapan?Takahashi: Konsumen banyak yang memilih Yamaha akhirnya Yamaha OK. Yamaha tidak memiliki target memukul, kita fokus pada konsumen tapi kalau konsumen pilih Yamaha terima kasih. Kita tidak mau pukul Honda, targetnya kita melayani konsumen. Kalau mukul Honda pasti ada fight-fight itu, seperti perang diskon, perang harga itu tidak bagus buat konsumen. Kenapa? Fight-fight itu tidak bagus. Apakah akan mengorbankan kualitas motor jika harus perang harga? Takahashi: Tidak-tidak. Beti: Fight itu tidak perlu Yamaha pikir, Yamaha fokus ke konsumen kalau fight terus yang rugi Yamaha, dealer, konsumen juga rugi, karena rugi harga. Ketika membeli motor hari ini eh besok harganya turun terus, konsumen kecewa, dealer tidak profit. Jadi jaga konsumen jaga dealer targetnya bukan pukul Honda targetnya bagaimana konsumen puas atau tidak. OK, terus apakah ada rencana investasi pabrik baru, saat ini kan ada 2 pabrik Yamaha di Pulogadung dan Karawang ? Takahashi: Mungkin pabrik yang di Karawang akan diperbesar. Tanahnya di sana masih banyak yang tersisa, sehingga masih bisa dibuat pabrik baru, tanahnya masih luas. Jadi nanti pabriknya akan diperluas. Kapan mau investasinya? Yang pasti bukan tahun depan, tapi masa depan, hahaha. Kiat agar karyawan betah di Yamaha? Kami menyiapkan kondisi kerja yang bagus buat karyawan, konsumen dealer vendor pokoknya semua. Kita tidak boleh lupa sama karyawan kita juga berterima kasih karena karyawan karena karyawan kita bekerja dengan baik jadi tiap hari overtime-nya banyak saya terima kasih banyak kepada karyawan. Kita juga menyiapkan kenaikan gaji, bonus, sedikit-sedikit naik. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads